Loading...
Daerah

Tak Terima Ditilang, Pengendara Labrak Polisi

Djoko Waluyo (kiri) ngeyel saat ditilang oleh polisi di Jalan Wonokromo.




kabarin.co – Polisi di jalanan tampaknya harus bersikap ekstra sabar terhadap para pelanggar peraturan lalu lintas di jalan raya. Pasalnya, seorang pengendara motor di Jalan Wonokromo ini tak terima saat polisi dari Unit Lalu Lintas (Polantas) Polrestabes Surabaya memberikan sanksi tilang kepadanya.

Kejadian itu bermula ketika pengendara motor yang tinggal di Perak, Djoko Waluyo, melaju dari arah utara menuju ke selatan, Rabu (25/5) pagi. Saat melintas di Jalan Wonokromo, warga asli Paleteang, Pinrang, Sulawesi Selatan, ini dihentikan oleh polisi yang menyuruhnya untuk menepi.

Setelah itu, polisi bernama Brigadir Danis ini menanyakan kelengkapan surat-surat motor milik Djoko. Usai diperiksa dan lengkap, polisi pun mengatakan jika spion sepeda motor yang dikendarai Djoko yakni Honda Beat nopol DT 5080 TE tidak memenuhi standar pabrikan.

Mendengar keterangan polisi itu, Djoko pun menjelaskan bahwa di motornya sudah ada dua spion yang menempel. Namun, mengapa hal itu masih dipermasalahkan. Seakan tak menggubris keterangan Djoko, Brigadir Danis tetap mengeluarkan surat tilang dan menilangnya.

Merasa tak bersalah, Djoko pun protes. Ia bersikukuh jika dirinya sama sekali tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan polisi. Ia pun menolak untuk ditilang dengan alasan spion yang menempel di motornya tidak standar.

Menurut pria bertubuh gempal berambut cepak ini, apa yang dilakukan oleh polisi itu hanya mencari-cari kesalahan dirinya. “Awalnya saya dibilang melanggar spion, tapi dua spion itu ada di motor. Terus, saya ini melanggar yang bagaimana?” protes Djoko kepada Brigadir Danis yang menilangnya.

Ditanya terkait peraturan spion tersebut, Brigadir Danis pun menjawab bahwa semua kendaraan bermotor wajib memenuhi standar. Termasuk spion yang tidak boleh berukuran terlalu kecil.

“Sudah ada undang-undangnya. Spion tidak dari pabrikan (spion kecil, Red) tidak standar dan tetap melanggar. Jadi ya tetap melanggar,” katanya. Namun, keterangan Brigadir Danis ini tak membuat Djoko puas. Dia tetap ngeyel dan meminta polisi menjelaskan kesalahannya.

Tak ayal, adu mulut antara polantas dan pengendara motor ini menjadi tontonan para pengguna jalan lain karena terjadi di bahu jalan. Bahkan, adu mulut itu sempat mengakibatkan kemacetan di Jalan Wonokromo karena para penonton yang berkerumun.

Namun walaupun Djoko Waluyo tetap ngeyel, Brigadir Danis tetap menilangnya dan lantas pergi meninggalkan kerumunan dan Djoko yang masih menggerutu karena tak terima ditilang. (jpn)








loading...

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top