Loading...
Kriminal

TKA Tiongkok Dibawa Paksa Dari “Desa Tiongkok”, 12 WNA Ditahan

kabarin.co – Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok dibawa secara paksa dari kawasan PT Bintang Sindai Minteral Geologi (BMCG). Mereka dibawa dari desa “tiongkok”, Kabupaten Bogor. Selasa (11/1). Mereka jalani tes urin dan dokumen.

“Kita periksa apakah mereka menggunakan narkoba. Itu tetap harus diantisipasi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Herman Lukman, seraya mengingatkan bahwa Imigrasi Bogor kini sudah naik tingkat menjadi kelas I (bukan kelas II seperti diberitakan sebelumnya).

Herman jelaskan pada pemeriksaan ke 18 WNA, enam lainnya sudah dibebaskan, karena WNA tersebut punya dokumen tersebut, sementara 12 WNA masih ditahan.

WN yang dibebaskan adalah Bos PT Sinomine Resource Indonesia, Che Linpui, mandor Tambang Li Weng Guang (35), dan Pekerja TAo Zhi Guang (55), Yang Sheng Hang (25), Zhang He Ping (49), Jiang Xiao Shan (37), dan Hu Guoqiang (47).

Baca Juga  13 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Ganti Rugi Tol Padang-Pekanbaru

Herman menyatakan, Imigrasi Bogor sudah tunggu tim penerjemah dari Imigrasi Pusat, sementara 12 TKa itu tidak dapat tunjukkan dokumen resmi, dengan identitas tersebut dan sedang diurus atau tinggal di Jakarta.

“Rata-rata tinggal di lokasi sudah dua sampai empat bulan. Jika terbukti seluruhnya berbohong maka kita deportasi. Kita masih pendalaman dulu,” tegasnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan jam 09.00 WIB. Dilanjut dengan tes urin jam 12.00 WIB. Rombongan tim BNN Bogor datang dengan bawa peralatan lengkap, dokter untuk rehabilitasi BNN Kota Bogor, Aprilia, sebut hasil urin negatif.

Baca Juga  Perampokan di Padang, Polisi Dalami Keterangan Satpam dan ART

“Tidak ada, nihil, tidak ada yang digunakan (narkoba),” jelasnya.

Akan tetapi Aprilia apresiasi kerja sama tersebut, karena harus dilakukan pencegahan untuk penyalah gunaan narkoba terhadap WNA.

“Tetap harus diperiksa,” tuturnya.

Pada saat pemeriksaan, juru bicara PT Bintang Cindai Mineral Geologi (BMCG), Tani Berkah (TB) Fredy menyayangkan penangkapan tersebut, dirinya akui terpaksa menginap bersama WNA sampai pemeriksaan lengkap,

“Harus terus menginap sampai bisa menunjukkan dokumen resmi,” ucapnya kepada Radar Bogor, saat mendampingi sang majikan, Ling Sha Hua (35).

Fredy tidak mau berjanji untuk datangkan dokumen 12 WNA lain.

Baca Juga  Akibat Berkelakuan Tidak Baik 36 Penghuni Lapas Sragen Dipindahkan

“Ya mau gimana, lagi pak,” tukasnya. Lulusan Universitas Sriwijaya itu juga mengaku khawatir di-PHK oleh pemilik tambang, Mr Chan asal Tiongkok. “Nanti saya dipecat Pak, apa lagi sampai pegawainya dibawa ke sini,” tandasnya.

Sepengetahuan 12 WNa tersebu harus alami 40 TKA yang digerebek di Bogor. Kantor Imigrasi mereka yang kondisi penuh dengan kepulan asap rokoh asal Tiongkok. (nap/jawa)

Baca Juga:

Pemerintah Ditekankan Untuk Evaluasi Bebas Visa Untuk WNA

Pemerintah Diminta Tinjau Ulang PP No 58 Tentang Ormas, Supaya Mengatur WNA

Kronologi Pembunuhan Polisi oleh 2 WNA di Bali

 

 

Loading...

Terpopuler

To Top