Loading...
Daerah

Tenggak Miniman Keras Oplosan, 2 Warga Belu Tewas, 7 Kritis

tujuh orang dalam keadaan kritis dan sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Atambua

photo: miras (google)

kabarin.co – Kupang – Dua orang warga Desa Lakaan Mau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 13 April 2016, dilaporkan tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Sedangkan tujuh orang dalam keadaan kritis dan sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Atambua, Kabupaten Belu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, dua orang yang tewas merupakan ayah dan anak, yakni Simon Asten, 76 tahun, dan Yohanes Mau, 40 tahun.

Baca Juga  Ikan Mati Massal 1.445 Ton di Danau Maninjau, Kerugian Capai Rp28,9 Miliar

Adapun tujuh orang yang dalam kondisi kritis, masing-masing Yoseph Hale, Fabianus Bau, Blasius Halek, Aloysius Mau, Ima Lau, Agus Luan dan Yeremias Bere. Seluruh korban, baik yang tewas maupun kritis masih satu keluarga.

Salah seorang korban yang sedang dirawat, Aloysius Mau, menjelaskan mereka minum minuman keras oplosan setelah usai melakukan panen jagung di Desa Lakaan Mau. Minuman keras itu disuguhkan oleh pemilik kebun jagung.

Baca Juga  Ini Dia Profil Wanita Selingkuhan Sang Bupati Katingan

Menurut Aloysius, beberapa saat setelah menenggak minuman itu dia merasa pusing, mual, hingga muntah. “Saya tak sadarkan diri, tahu- tahu saya sudah dirawat di rumah sakit,” katanya kepada wartawan, Rabu, 13 April 2016.

Salah seorang dokter di ruang IGD RSUD Atambua, Robert, mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap para korban, mereka mengalami keracunan minuman keras.

Baca Juga  Buronan Kasus Narkotika Cai Changpan, Sempat Pulang Ke Rumah Istri

Tujuh orang korban masih dalam perawatan, karena kondisinya masih lemah. Mereka masih terus muntah. Sedangkan dua orang yang tewas telah dibawa pulang ke rumah duka menunggu pemakaman. “Diduga keracunan akibat minuman keras oplosan,” ujar Robert.

Hingga kini aparat Kepolisian Resor Belu masih melakukan penyelidikan kasus itu. (tmp)

Comments
Loading...

Terpopuler

To Top