Loading...
KabarUtama

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 1

Prabowo Subianto menjelaskan tentang situasi dan keadaan politik yang dinilai sementara orang saat ini genting berkaitan kasus penistaan agama oleh Ahok.

Prabowo Subianto/youtube

kabarin.co, JAKARTA-Prabowo Subianto menjelaskan tentang bagaimana situasi dan keadaan politik yang dinilai sementara orang saat ini memasuki taraf genting berkaitan kasus penistaan agama oleh Ahok.

Catatan redaksi: berikut ini bagian 1 transkrip lengkap wawancara ekslusif Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV pada Senin pukul 19:00 WIB.

ROSIANA: Selamat malam saudara! Dalam tiga pekan terakhir Presiden Jokowi banyak melakukan pertemuan dan konsolidasi politik dengan para tokoh-tokoh nasional di antaranya juga ketua umum-ketua umum partai politik. Salah satu di antaranya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto. Selamat malam, Pak Prabowo!

PRABOWO SUBIANTO: Selamat malam!

ROSIANA: Apa kabar, Pak?

PRABOWO SUBIANTO: Baik, terimakasih!

ROSIANA: Hal pertama waktu saya ketemu Bapak barusan saya bilang: Kurusan, Pak Prabowo?

PRABOWO SUBIANTO: Saya kira, ya… saya ingin lebih kurus lagi..

ROSIANA: Masih mau kurus lagi?

PRABOWO SUBIANTO: Masih ya…haha

ROSIANA: Saya tadi tanya: ‘kenapa tambah kurus, mikirin negara kayaknya?’

PRABOWO SUBIANTO: Ha ha ha ya kita kan semuanya harus memikirkan negara

ROSIANA: Pak dalam tiga minggu terakhir orang yang paling dalam sisi frekuensi ditemui Pak Presiden itu adalah Pak Prabowo Subianto… padahal banyak..

PRABOWO SUBIANTO: Saya kira nggak juga lah …

ROSIANAl: Iya lah Pak, paling tidak sejauh yang diliput media, jangan-jangan yang nggak diliput media lebih banyak lagi dari semuanya…

PRABOWO SUBIANTO: Jadi saya kira memang itu tugasnya seorang kepala negara seorang kepala pemerintah ya harus memelihara komunikasi politik dengan semua unsur. Jadi saya kira wajar dan itu yang dilakukan oleh beliau .

ROSIANA: Tapi tentu tidak mungkin tanpa alasan, karena sebelum pertemuan… sebelum 4 November ada pertemuan lalu sebelum 25 November juga ada pertemuan. Sesungguhnya sepenting apa dan segenting apa suasana yang sedang dihadapi oleh bangsa ini.

PRABOWO SUBIANTO: Sebetulnya ya kita semua mengetahui bahwa ada keadaan khusus di Ibukota di mana gubernurnya saudara Basuki Thahaja Purnama yang lebih dikenal sebagai Ahok, telah melakukan sesuatu yang dirasakan oleh banyak kalangan terutama umat Islam dan kalangan rakyat bawah sebagai suatu penistaan agama jadi ini yang membuat tegang, tapi kalau kita objektif lihat sebelumnya pun, mungkin gaya beliau bicara… ya mungkin sikap-sikap beliau itu dianggap banyak menyakiti hati banyak kalangan, jadi ini yang membuat suasana jadi semakin panas, tentunya suasana panas ini, apalagi masalah agama ya di negara seperti kita kan sangat sensitif, dari dulu… dari sebelum merdeka pun kita tahu sampai dengan ada istilah apa itu SARA, masalah suku masalah agama masalah ras dan masalah antar golongan ini masalah rawan. Kalau bahasa Inggrisnya side lines, garis-garis yang bisa menimbulkan perpecahan. Karena itu setiap pemimpin, setiap golongan elite, golongan terdidik dimanapun.. selama saya menjadi siswa selama saya menjadi perwira muda terus kita diajarkan oleh senior-senior kita, Indonesia banyak kelebihan, salah satu kerawanan masalah SARA, jadi kalau kau jadi pemimpin hati-hati jangan menyakiti suku lain, jangan menyakiti ras lain, jangan menyakiti agama lain, bahkan kita diajarkan oleh atasan kita senior kita pendahulu kita.. selalu rukun, kita harus memelihara kerukunan, persahabatan, kekeluargaan, tidak boleh kita anggap enteng, jadi perdamaian itu tidak gampang, perdamaian harus kita pelihara.

ROSIANA: Dari dua kali pertemuan itu, Pak Prabowo, menurut Bapak kontribusi kongkrit dan terbaik seperti apa untuk meredakan ektegangan suhu politik di Tanahair?

PRABOWO SUBIANTO: Saya sebetulnya tanpa diminta pun saya selalu berinisiatif untuk meyakinkann semua pihak bahwa kita harus mencapai tujuan-tujuan kita dengan cara yang baik, cara yang sejuk dan cara yang menghindari segala kemungkinan kekerasan, itu yang saya ajarkan di Gerindra juga, bahwa saya selalu cerita kepada mereka saya ini mantan prajurit saya dididik untuk perang. Saya mengerti perang saya paham perang dan saya selalu di pasukan tempur saya bukan perwira di belakang meja, jadi saya mengerti dan saya paham dan karena saya paham itu saya sangat percaya bahwa perang dan segala bentuk kekerasan harus kita hindari, karena kalau terjadi kekerasan kita tidak tahu akhirnya bagaimana dan yang penting adalah… setelah saya pelajari sejarah kita sejarah Indonesia, dokumen-dokumen sekarang keluar luar biasa kekuatan-kekuatan asing, negara-negara asing selalu ingin Indonesia rusuh, selalu ingin Indonesia kacau, jadi saya coba memberi tahu ke teman-teman dari mana pun. Apakah dari kalangan para kyai, ustadz, para kelompok pemimpin, saya katakan hati-hati… jangan kita kira… kita punya agenda itu bisa tidak diintervensi oleh kekuatan lain, ini yang jadi ini menjadi masalah, Indonesia ini diincar, Indonesia itu banyak yang iri sama kita!

ROSIANA: Jadi kita sebaiknya jangan ribut sendiri di dalam?

PRABOWO SUBIANTO: Nah itu.. Itu!

ROSIANA: Pak, yang menarik juga waktu di istana Bapak mengatakan begini bahwa seperti komitmen Bapak setelah pemilu presiden kemarin, Bapak mengatakan bahwa ‘saya tidak akan pernah menjegal pemerintah’ dan itu adalah komitmen Bapak, sesungguhnya pesan ini ditujukan kepada siapa, Pak? Apakahini sejalan dengan indikasi ketika Presiden Jokowi mengatakan ada tokoh-tokoh politik yang ikut menunggangi aksi demonstrasi yang malamnya berakhir rusuh itu?

PRABOWO SUBIANTO: Saya ingin ya… bicara lebih umum lagi ya bahwa memang kita harus berani mawas diri bahwa sifat bangsa kita ya, sifat bangsa kita ini selalu suka menjegal kawan, ini sifat!

Saya ingat itu cerita dari Pak Mahatir Mohammad mantan Perdana Menteri Malaysia, dia pernah cerita di suatu saat. Dia mengatakan bahwa rumpun Melayu, ya kita kan termasuk Melayu juga, Nusantara ini ya tapi dia bicaranya kepada rakyat dia, rumpun Melayu ini sifatnya seperti kepiting. Kepiting itu dia katakan, kepiting itu dia katakan, kepiting kalau ada teman… kepiting itu dia bisa naik, hampir apa.. 90 derajat dia bisa naik, tapi kalo ada suatu kolam temannya sudah mau lolos keluar, temannya sendiri yang turunin, begitu. Dia bilang ini sifat orang Melayu. (mfs)

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 2

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 3

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 4

Transkrip Lengkap Wawancara Prabowo Subianto dengan Rosiana Silalahi bag 5

Loading...

Terpopuler

To Top