Loading...
Internasional

Uang Belanja $2.70/tahun Tapi Orang Ini Makan Seperti Raja Setiap Hari

Mahasiswa jurusan film dan media elektronik di Universitas Amerika, Washington DC ini sejak tahun 2014 berikrar untuk tidak akan lagi membeli makanan dari supermarket atau toko manapun.

William Reid

kabarin.co, WASHINGTON DC – William Reid hanya mengeluarkan uang $5.50 atau sekitar 75 ribu rupiah saja untuk membeli makanan dan itu bertahan selama lebih dari dua tahun!

Coba hitung biaya untuk makan anda sendiri di Indonesia, nasi padang satu bungkus paling tidak 15.000. Berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk minimal tiga kali makan?

Jika anda masak sendiri mungkin akan lebih hemat. Tapi tidak semua orang punya waktu untuk itu. Nah, William Reid bisa makan mewah selama lebih dari dua tahun dengan biaya hanya 75 ribu!

Bagamana dia bisa bertahan hidup seperti itu, bahkan dengan makanan bermutu baik dan berkelimpahan pula alias tidak pernah kurang?

Ternyata dia seorang spesialis pemulung sampah: Ia mengorek produk supermarket yang tidak terjual di tempat sampah dan mengumpulkan sisa makanan dimanapun dia menemukannya.

Dengan cara itu dia bisa berpesta setiap hari dalam kelimpahan makanan dengan tanpa mengeluarkan biaya.

Mahasiswa jurusan film dan media elektronik di Universitas Amerika, Washington DC ini sejak tahun 2014 berikrar untuk tidak akan lagi membeli makanan dari toko.

Baca Juga  Facebook Bakal Berangus Penyebar dan Sumber Konten 'Jebakan'

Sejak saat itu ia hanya makan dari apa saja yang bisa ditemukannya, sayuran, buah-buahan, daging, telur, susu dan beraneka permen, “Sungguh, apa saja yang bisa anda bayangkan.” katanya.

Hebatnya, makanan hasil dari mengais di tempat sampah itu tidak pernah membuatnya sakit perut dan mencret atau seperti orang yang kekurangan gizi karena kurang asupan makanan sehat.

“Hidup saya tidak berbeda dari orang lain,” kata Reid.

“Mereka pergi berbelanja untuk makanannya; saya pergi ke belakang (toserba-toserba itu) untuk melihat apa yang bisa saya dapat. Saya juga memilih apa yang akan saya santap hari itu, sama seperti orang lain.”

Menjadi pemulung atau pengais sampah memang tidak dilarang di Amerika. Meskipun ada beberapa kota yang melarangnya. Karena terkadang mereka mengais sampah tidak di tempat umum, di perumahan misalnya, dimana hal itu bisa dianggap menerobos wilayah pribadi seseorang tanpa izin.

Reid mengatakan dia tidak pernah kena ‘razia’ atau diganggu ketika mencari-cari bahan makanan yang tidak terjual atau¬†telah dibuang ke tempat sampah. Karyawan toko bahkan memberikan makanan yang akan dibuang itu kepadanya, sehingga Reid tidak perlu lagi mengaduk-aduk tempat sampah.

Baca Juga  Singapura Jadi Salah Satu Tempat Tinggal Terbaik di Dunia

Bahwa Reid mudah menemukan makanan yang masih bagus di kotak sampah supermarket merupakan bukti bagaimana mubazirnya makanan di Amerika.

Secara kasar hampir 40% makanan di Amerika terbuang percuma, sementara sebaliknya 1 dari 7 rumah tangga di Amerika justru tidak mendapat asupan makanan yang baik.

Selalu ada bahan pangan yang terbuang dalam mata rantai distribusi dan hampir setengah dari makanan itu juga terbuang lagi di supermarket atau restoran, menimbulkan tumpukan makanan sisa di tong-tong sampah – menunggu untuk diambil oleh orang-orang yang tahu bagaimana mencarinya.

“Saya pikir orang akan terkejut dengan baiknya kualitas makanan terbuang itu,” kata Reid. Namun hal itu justru mengusik perasaannya mengingat masih banyak orang yang tidak mendapat makanan yang cukup baik di negara itu.

“Saya jadi merinding,” katanya. “Kita ingin dan sangat perlu makanan sehat, kita juga punya banyak makanan yang terbuang dengan percuma.”

Baca Juga  Walaupun Sedang Dilanda Banjir Bandang Korut Tetap Jalankan Uji Nuklir

Reid mulai mengais di tempat sampah sejak awal 2014 sembari menjadi sukaralewan di organisasi ‘Food Not Bombs” yang mengumpulkan makanan tak terjual di toko-toko untuk disumbangkan.

Setelah beberapa bulan ia mengais makanan, ia menyadari bahwa ia bisa makan dengan pantas tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

“Dari situ saya berkesimpulan bahwa seseorang bisa tetap bertahan hidup dengan cara seperti itu,” kata Reid.

Bulan Agustus tahun itu, Reid memulai kebiasannya untuk makan malam dari makanan terbuang atau hasil sumbangan. Dia pun berusaha untuk sedikit mungkin meninggalkan sisa.

Mulai tahun ini dia memutuskan menjadi vegetarian, bukan karena dia seorang vegan, namun karena mendapatkan makanan gratis itu ternyata sangat mudah, jadi dia merasa perlu ada sedikit tantangan.

Menjadi vegetarian ternyata ‘sulit’ bagi Reid, dan itu menyebabkan Reid harus kehilangan berat badan, karena untuk menemukannya dia harus menggeledah banyak sekali tempat sampah.

Laman: 1 2

Loading...

Terpopuler


To Top