Loading...
KabarUtama

UU ITE Berlaku, Polisi : Berpikir Lalu Sebar Informasi

kabarin.co, Mabes Polri menegaskan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) harus dipatuhi. Masyarakat harus memfilter informasi yang beredar dan tidak sembarang menshareulang.

“Dalam revisi ini, kami mengimbau masyarakat luas untuk memahami kegiatan yang ada. Ketika mendapat satu posting, berpikir dulu sebelum meneruskan. Think before click,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2016).

Masyarakat para pengguna media sosial harus mengkaji informasi yang diterima. Informasi palsu, harus diwaspadai agar tidak disebarluaskan.

“Jangan sampai kita jadi pelaku atau korban dari postingan yang berbahaya. Kami akan memproses hukum terkait kegiatan seperti ini,” sambungnya.

Menurut Martinus, ada poin penting dalam UU ITE. Diantaranya soal detik aduan, termasuk soal penggeledahan yang harus berdasar KUHAP.

“Tidak bisa lagi bagi mereka yang korban diwakilkan orang lain. Ini harus obyeknya yang melaporkan,” terangnya.

Sbelumnya, Wwakapolri mengingatkan para pengguna medsos supaya berhati-hati dalam menyebar informasi. Wakapolri menyebut tidak ada masalah soal diturunkan ancaman pidana Pasal 27 hasil revisi yang menjadi ancaman pidana pada Pasal 27 hasil revisi yang jadi ancaman pidana maksimal 4 tahun, dan denda paling banyak Rp. 750 juta.

“Jangan memposting masalah kalau ada yang negatif, harus hati-hatilah. Harus akurat betul,” ujar Syafruddin kepada wartawan. (nat/det)

Baca juga :

Revisi UU ITE, Akomodir Kepentingan Pemerintah dan Kekang Sikap Kritis Masyarakat

 UU ITE Jangan Jadi Tameng Pejabat Baper

 

Loading...

Terpopuler

To Top