Loading...
Mobil

Toyota Melakukan Trial Product Sebelum Produksi Mobil, Butuh Waktu 6 Bulan




kabarin.co – Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan trial product sebelum memproduksi mobil dalam jumlah banyak. Dibutuhkan waktu enam bulan sebelum produksi dimulai. Selama itu Toyota melakukan beragam pengujian, termasuk daya tahan mobil.

“Biasanya kami sebelum memproduksi mobi baru itu kira-kira enam bulan sebelumnya sudah kami cek durability, dan selama enam bulan biasanya kami evaluasi durability. Bisa di dalam negeri, bisa di luar negeri, tergantung kebutuhan dan tergantung target apa yang mau kami capai,” ujar Nandi Julyanto, director of production engineering and Karawang Plant TMMIN, di Karawang, Jawa Barat.

Di saat bersamaan, lanjut Nandi, pihaknya juga melakukan survei kepada konsumen untuk mengetahui produk seperti apa yang diinginkan. “Contohnya Sienta, kami bawa dari Jepang, tingginya kami naikkan sekira 2 sentimeter dari yang ada di Jepang punya. Impact-nya banyak, terutama jalan yang tidak rata, dan ada banjir,” terang dia.

Tidak sampai di situ, setelah produk baru tersebut diluncurkan pun Toyota masih terus melakukan survei kepada konsumen untuk mengetahui berbagai masukan maupun kritik dari pengguna mobil.

“Kalau survei terus kami lakukan meskipun kendaraan sudah diluncurkan, untuk mengetahui apa yang konsumen komplain dan apa yang diperlukan konsumen sehingga kami terus melakukan pengembangan produk,” jelas Nandi.

Saat ini TMMIN memiliki tiga pabrik di Karawang, Jawa Barat. Salah satunya plant 2 yang memproduksi mobil penumpang. Sebagai upaya untuk memanfaatkan fasilitas pabrik yang ada maka TMMIN memutuskan memproduksi beberapa model yang berbeda dalam satu line. Pabrik kedua ini memproduksi Toyota Sienta, Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris.

“Jadi hanya kami di Asia Pasifik yang menggunakan proses seperti ini yang di-mixed,” ujar Nandi.

Ia menambahkan, berbeda dengan Toyota di Jepang yang memproduksi Sienta di pabrik khusus dan sendiri tidak satu jalur dengan produksi model lain. “Makanya di Jepang ada sebutan Sienta-Man. Jadi hanya memproduksi Sienta, sehingga kami agak unik,” tambah Nandi.

Menariknya kelima model tersebut sama-sama menggunakan sasis monokok sehingga mempermudah produksi.

“Lebih ke arah kami melihat Sienta produk yang baik dan kayaknya menjadi sesuatu back bone kami kedua sehingga enggak mungkin dong kami produksi Sienta di pabrik baru sementara kami masih punya kapasitas sehingga yang paling cocok ya di plant 2. Terlebih semuanya sama-sama mengunakan sasis monokok sehingga bagaimana kami bisa memproduksi Sienta di line yang sama dengan model lain,” pungkas Nandi. (okz)








loading...

Baca Juga:

Kemajuan yang Pesat, Teknologi Keamanan yang Wajib di Mobil Baru

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top