Loading...
Nasional

Tersangka Penghadang Kampanye Djarot, Membantah Dakwaan JPU




kabarin.co – Tersangka Penghadang kampanye Djarot, Naman Sanip (52), membantah seluruh isi dakwaan JPU (JPU). Dalam sidang ini, pertama kasus pengadaan kampanye di Kembangan, Jakarta Barat, yang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dalam dakwaan tersebut, Naman dianggap pimpinan yang melakukan boikot.

“Kalau dari unsur pasalnya tersangka menghalangi, mengacaukan, dan menggangu proses kampanye,” kata Jaksa Reza Murdani di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/12).

Tapi, Kuasa Hukum tersangka, Abdul Harris, menolak dakwaan tersebut. Ia mengatakan, Naman dan warga lain hanya menyampaikan aspirasi kepada calon gubernur, pasangan Djarot. terkait kasus tersebut. Abdul mengatakan aksi yang dilakukan Naman terjadi secara tiba-tiba.

“Apa yang diputuskan dan didakwakan tidak benar. Pak Ustaz (Naman) hanya menyampaikan aspirasi karena melihat Ahok yang menurut keyakinannya telah menistakan agama. Posisi Pak Ustaz ada di belakang, bukan pimpinan demo,” kata Haris.

Karena membantah semua dakwaan, majelis hakim Masrizal, menskors sidang. Sidang kedua, akan diadakan hari Rabu (14/12).

Djarot akan diperiksa pada persidangan berikutnya, Jum’at (16/12).

Bawaslu DKI menyerahkan kasus penghadangan di Kembangan Utara, pada 18 November besok. Kasus itu diserahkan kepada Polda Metro, karena Bawaslu menemukan indikasi pelanggaran Pilkada.

Lalu, Polda memanggil Naman dan menetapkan sebagai tersangka, dia terjerat pasal 187 ayat 4 UU No 10 Tahun 2016 tentang Mennganggu Jalannya Kampanye, dengan ancaman kurungan minimal enam bulan, atau dengan denda paling besar Rp. 6 Juta. (nap/bst)

Baca Juga: 








loading...

Kabidhumas Polda Metro: Tukang Bubur itu Tidak Suka Ahok Makanya Dia Tolak Djarot

LSI Denny JA: Elektabilitas Ahok-Djarot Paling Buncit, Anies-Sandi Tertinggi

Ahok dan Djarot Tak Hadiri Penetapan Cagub DKI

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top