Loading...
KabarUtama

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 2

Prabowo menjawab pertanyaan tentang ‘jegal-menjegal’ dalam pemerintahan yang demokratis dan kemungkinan upaya makar atau penggulingan pemerintahan yang sah.

kabarin.co, JAKARTA-Penjelasan Prabowo menjawab pertanyaan tentang ‘jegal-menjegal’ dalam pemerintahan yang demokratis dan kemungkinan adanya upaya makar atau penggulingan pemerintahan yang sah.

Catatan redaksi: berikut ini bagian 2 transkrip lengkap wawancara ekslusif Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV pada Senin pukul 19:00 WIB.

ROSIANA: Kalau ada orang lain yang udah maju pokoknya gimana caranya diturunin…

PRABOWO SUBIANTO: Memang sifat kita itu suka menjegal teman sendiri, ya kan? Coba di sekolah atau di mana ya kan, jelekin teman, di mana-mana. Jadi, saya waktu beliau sudah dinyatakan oleh sistem kita sah sebagai presiden, ya saya waktu itu saya sudah harus menerima bahwa saya tidak lagi berurusan dengan saudara Joko Widodo. Saya sudah berurusan dengan Presiden Republik Indonesia, jadi yang saya hormati adalah Presiden Republik Indonesia. Itu yang saya coba konsekuen kepada.. kepada prinsip yang saya pegang jadi saya harus hormati beliau dan beliau waktu itu juga minta datang ke saya… datang ke rumah ini. Waktu itu belum saya perbaiki seperti ini. Jadi saya terima beliau dan langsung saya katakan waktu kita berbicara berdua saja, saya mengatakan setelah semua masalah saya kok punya keyakinan bahwa di hati paling dalam beliau, beliau cinta Indonesia, lho kalau beliau cinta Indonesia saya cinta Indonesia, berarti kan kita bukan musuh…

ROSIANA: Ya.. berkompetisi waktu di pemilu sudah selesai

PRABOWO SUBIANTO: Ya … dan saya katakan ke beliau Bapak sekarangi diberi mandat, silahkan bapak laksanakan tugas Bapak dengan sebaik-baiknya. Saya akan melaksanakan tugas yang diberikan rakyat kepada saya, di legislatif, mengamankan dan mengoreksi, kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah Bapak, kalau ada yang… yang keliru ya saya akan kritik, saya akan memberi pilihan-pilihan lain, kita tidak mau membeo, nah ini intinya bahwa demokrasi itu harus ada check and balance. Harus ada…

ROSIANA: Bukan dengan cara menjegal..?

PRABOWO SUBIANTO: Bukan cara menjegal, kenapa kita harus menjegal? Kan ini negara kita?

ROSIANA: Pak Prabowo, pihak keamanan juga mensinyalir jika ada demonstrasi untuk… lanjutan, itu bisa ditengarai sebagai upaya makar atau penggulingan pemerintah nan sah. Sebagai seorang mantan prajurit, mantan Danjen Kopassus -pasukan elite TNI, seberapa mudah atau seberapa sulitkah sesungguhnya upaya makar itu bisa terjadi di Indonesia?

PRABOWO SUBIANTO: Tentunya saya di luar pemerintah jadi saya tidak punya kemampuan untuk katakanlah mendeteksi atau mendapat bukti-bukti kalau pihak yang berwajib mengatakan ada upaya ke arah situ ya kira perlu waspada. Hanya saya kira bahwa setiap usaha untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konstitusi itu mengandung resiko yang sangat besar. Merebut kekuasaan itu bisa-bisa saja tapi sesudah itu bagaimana? Mau memimpin dan memerintah tanpa legitimasi? Kalau kita sudah biasa menurunkan pemimpin yang dipilih secara elektoral, secara konstitusional, sudah biasa di tengah jalan kita turunkan ini nanti…

ROSIANA: Ada cost politik yang mahal

PRABOWO SUBIANTO: ya jadi kebiasaan, ujungnya tidak ada budaya politik yang baik. Kita ingat usia kita berapa 71 th ya sekarang ini, dalam kurun suatu negara bangsa itu bukan sesuatu yang lama, itu ada peradaban-peradaban yang ribuan tahu, yang ratusan tahun… kita ini baru 71 tahun, jadi itu yang saya coba menjalakan peran saya sebagai pimpinan partai saya berusaha selalu menjalankan pertama yang tadi itu … selalu dengan parameter konstitusi dan selalu mengajak kita waspada jangan egois, jangan hanya lihat kepentingan kita tapi lihat kepentingan yang besar. Itu usaha-usaha saya dan bagaimana pun kita selalu harus memandang semua pihak di politik sebagai keluarga, sahabat, ini berat karena di Indonesia ini persaingan itu sudah menjadi kadang-kadang apa ya… ke arah dendam.

ROSIANA: Ya Bapak pernah bilang Indonesia ini suka bawa perasaan, katanya.

PRABOWO SUBIANTO: Iya terlalu, ya kan? Jadi jangankan itu, bayangkan kadang-kadang maen sepak bola itu bisa berkelahinya ya kan, sampai .. sampai mendalam itu iya kan, antara suporter dengan suporter coba lihat, sepak bola saja…

ROSIANA: Emang Bapak pecinta sepak bola?

PRABOWO SUBIANTO: Sebetulnya saya juga ya punya..?

ROSIANA: Fans-nya, pak?

PRABOWO SUBIANTO: Cita-cita saya suatu saat ingin bikin klub sepak bola,

ROSIANA: Oh, gitu, saya kira bapak hahaha ?

PRABOWO SUBIANTO: Suatu saat nanti ya… kalau ada uang yang cukup

ROSIANA: Pak, kalau kembali soal makar, di sosial media ini ramai sekali kan, memang bapak bilang kita patut mewaspadai. Tapi begini, apakah untuk satu upaya kudeta Pak tidak mungkin tanpa keterlibtan tentara atau militer, karena itu Presiden Jokowi melakukan banyak kunjungan ke pasukan-pasukan elit TNI dan mengatakan bahwa ‘saya panglima tertinggi TNI dan saya mampu menggerakkan pasukan’. Sekali lagi, sebagai seorang mantan Danjen Kopassus ketika seorang kepala negara mengatakan ini, apa maknanya?

PRABOWO SUBIANTO: Ya kita kalau lihat sejarah bangsa-bangsa, kudeta itu ada kudeta militer, ada kudeta keuangan, ada kudeta macam-macam, ada kudeta konstitusional, ya kan? Kudeta kan artinya pengambil alihan kekuasaan secara diluar…

ROSIANA: Cara-cara yang di luar demokratis…

PRABOWO SUBIANTO: Ya, di luar norma, di luar kebiasaan. Jadi kita lihat ada juga suatu keadaan di mana pemerintahnya yang membuat kesalahan-kesalahan, blunder-blunder sendiri, sehingga kadang-kadang ada pihak yang merasa bahwa kudeta bisa merupakan jalan penyalamatan. Tapi dalam sejarah juga mengajarkan bahwa kudeta sering menimbulkan kudeta kudeta kudeta lagi, jadi ini… kalau negara sudah punya budaya kudeta resikonya besar dan khusus di Indonesia hampir… kudeta militer itu bisa dikatakan tidak pernah berhasil, ya kan? Jadi di ujungnya kekuasaan itu harus ada legitimasi, pemimpin di Indonesia harus ada legitimasi harus diterima oleh rakyat, ujungnya menurut saya adalah itu legitimasi, yang jadi masalah adalah elite politik kadang-kadang terlalu seenaknya. Seenaknya, jadi… asyik dengan intrik-intrik sendiri, budaya bohong budaya tipu, semua bisa ditipu, rakyat pun mau ditipu, tapi ternyata rakyat itu tidak bodoh, rakyat juga sekarang.. -apalagi sekarang- hampir rakyat semuanya punya iphone, punya handphone, ya kan, internet punya dimana-mana… ada Instagram, ada Twitter, jadi janganlah anggap rakyat kecil itu bodoh, jadi si elite ini boleh seenaknya, ya kan. Udah dapat kekuasan korupsi-korupsi-korupsi, ya kan? Harta-harta kekayaaan negara di kasih ke orang asing , ini yang membuat rakyat ini.. dongkol, mangkel, jadi setiap ada upaya memanasi… mudah, karena memang rakyat sudah… rakyat sudah dongkol… sudah tertekan.

ROSIANA: Masukan seperti ini bapak bilang nggak Pak ke.. Presiden Jokowi?

PRABOWO SUBIANTO: Ya tentunya pembicaraan saya dengan bapak Presiden kan… sesuatu yang … sesuatu yang khas, yang confidential masak saya mau cerita sama Mbak Rosi.. ya kan hahaha…

ROSIANA: Haha…. Yang kita tahu makan nasi goreng sama ikan bakar… aja. (mfs)

Bersambung ke bagian 3

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 1

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 3

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 4

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 5

Loading...

Terpopuler

To Top