Loading...
KabarSport

SPFC Kami Bersamamu Bro



Oleh: Khairul Jasmi

BOLA itu bundar, jika bukan, itu yang kempes. Di bola bulat itulah Semen Padang mengarungi waktu. Setiap bola disepak, sesering itu ingat brandnya, sebuah pabrik semen tertua di Asia Tenggara.

Kini nama klub bolanya yang dikenal dengan SPFC, sedang terhenyak di liga dua. Hendak mendaki. Untuk itu diperlukan dorongan dari pemain, keluarganya dan manajemen SPFC. Tak kalah pentingnya dari pers dan segenap pecinta bola di Ranah Minang.

“Kami bersamamu Bro,” kata saya saat diwawancarai wartawan tatkala baru diangkat jadi komisaris PT. Semen Padang. Karena itu, saya berusaha pula mencarikan sponsor untuk klub ini, sebab “kabek padi jo daunnyo,” saja tentulah tidak baik, sebanyak apapun dana perusahaan yang mengurus bola tersebut. Perlu ada tambahan sponsor demi menunjukkan SPFC tidak sendirian.

Nafkah
Beberapa tahun silam majalah Gatra menurunkan sebuah reportase tentang tingkat pengangguran di beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Spanyol. Di sana anak muda ingin jadi mega bintang di lapangan hijau.

Mega bintang bola telah menghipnotis. Akibatnya mereka enggan bekerja di bidang lain. Lantas di kafe-kafe London terlihatlah pekerja dari negara-negara Islam. Jaya Suprana menulis, “Londonistan”

Apa artinya? Bola bukan sekadar permainan tapi juga bisnis dan sumber nafkah. Di Ranah Minang tak terbilang banyaknya yang ingin jadi pemain profesional, namun tak bisa.
Makanya bagi yang bisa, harus disyukuri, sumber nafkah, arena melepaskan hobi, melambungkan nama, meraih prestasi dan terkenal, berkumpul dalam satu genggaman. Dalam posisi semacam itulah, saya yakin, pemain SPFC akan masuk lapangan hijau sepenuh hati. Bangga dan maksimal.

Pada mereka pada tiap sepaknya, ada harapan. Harapan merobek jala gawang lawan. Gol demi gol. Tidaklah mudah bermain bola. Diperlukan latihan, asupan gizi, bimbingan teknis yang terus-menerus.

Kenapa? Karena main bola bukanlah ilmu tapi keterampilan. Setiap keterampilan, memerlukan latihan dan dilakukan terus-menerus. Itulah sebanya manajemen SPFC jangan meletakkan pemain pada posisi tak penting namun harus paling penting.

Ketika sudah berada pada posisi paling penting, apa yang mesti dipersembahkan? Kemenangan. Untuk siapa? Untuk orang-orang yang dicintai oleh para pemain itu sendiri. Ibu, ayah, saudara, istri, anak. Bagi yang belum bekeluarga tambahlah untuk kekasih. Untuk sahabat!

Bola, sepanjang sejarah manusia, terus menggelinding. Di Semen Padang dimulai kala dirutnya Azwar Anas. Kini dirutnya Yosviandri, meminta dukungan segenap pihak dan pers untuk membantu klub sepakbola itu.









loading...

“Bro kami bersamamu.: Bermainlah tanpa beban niscaya hasilnya akan bagus.(*)

*) Khairul Jasmi/komisaris semen padang/pemred harian singgalang)

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top