Loading...
Daerah

Karena Tak Ada Jembatan, Kakek Hanyut Seberangi Sungai Cimandiri Pakai Ban

Dana (62) warga Kampung Ciseupan, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat hilang setelah terseret arus Sungai Cimandiri

kabarin.co – Sukabumi,  Dana (62) warga Kampung Ciseupan, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat hilang setelah terseret arus Sungai Cimandiri, Minggu (24/4/2016) pagi tadi. Saat kejadian, kakek itu tengah menyebrang sungai menggunakan ban dalam untuk menuju sawah miliknya, hingga saat ini upaya pencarian yang melibatkan Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

“Saat kejadian, korban tengah menyeberangi sungai menggunakan ban, situasi di lokasi memang tak ada jembatan penghubung antara perkampungan warga dengan areal pesawahan. Saat korban menyebrang arus sungai dalam keadaan deras, debit air naik sampai 1 meter membuat korban hanyut dan hilang,” kata Aulia Solihanto, Komandan Tim Pos SAR Basarnas Sukabumi kepada detikcom.

Baca Juga  Keseruan Anwar Saud Wali Kota Muslim di Amerika saat 'Nyawah' di Purwakarta

Upaya yang telah dilakukan Tim SAR yang teragabung dari Pos SAR Basarnas, Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD), TNI dan Polri itu membagi tim pencarian menjadi dua. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan peahu karet dan tim kedua menyisir di jalur darat.

“Penyisiran hari ini dilakukan sampai pukul 17.30 WIB sejauh kurang lebih 7 kilometer dari lokasi pertama korban terseret, namun hasilnya masih nihil. Pencarian akan dilanjutkan besok,” lanjut Aulia.

Baca Juga  Mengerikan!!! Seorang Pria Bunuh Diri Di Lintasan Kereta Api
Sungai Cimandiri, Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)

Pengamatan detikcom, posisi sawah berada ditengah dan dikelilingi oleh jalur sungai Cimandiri hingga membentuk huruf C bila dilihat dari atas. Menurut keterangan warga, untuk melintasi sungai dari perkampungan menuju sawah setiap hari mereka harus menggunakan ban dalam mobil karena tidak adanya jembatan.

“Mau laki-laki atau perempuan, kalau mau ke sawah pulang dan pergi harus pakai ban. Memang beresiko tapi nggak ada pilihan lain untuk akses menuju sawah dari perkampungan terdekat inginnya kami di lokasi ini dibuatkan jembatan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tutur Acep (45) warga setempat. (det)

Comments
Loading...

Terpopuler

To Top