Loading...
Metro

Tak Kooperatif, Setya Novanto Bisa Terancam Dipenjara Seumur Hidup




kabarin.co – Jakarta, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menuturkan, sikap tidak kooperatif atau menghalangi proses persidangan yang dilakukan terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP Setya Novanto justru akan merugikan dirinya sendiri.

Menurutnya, Ketua DPR RI nonaktif tersebut terancam hukuman penjara seumur hidup karena sikap yang tidak kooperatif. Terlebih, Setya Novanto dalam dakwaannya dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Tak Kooperatif, Setya Novanto Bisa Terancam Dipenjara Seumur Hidup

“Kalau kita baca pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 itu maka ancaman maksimalnya adalah seumur hidup atau maksimal 20 tahun,” ujar Febri saat dikonfirmasi, Jumat (15/12).

Dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1disebutkan bahwa setiap orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dapat dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Sedangkan, dalam Pasal 2 ayat 1 disebutkan jika setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjaraminimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Seperti diketahui, sempat terjadi drama yang cukup panjang sampai JPU KPK membacakan surat dakwaan pada Rabu 13/12) kemarin. Ketua DPR RI nonaktif itu sempat mengaku sakit dan tidak menjawab pertanyaan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor karena tidak mendengar  apa yang ditanyakan oleh Majelis Hakim. Tapi, menurut pemeriksaan dokter KPK bersama tim dokter RSCM dan IDI, Novanto dinyatakan sehat dan bisa mengikuti persidangan. (epr/rep)

Baca Juga:

KPK Sudah Limpahkan Berkas Perkara Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor

KPK Beri Ultimatum Kepada Anak Setya Novanto

Fahri Hamzah Minta KPK Bebaskan Setya Novanto








loading...

Terkait Kasus Setya Novanto, M Nazaruddin Siap Bantu KPK

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top