Loading...
Agribisnis

Varietas Padi Kartika I-82, Komitmen TNI terhadap Ketahanan Pangan

Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro. S menghadiri kegiatan panen raya padi serentak di Desa Securai Selatan, Kec. Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara

kabarin.co – TNI berkomitmen menyukseskan program ketahanan pangan yang telah digagaskan pemerintah. Salah bahan makanan pokok rakyat Indonesia adalah beras yang dihasilkan dari tanaman padi. Untuk itu TNI mengenalkan varietas padi baru yang organik yang diberi nama “Kartika 1-82”. Varietas “Kartika 1-82” adalah hasil persilangan dari jenis padi Cempo intip dengan jenis Genjah Rawe dimana saat ini varietas “Kartika 1-82” baru pada turunan ke empat sejak ditemukan oleh Bapak Hadi Supangat.

Hadi Supangat adalah seorang penggiat di bidang pertanian organik dari Banyuwangi Jawa Timur, beliau adalah salah satu anggota Jaringan Masyarakat Peduli Pertanian Perikananan dan Peternakan (JKMP4).

padi kartika 1-82 a

Jenis varietas ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco waktu menjabat sebagai Danrem 032/Wirabraja di Sumatra Barat.

Pengembangan varietas ini dilaksanakan di Demplot-demplot percontohan pertanian organik yang tersebar di sepuluh titik wilayah Kodim jajaran Korem 032/Wbr dimana pelaksanaannya menggunakan sistim dan pola tanam secara  organik. Saat ini di tiga titik telah dilakukan panen yakni di Demplot Korem 032/Wbr, Kodim 0312/Padang  dan Kodim 0311/Pessel, di mana hasil panen menunjukkan peningkatan rata-rata 61,1% dari panen sebelumnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan oleh Badan Pemeriksa dan sertifikasi Benih (BPSP) Provinsi Sumatera Barat,  BPSP Kabupaten Padang Pariaman, Pessel dan Kota Padang varietas “Kartika 1-82” memiliki keunggulan dari varietas lain, yakni usia penen lebih cepat dimana pada musim penghujan  95 hari dan musim kemarau 90 hari, jumlah anakan produktif lebih banyak rata-rata 15-30 batang dari satu batang benih yang ditanam, malai padi lebih panjang antara 25-35 cm, jumlah bulir lebih banyak mencapai rata-rata 250-350 butir dan pengisian bulir lebih maksimal, tinggi batang mencapai 100-120 cm, batang lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh, lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan tekstur nasi sedang (tidak pulen dan tidak pera) serta citarasa “Kartika 1-82” tidak kalah nikmat dari beras unggulan lokal Sumatera Barat yang terkenal dengan sebutan “Bareh Solok”.

Saat pelaksanaan panen di tiga Demplot, antusias masyarakat dan kelompok tani yang hadir cukup tinggi dan ingin mendapatkan benih padi “Kartika 1-82” untuk di budidayakan di lahan pertaniannya. Semangat ini timbul setelah mereka mengikuti perkembangan padi varietas “Kartika 1-82”. Dengan sistim dan pola tanam secara organik varietas “Kartika 1-82” dapat meningkatkan hasil produksi petani hingga mencapai 61,1% untuk satu hektar sawah. Meskipun angka kenaikan hasil panen belum signifikan, namun hal tersebut jauh melebihi prosentase yang selama ini di pedomani oleh beberapa ahli pertanian yaitu sebesar 6 % ( untuk musim tanam pertama ) pada perubahan dari sistim Anorganik ke sistim organik dan dari pola tanam konvensional ke pola tanam jajar legowo.

Kapasitas varietas Kartika 1-82 yang ditanam dalam satu hektarnya rata-rata mampu menghasilkan gabah hasil panen sebanyak 7,4 ton sementara dari kelompok tani dan petani setempat selama ini hasil produksi padi hanya mencapai 4,5 ton setiap hektarnya.

padi kartika 1-82 b

Sementara varitas ini di Pulau Jawa sudah mampu menghasilkan sampai 10 ton, hal ini dikarenakan di pulau Jawa sudah lama menggunakan sistim dan pola tanam secara organik.

Keberhasilan ini diteruskan waktu Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco menjabat sebagai Kasdam I Bukit Barisan, bersama Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung dimana setiap Dandim yang ada untuk turun ke sawah dalam mensukseskan swasembada pangan.

Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco yang sekarang menjabat Waaslog Kasad berharap padi varietas baru “Kartika 1-82” dapat dikembangkan di seluruh Kodam di Indonesia dengan cara membuat Demplot-demplot pertanian organik guna memberikan contoh kepada masyarakat di sekitarnya, sehingga masyarakat akan mengikuti dan percepatan ketahanan pangan di daerah dapat segera tercapai yang pada gilirannya swasembada pangan Nasional segera terwujud. (apt)

Baca Juga:

Anggota TNI Bantu Selamatkan Tanaman Padi Yang Terkena Banjir

Pangdam Bukit Barisan: FKPPI Jangan Terlibat Narkoba

 

Loading...

Terpopuler

To Top