Loading...
Berita

Virus PMK Mewabah, Pasar Ternak Ditutup, Pintu  Masuk Dipantau

Penutupan pasar ternak di tanahdatar.

Kabarin.co, Padek-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahdatar resmi menutup sementara Pasar Ternak Batusangkar yang berada di Kenagarian Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kamis (19/5/2022).

Penutupan ini dilakukan selama 14 hari ke depan dalam upaya antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Pantauan di Pasar Ternak Cubadak kemarin, di pintu masuk pasar ternak dipasangi instruksi bupati, dalam instruksi itu tertulis jika telah ditemukan kasus positif PMK pada ternak di Tanahdatar.

Di lokasi pasar ternak itu yang memang bertepatan dengan hari pasarnya kemarin (19/5), pedagang yang tidak tahu penutupan tetap berdatangan dengan membawa hewan ternak mereka. Namun, pedagang tidak bisa masuk kedalam pasar ternak karena akses jalan yang telah ditutup.

Alhasil, sebagian pedagang terpaksa melakukan transaksi diluar areal pasar, atau tepatnya dipinggir jalan Pasar Ternak. Meski begitu, pedagang yang terlanjur membawa hewan ternak berusaha menjual hewannya karena takut terjangkit dan berakibat mengalami kerugian. Sesama pedagangpun saling mengingatkan agar menahan diri terlebih dahulu.

Baca Juga  Divif 2 Kostrad Tanamkan Sikap Disiplin Pada Siswa Wira Angkasa Akademi Malang

”Tadi sudah kita beritahu ada dan juga sudah ditegur pedagang lain yang tetap bertransaksi di luar pasar. Tapi mereka ini takut, nanti jangan ada satu terjangkit, menular ke ternak lain. Kan mereka rugi. Jadi mereka lebih memilih menjual ternak mereka dulu,” kata Zulfitri, salah satu pedagang ternak saat ditemui di Pasar Ternak Batusangkar di Cubadak.

Zulfitri mengaku, jika ada penutupan terhadap pasar ternak Batusangkar dalam antisipasi penyebaran penyakit PMK. Meski demikian, ia bersama pedagang ternak lainnya berharap penutupan itu tidak berlansung lama.

”Kita tahu ada penutupan ini, tapi harapan kita kepada pemerintah, tutupnya jangan lama- lama dan jangan diperpanjang nantinya. Karena, banyak yang dirugikan kalau lama- lama, mulai dari pedagang ternak, pedagang makanan, penjual rumput dan lainnya” harapnya.

Ia meyampaikan, jika penyakit PMK membuat takut para pedagang sapi. Umumnya pedagang tidak mau merugi terlebih nantinya ada ternak yang mati.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Peringkat I PPD 2021 dari BAPPENAS

Mendekati Idul Adha, pedagang sangat berharap penutupan ini tidak berlansung lama. Terlebih, pasar ternak di kabupaten lain juga ditutup dari aktivitas jual beli ternak.

“Saat sekarang ini waktunya pedagang untuk bisa mendapatkan rezeki lebih. Kami mohon kepada pemerintah untuk tidak lama-lama menutupnya,” tukasnya.

Sementara itu dilain pihak, terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak, Polisi Resort (Polres) Tanahdatar berperan aktif untuk turut memutus penyebarannya dengan cara memantau beberapa lokasi.

Kapolres Tanahdatar AKBP Ruly Indra Wijayanto yang dijumpai usai sidang Paripurna DPRD di Pagaruyung mengatakan, peran aktif Polri itu menindaklanjuti surat telegram Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Nomor STR/395/OPS/2022 tertanggal 11 Mei 2022 tentang arahan dalam rangka darurat penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.

“Kita melakukan koordinasi dengan dinas pertanian yang membidangi Perternakan dan Kesehatan hewan terkait dengan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak  ini,” ujar Kapolres.

Baca Juga  Ulang Tahun, Puspenerbal Lakukan Upacara Ziarah

Dikatakan AKBP Ruly, dalam koordinasi itu pihaknya bersama instansi terkait sepakat melakukan pemantauan hewan ternak di beberapa titik lokasi, seperti pintu masuk transportasi dan juga pasar ternak.

“Kita akan lakukan pemantauan pada peternak dan asal hewan ternak, agar ternak yang masuk ke Tanahdatar tidak terjangkit PMK, disamping itu Polres Tanahdatar juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir karena PMK tidak menular kepada manusia,” katanya.

Pihaknya juga akan memberdayakan dan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas bersama penyuluh peternakan untuk memantau kondisi ternak di peternakan di Tanahdatar sekaligus melakukan upaya pencegahan agar PMK tidak berkembang.

“Saya imbau pemilik ternak agar segera melaporkan kepada dinas pertanian bidang kesehatan hewan bila menemukan gejala-gejala ternaknya diduga mengidap PMK sehingga bisa segera dilakukan langkah pengobatan maupun pencegahan guna memperkecil resiko penularan penyakit ini pada ternak lainnya,” pungkasnya.(*)

Loading...

Terpopuler


To Top