Loading...
Kesehatan

Task force PSSI untuk Kasus Kematian Kiper Persela Telah Menyelesaikan Tugas



kabarin.co – PSSI telah membentuk task force (gugus tugas) terkait dengan kasus meninggalnya kiper Persela Lamongan. Tim yang terdiri atas komite medis PSSI ditambah dengan staff dari rumah sakit kerjasama ini bertugas untuk menggali informasi dan melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

Tim yang diketuai oleh dr. M.Ikhwan Zein, Sp.KO berangkat menuju Lamongan bersama anggot tim dr.Mahputyono, Bpk. Alfis Primatra, Bpk. Fitantyo Eka dan dr. Rika Haryono, Sp.KO pada tanggal 25-26 Oktober 2017 untuk mendapatkan informasi dari berbagai pihak yang terkait. Pertemuan dengan panpel persela, dokter tim, direktur RSUD Soegiri, dokter anaestesi yang menangani korban di UGD dan tim ambulance telah dilakukan.

Task force PSSI untuk Kasus Kematian Kiper Persela Telah Menyelesaikan Tugas

Pada kesempatan itu dr. Ikhwan menjelaskan bahwa penegakan diagnosis sebab kematian tidak dapat dilakukan karena tidak adanya pemeriksaan forensik. Kemungkinannya akibat trauma di kepala-leher ataupun pada dada, namun tidak ada pemeriksaan penunjang seperti x-ray untuk mengetahui apakah benar ada dislokasi atau patah tulang leher pada korban, atau karena sebab lain.

Tim task force telah menyerahkan laporan kepada PSSI selaku pemberi mandat. “Hasil dari tim ini berupa evaluasi dan rekomendasi, kedepan beberapa standar medis dan ambulance harus lebih ditingkatkan”.

Dr. Ikhwan juga menambahkan bahwa dalam sepakbola sebenarnya FIFA dan AFC sudah memiliki panduan, namun dalam penerapannya masih memiliki keterbatasan. “ Kompetisi sepakbola terselenggara dari ujung barat hingga timur indonesia, sehingga kadang terkendala tenaga medis terlatih, fasilitas dan kelengkapan medis”.

Sebagai contoh, di kota besar mungkin mudah untuk mendapatkan mobil ambulance standar advanced life support, namun di beberapa daerah lain ambulance seperti itu jumlahnya terbatas dan seringkali digunakan untuk layanan kesehatan dasar yang lain sehingga tidak diizinkan untuk diparkir di stadion selama beberapa jam.

Pun begitu, kedepan Komite Medis PSSI akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan standar layanan medis dalam olahraga sepakbola, baik dalam penanganan kegawat daruratan, ketersediaan dokter tim hingga pengelolaan medis dalam sebuah tim/event sepakbola.

Tim task force melakukan pertemuan dengan panpel, tim ambulance dan RSUD Soegiri Lamongan.









loading...

Baca Juga:

Cedera Kepala-Leher pada Sepakbola, Ini Penjelasan Menurut Dokter Komite Medis PSSI

Kepergian Choirul Huda Dapat Perhatian Media Asing dan Rasa Duka dari Paul Pogba

Pusamania Menang, Duka Persela Memanjang! Kekalahan Pertama Tanpa Choirul Huda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top