Loading...
Nasional

Sigap Menindak Pelaku dan Penyebar Hoaks Layak Diapresiasi



kabarin.co – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengamankan dua orang berinisial HY dan LS yang diduga sebagai penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku yang diamankan berasal dari Bogor, Jawa Barat serta Balikpapan, Kalimantan Timur. Ketika menerima konten, pelaku HY dan LS tidak melakukan klarifikasi tapi langsung menyebarkannya lalu viral.

Sigap Menindak Pelaku dan Penyebar Hoaks Layak Diapresiasi 

“Kami sudah mengamankan 2 orang di Bogor dan Balikpapan. Mereka belum ditetapkan tersangka dan belum ditahan, tapi masih menjalani pemeriksan 1 kali 24 jam,” kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat (4/1).

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar menilai cuitan Andi Arief (AA) di Twitter terkait hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos bukan hoaks. Menurut dia, pernyataan AA yang merupakan wasekjen Partai Demokrat bertujuan menimbulkan persepsi politik ketimbang persoalan hukum.

Abdul Fickar Hajar sepakat pelaku dan penyebar hoaks ditindak secepatnya. Jangan sampai para pelaku lama tertangkap atau seolah dibiarkan karena efek hoaks sifatnya berantai. Jika tidak segera ditindak atau diantisipasi bisa menimbulkan persoalan hukum baru.

Berdasarkan perspektif hukum, kata Abdul, hoaks tidak berdampak kecuali menyebabkan kerugian terhadap orang lain. Apakah kerugian terhadap konsumen atau kekacauan di dalam masyarakat atau orang perorang.

“Hoaks baru bisa masuk ke ranah hukum kalau ada akibat yang bisa dikualifikasi. Penindakan hoaks harus cepat. Jangan dibiarkan terus bergulir di media sosial,” kata Abdul Fickar Hajar dalam diskusi di Jakarta, Jumat (4/1).

Guru Besar Fisip Universitas Indonesia Arbi Sanit mengapresiasi penindakan cepat terhadap pelaku hoaks. Menurut dia, aksi sigap pihak keamanan sangat penting karena di masa kampanye bakal muncul strategi memanipulasi sistem hoaks dengan berbagai tujuan.

Tujuan itu diantaranya adalah mendatangkan simpati pemilih yang berujung insentif elektabilitas atau membuat kesan kurang baik bagi pemerintah dan penyelenggara. Arbi Sanit melihat persoalan semakin rumit jika dilihat dari dua pelaku hoaks yang ditangkap kepolisian berbeda pulau.

“Ini bisa jadi strategi politik sehingga kita harus menyadarkan publik. Pihak kepolisian menangkap pelaku berkoordinasi sementara pelaku mungkin saja banyak. Publik harus menyaksikan siapa dan bagaimana pelaku hoaks itu,” kata Arbi.









loading...

Ketua KPU RI Arief Budiman sebelumnya menyatakan hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos bukan hoaks terakhir yang akan dihadapi penyelenggara Pemilu.

KPU, kata dia, telah mengambil langkah preventif sejak Pilkada 2018 lewat MoU dan kerja sama dengan sebagai pihak. Mulai dari Kemenkominfo, Kepolisian, platform media sosial hingga koalisi masyarakat sipil.

“Hoaks ini akan ada lagi ke depan. Kami meminta kepada masyarakat agar lebih cerdas melihat dan membaca informasi. Cari tahu dulu, klarifikasi dan jangan main sebar,” kata Arief. (arn)

Baca Juga:

Tangkap Pelaku Kasus Hoaks Surat Suara

KPU Minta Polisi Cek Akun Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Tim Jokowi-Ma’ruf Laporkan Andi Arief ke Polisi soal Hoaks Surat Suara Tercoblos

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top