Loading...
KabarPojok

Ini Trik Agar Ditemukan Tim SAR Saat Tersesat di Gunung

Pendaki melewati jalur pendakian Kawah Gunung Papandayan, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2016) siang.

Photo : Kompas



kabarin.co, JAKARTA – Banyak pendaki bingung, panik, atau memilih jalur asal-asalan ketika tersesat di gunung. Jika tak bertemu pendaki lain, coba lakukan beberapa trik ini agar mudah ditemukan tim SAR.

Tersesat adalah salah satu kemungkinan terburuk saat Anda mendaki gunung. Bukannya mendoakan, namun kemungkinan seperti ini bisa saja terjadi. Oleh karena itu sebelum mendaki, persiapan harus dilakukan secara matang.

Namun jika kemungkinan buruk itu menimpa Anda, jangan panik. Tetaplah berkepala dingin dan lakukan beberapa hal agar Anda bertemu pendaki lain.

Pendaki gunung senior dari Mapala UI, Adi Seno mengatakan, lebih baik Anda kembali ke titik start atau langsung menuju puncak. Dengan begitu, kemungkinan Anda bertemu pendaki akan lebih besar.

Namun jika Anda sudah mengambil jalur yang salah dan berputar terlalu jauh, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat tanda.

“Jika sudah terlampau jauh, buatlah tanda. Bisa dengan apa saja. Misal, bungkus mi instan ditulis dengan nama dan digantungkan di pohon, atau apa saja,” tutur Adi Seno, Senin (30/5/2016).

Pendaki menapaki padang sabana menuju puncak Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/1/2016). Saat ini, 90 persen pendaki gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut itu adalah wisatawan mancanegara. (Photo : Kompas)

Jika Anda melihat lahan kosong dan terbuka, istirahatlah di sana. Di lahan tersebut, Anda bisa membuat susunan batu atau kayu berbentuk nama. Ini agar keberadaan Anda terlihat jika tim SAR mencari lewat udara.

“Tanahnya dibersihkan dahulu, kayu cari yang ukurannya agak besar. Jika ada lembah, kemungkinan ada air mengalir. Coba isi persediaan minum di sana,” tutur Adi Seno.

Trik terakhir yang bisa dilakukan adalah mengikat atau menaruh barang-barang ‘simbolik’ diri kita di perjalanan. Bisa berupa syal, baju, kain, atau benda lainnya.








loading...

“Sebelum mendaki harus meninggalkan pesan ke orang atau petugas registrasi. Perlihatkan kita bawa apa saja, sehingga nanti mudah dicari petunjuknya,” tambah Adi Seno. (kom)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top