Loading...
KabarUtama

Yusril Ihza Mahendra Menilai Penangkapan ke 11 Orang Tak Murni Tindak Pidana

kabarin.co, JAKARTA,  Yusril Ihza Mahendra menilai penangkapanke-11 orang tersebut tak murni karena adanya dugaan tindakpidana

Yusril Ihza Mahendra melihat penangkapan tersebut merupakan upaya pemerintah agar aksi doa tersebut dapat berlangsung tertib.

“Kalau saya melihat mungkin polisi melakukan upaya preventifsaja supaya aksi demo kemarin berlangsung tertib, tidak terjadiapa-apa. Lalu mengambil langkah preventif sejumlah tokohditangkapi,” ujar Yusril di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016). Padahal, tanpa penangkapan tersebut belum tentu aksi doa bersama akan berujung pada kericuhan, kata Yusril.

“Walaupun kalau mereka tidak ditangkapi ya belum tentu terjadiapa-apa juga,” ujar Yusril.

Baca Juga  Tidak Ada Respon dari Istana, "Cerita Busuk" pun Dipublikasikan di Internet

Yusril menilai, dugaan makar yang diduga kepada sebagian dari mereka kurang relevan, Pasalnya, kelompok ini hanya menggelar pertemuan dan mengkritik pemerintah.

Yusril menanggapi aktivitas ke 11 orang tersebut masih dalam taraf normal, “Bahwa mereka mengadakan rapat-rapat pertemuan, mengkritik pemerintah itu normal,”tutur Yusil.

Untuk itu, Yusril berniat membela seluruh tersangka dalam kasus ini.

“Kalau diminta, ya kami akan tagani,” kata Yusril, untuk saat ini, dirinya akan berfokus untuk membantu pembebasan tiga tersangka yang masih ditahan.

Mereka adalah, Sri Bintang, Jamran, dan Rizal. Mereka ditahan untuk kepentingan penyidikan, “Kami upayakan supaya mereka bebas,” ucap Yusril.

Baca Juga  Bedah Buku Menteri Ekonomi, UNP Siap Lahirkan Usahawan Muda

Dari 11 orang yang ditangkap, tujuh disangkakan melakukan makar. Mereka adalah Kiylan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarno Putri. Mereka dijerat Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 KUHP.

Dua lainnya, Jamran dan Rizal Khobar diduga menyebarluaskan ujaran kebencian terkait isu SARA,

Keduanya disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik PAsa 107 jo Pasal 110 jo Pasal 55 ayat 2 KUHP.

:Lalu, Sri Bintang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghasutan masyarakat melalui media sosial.

Baca Juga  Kabareskrim Sebut 2 Pelaku Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Adalah Anggota Polri Aktif

Sri Bintang disangka melanggar pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP.

Sementara, Ahmad Dhani dalam penangkapan ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden RI Jokowidodo, Dhani dijerat dengan pasal penghinaan terhadap penguasa yang diatur dalam Pasal 207 KUHP. (nap/kom)

 

Baca Juga :

 

Pakar Hukum: Yusril Tarik Kembali Permohonannya di Sidang Ahok

Ini Dia Cerita Yusril yang Ditolak Enam Partai Politik

Yusril: Bareskrim Mabes Polri Wajib untuk menerima laporan Dugaan Penistaan Oleh Ahok

Loading...

Terpopuler

To Top