Loading...
KabarUtama

Sumbar Peduli, Kirim 1,5 Ton Randang untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Gubernur Sumbar, Mahyeldi disampingi Plt Kalaksa BPBD Sumbar, Mulyadi melepas 1,5 ton randang untuk Lumajang, Senin (13/12). (Kabarin/Adpim Sumbar)

Kabarin.co, Padang – Provinsi Sumatera Barat mengirim 1,5 ton randang, untuk masyarakat Lumajang, Jawa Timur terdampak erupsi Gunung Semeru.

Sebanyak 1,5 ton randang itu, berasal dari masyarakat, BUMN/BUMD, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak lain yang peduli dengan nasib masyarakat Lumajang.

“Pemprov dan masyarakat Sumbar turut berduka dengan musibah yang menimpa Lumajang, makanya dikirim randang 1,5 ton,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat melepas bantuan itu, Senin (13/12).

Baca Juga  KAMPI Mendesak KPK Periksa Mantan PJ Gubernur Papua

Awalnya, kata Mahyeldi, targetnya 1 ton randang siap saji, namun terkumpul 1,3 ton. Lalu ditambah 200 kilogram olehnya mencukupkan jumlahnya menjadi 1,5 ton randang untuk dikirim.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat di kabupaten dan kota, untuk menggalang dana secara terpisah demi membantu korban bencana yang menelan puluhan korban jiwa itu.

“Mudah-mudahan, dengan bantuan ini nantinya bisa meringankan beban saudara kita di Lumajang. Ini bantuan tahap I, kita tetap menggalang dana bantuan lainnya,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Begini Cara Satbrimobda Kaltim Rayakan Hari Kemerdekaan RI Ke-72

Selain itu, kata Mahyeldi, ia mewacanakan membula rekening donasi khusus untuk kepentingan sosial. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke daerah yang terjadi bencana di Tanah Air.

“Jadi, bentuknya bukan lagi insidentil seperti sekarang, tetapi benar-benar terkelola. Mungkin nanti di bawah pengawasan dan pengelolaan Biro Kesra,” jelasnya.

Diketahui, Mahyeldi secara simbolis bantuan 1,5 ton randang ini di Istana Gubernuran Sumbar. Sekaligus juga dihadiri Plt Kalaksa BPBD Sumbar, Mulyadi.

Baca Juga  Ridwan Kamil Sebut Jokowi Adalah Sosok Pemimpin Ideal Masa Kini

“Rencana, insyaallah nanti malam akan kita berangkatkan, melalui jalur darat,” ujar Mulyadi menambahkan. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top