Loading...
Daerah

Tak Mau Ambil Cuti Kampanye dalam Pilgub, Tanda Ahok Mau Main Curang

Ahok

Dengan tidak mengambil cuti kampanye, ini bukti adanya tanda-tanda yang bertendensi kalau Ahok itu mau main curang di Pilgub Jakarta. Dengan cara mengunakan kekuasaan dan fasilitasnya sebagai Gubenur.

kabarin.co, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono angkat bicara terkait sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak mau cuti dari jabatannya sebagai Gubernur DKI saat masa kampanye. Padahal, Pasal 70 dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada memerintahkan petahana untuk cuti selama masa kampanye.

“Ini bukti adanya tanda-tanda yang bertendensi kalau Ahok itu mau main curang di Pilgub Jakarta. Dengan cara mengunakan kekuasaan dan fasilitasnya sebagai Gubenur,” kata Arief melalui pesan singkat, Minggu (7/8/2016).

Menurut Arief, kinerja Ahok selama menjadi Gubernur DKI Jakarta hanyalah membuat gaduh. Sementara kemacetan dan banjir masih terjadi di ibukota. Ia pun menilai enggannya Ahok mengambil cuti saat proses Pilkada karena takut kalah. Apalagi, Ahok melakukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga  Survei Polmark: Jokowi 40,4 %, Prabowo 25,8 %

“Kenapa enggak dari dulu saja di lakukan Judicial review. Banyak tuh incumbent Gubernur cuti saat maju lagi dan tetap menang contoh Gubenur Jawa Barat dan juga Mas Joko Widodo saat maju Gubenur dia cuti saat jadi Walikota Solo,” ujarnya.

Mengenai alasan Ahok untuk mengawal APBD 2017, Arief tak sependapat. Menurutnya, mengawal APBD 2017 hanyalah alasan Ahok untuk tidak perlu cuti. “Sudahlah Ahok sudah kebakaran jenggot dan kemungkinan malah bisa jadi partai yang tadinya mengusung bisa enggak jadi mengusung dia,” katanya.

Baca Juga  Sylviana Murni: Yang 'Lamar' Saya Berondong, Hebat dan Luar Biasa

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Wakilnya Djarot Saiful Hidayat tidak bisa mewakilinya melakukan pembahasan rancangan APBD DKI 2017. Ahok menilai Djarot tidak merupakan satu kesatuan dengan dirinya. Sehingga tidak bisa menjadi pelaksana tugas (Plt).

Berbeda saat Joko Widodo saat melakukan kampanye dalam Pilpres 2014 lalu. Ahok merupakan satu paket dengan Jokowi. Sama-sama dipilih warga Jakarta untuk memimpin ibukota.
Sehingga mendapatkan wewenang untuk menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga  Program #JelantahBawaBerkah Hadir di Tengah Masyarakat Kecamatan Pasar Rebo

“Posisi saya dengan Pak Djarot beda loh. Waktu dengan Pak Jokowi satu pasang. Pak Djarot, karena ada Perppu kemarin, kalau saya cuti Pak Djarot tidak jadi Plt loh,” kata Ahok. (trb)

Baca juga:

Ahok ‘Tega Buang Teman’ Yang Penting Tetap Jadi Gubernur, Ini Alasannya!

Romantika Pilgub DKI, Ahok Tak Paham Isyarat ‘Cinta’ Dari PDIP

Loading...

Terpopuler


To Top