Loading...
Berita

Yonif Raider 509/Kostrad Evakuasi Korban Bencana Banjir

Kondisi tempat dimana bencana banjir dan longsor terjadi

Puspen TNI

kabarin.co-Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/Kostrad, yang bermarkas di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sumber Sari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang tengah melaksanakan tugas di Papua, dibawah pimpinan Dansatgas Mayor Inf Beny Setiyanto, beberapa waktu lalu membantu proses evakuasi korban bencana dan mencari 3 orang masyarakat yang dinyatakan hilang akibat banjir yang disertai longsor di Kampung Hing Distrik Hing, Kabupaten Pegaf, Papua Barat.

Dansatgas Mayor Inf Beny Setiyanto menyampaikan bahwa, beberapa waktu yang lalu hujan lebat yang mengguyur Kampung Hing Distrik, mengakibatkan terjadinya banjir yang disertai tanah longsor.

Baca Juga  Pangdivif 2 Kostrad Kunjungi Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad

Akibat hal tersebut sekitar 20 unit rumah hanyut terseret banjir yang disertai longsor dan 6 orang dinyatakan hilang. Hingga saat ini telah diketemukan 3 korban dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 3 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Proses evakuasi korban bencana, dipimpin
oleh Komandan Pos Anggi Satgas Pamrahwan Yonif Raider 509 Kostrad Pelda Edi Revwalu.

“Selain membantu proses evakuasi, Satgas Yonif Raider 509/Kostrad juga memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian bekas kepada masyarakat yang terkena bencana sebagai bentuk kepedulian demi meringankan beban masyarakat. Sebagai anggota TNI yang merupakan Tentara Rakyat, kami sangat berharap keberadaan kami di wilayah penugasan Yonif Raider 509 Kostrad di Papua dan Papua Barat dapat bermanfaat banyak bagi Masyarakat, karena kami menyadari TNI tidak dapat berbuat banyak tanpa adanya dukungan dari Rakyat,” kata Letkol Inf Beny Setiyanto.

Baca Juga  Jalin Kedekatan Dengan Warganya, Brimob Yon C Pelopor Berikan Himbauan Kamtibmas

Sementara itu menurut Komandan Pos Anggi Pelda Edi, bahwa hal tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Lokasi kejadian bencana yang terpencil
mengakibatkan tidak adanya alat berat yang dapat digunakan untuk membantu proses pencarian korban, sehingga proses evakuasi korban hanya dilakukan oleh Tim gabungan TNI dan Polri yang berada di lokasi kejadian dibantu masyarakat sekitar dengan menggunakan peralatan seadanya.

Baca Juga  Andre Rosiade Beri Bantuan Modal untuk Penjual Sambal Harian di Ampang

“Kami mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki Satgas Pamrahwan Yonif Raider 509/Kostrad baik personel maupun
peralatan, kami juga menyiagakan anggota kesehatan dengan mendirikan pos kesehatan di lokasi bencana untuk membantu jika ada korban yang terluka atau sakit paska bencana,” katanya.(mas)
SP TNI

Comments
Loading...

Terpopuler


To Top