Loading...
Internasional

Turki Dapat Sinyal Positif Ekstradisi Fethullah Gulen dari AS

kabarin.co – Pemerintah Turki, Jumat (12/8/2016), mengklaim telah menerima “sinyal positif” dari Amerika Serikat terkait ekstradisi ulama Fethullah Gulen yang kini bermukim di Pennsylvania.

“Kami sudah mendapatkan sinyal positif terkait permintaan untuk ekstradisi Fethullah Gulen,” kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu di Ankara.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah Turki sedang mengirimkan sejumlah dokumen terkait kasus yang membelit Gulen ke Washington.

Pemerintah Turki memang menuding Fethullah Gulen menjadi dalang kudeta militer yang gagal pada 15 Juli lalu.

Namun, Gulen membantah semua tuduhan pemerintah tersebut dan mengatakan jika sepersepuluh saja tuduhan itu terbukti maka dia akan secara sukarela kembali ke Turki.

Akibat tuduhan ini, puluhan ribu orang personel militer, akademisi, wartawan hingga pegawai negeri yang diduga terkait gerakan Fethullah Gulen ditangkap dan dipecat.

Deportasi Pendukung Fethullah Gulen ke Turki, Bulgaria Dikecam

Keputusan pemerintah Bulgaria untuk mendeportasi seorang pebisnis yang dituding sebagai pendukung Fethullah Gulen menuai kritik negara-negara Uni Eropa.

Baca Juga  India Cari Celah Kesalahan Untuk Penjarakan Zakir Naik

Abdullah Buyuk (43) dideportasi pada Rabu (10/8/2016), karena dianggap memasuki Bulgaria dengan dokumen yang “cacat” setelah permohonan suaka politiknya ditolak.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Bulgaria Rumyana Bachvarova, Kamis (11/8/2016), kepada stasiun televisi bTV.

Keputusan Bulgaria ini memicu kemarahan media massa dan media sosial yang menuding pemerintah negeri itu tunduk terhadap tekanan Turki dan gagal memberikan prosedur hukum yang transparan.

“Ini sangat menjijikkan karena para pemimpin Bulgaria tunduk dengan cara yang sangat memalukan warga dan negara ini,” kata mantan menteri kehakiman, Hristo Ivanov lewat akun Facebook-nya.

Kecaman juga datang dari ketua organisasi HAM Komiter Bulgaria Helsinki, Krasimir Kanev yang menyebut deportasi ini adalah sebuah tindakan ilegal.

Baca Juga  Pemimpin Taliban Serukan Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan

Media Bulgaria sudah menggali kisah Buyuk selama beberapa pekan setelah Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, Ankara menginginkan Buyuk diekstradisi karena disebut sebagai “pengkhianat”.

Buyuk tiba di Bulgaria pada Februari lalu, jauh sebelum kudeta militer pecah di Turki. Namun, pemerintah Turki menginginkan Buyuk yang disebut terkait dengan organisasi teroris dan melakukan pencucian uang.

Pada Maret lalu, dua pengadilan Bulgaria sudah memutuskan tidak akan memulangkan Buyuk dengan alasan pria itu dikejar karena alasan politik dan tak ada jaminan Buyuk mendapatkan sidang yang adil di Turki.

Namun, setelah percobaan kudeta pada 15 Juli lalu, Turki meminta Bulgaria untuk memeriksa ulang kasus terkait Buyuk. Saat itu pengadilan mengatakan permintaan Turki secara prosedur tak bisa dipenuhi.

Di sisi lain, wakil kepala staf Kementerian Dalam Negeri Bulgaria Georgy Arabadzhiev mengatakan, pemerintah menerima surat dari Interpol yang memberikan fakta baru tentang Buyuk.

Baca Juga  Paus Fransiskus Berharap ISIS Segera Bertobat

Namun, Georgy tidak menjelaskan kepada wartawan apa yang disebut dengan fakta baru yang disampaikan Interpol itu.

Alhasil, Kemendagri Bulgaria pada Selasa (9/8/2016), memerintahkan untuk memulangkan Buyuk ke Turki sesegera mungkin. Polisi kemudian mencari Buyuk, menahannya dan membawanya ke perbatasan kedua negara.

Selama ini pemerintan Bulgaria memang sangat berhati-hati mengeluarkan komentar terkait kudeta militer di negara tetangganya itu.

Bulgaria agaknya khawatir perjanjian yang diteken Ankara dan Brussels untuk menahan arus pengungsi ke Uni Eropa akan berakhir dengan kegagalan.

Sementara itu, keputusan Bulgaria “memulangkan” Buyuk disambut baik pemerintah Turki.

“Bulgaria telah mendeportasi seorang anggota FETO (Organisasi Teror Fethullah). Kami berterima kasih kepada pemerintah Bulgaria atas kerja sama yang diberikan,” kata Cavusoglu dalam wawancara di televisi setempat. (kom)

Loading...

Terpopuler


To Top