Loading...
Daerah

Semen Indonesia Menghadap Ninik Mamak Lubuk Kilangan



kabarin.co – Terkait aksi Damai Masyarakat Anak Nagari Lubuk Kilangan pada Senin 02 Januari 2018 yang berlanjut sampai Kamis 04 Januari 2018, pada hari yang sama Nagari Lubuk Kilangan dikunjungi oleh Manajemen Semen Indonesia (4/01/2018).

Kedatangan Manajemen Semen Indonesia yang didampingi Direksi berserta Dewan Komisaris Semen Padang ke Kantor Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan adalah dalam rangka mediasi dengan Ninik Mamak beserta Masyarakat Anak Nagari Lubuk Kilangan terkait aksi damai yang dilakukan untuk menyampaikan tuntutan Nagari terhadap Semen Indonesia.

Semen Indonesia Menghadap Ninik Mamak Lubuk Kilangan

Beberapa poin tuntutan tersebut yakni :

1. Memisahkan Semen Padang dari Semen Indonesia.
2. Menghargai Tanah Ulayat Nagari Lubuk Kilangan yang dimanfaatkan Semen Padang dalam bentuk saham atau konpensasi lainnya.
3. Memberikan kesempatan bekerja dan berusaha di Semen Padang bagi Masyarakat Anak Nagari Lubuk.
4. Menghargai Ninik Mamak Lubuk Kilangan.

Juru bicara Semen Indonesia yang diwakili oleh Agung Yunanto (Direktur SDM & Legal Semen Indonesia) mengatakan PT Semen Indonesia tidak akan mengubah komitmen-komitmen yang sudah ada di PT Semen Padang. “Karena PT Semen Indonesia tidak pernah punya rencana dan tidak akan merubah status PT Semen Padang, tidak akan mengambil alih aset PT Semen Padang atau bahkan mengkerdilkan (mengubah menjadi unit produksi) PT Semen Padang yang merupakan kebanggaan masyarakat Sumbar”, kata Agung.

“Ini adalah awal dari pertemuan – pertemuan selanjutnya untuk membahas masalah Nagari Lubuk Kilangan dengan Semen Indonesia yang akan dijadwalkan segera”, tambah Agung.

Sementara itu, tokoh pemuda Lubuk Kilangan Nisfan Jumadil, SH mengatakan bahwa pertemuan Manejemen Semen Indonesia dan Semen Padang di Kantor Kerapatan Adat Nagari Lubuk adalah sebuah sejarah. Namun dalam pertemuan bersejarah tersebut Semen Indonesia harus memberikan perhatian Serius terhadap Semen Padang dan Nagari Lubuk Kilangan sebagai pemilik Ulayat.

“Tolong hargai Ninik Mamak kami yang telah dengan sukarela menyerahkan tanah ulayat Nagari Lubuk Kilangan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dan tempat berdirinya Pabrik Semen Padang”, ujar Nisfan.

“Selama ini kami Masyarakat Lubuk Kilangan sudah merasa terpinggirkan di tanah kami sendiri, ditambah lagi dengan kebijakan Semen Indonesia terhadap Semen Padang yang dirasa merugikan terhadap Lingkungan, apalagi dengan alasan efisiensi yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat”, tambah Nisfan.

“Kami meminta Semen Indonesia dan juga Semen Padang tolong perhatikan kampung kami, perhatikan masyarakat anak nagari kami, hargai Ninik Mamak kami dan jangan buat kami menjadi tamu di rumah kami sendiri”, pungkasnya.









loading...

Terkait hasil pertemuan dengan Semen Indonesia masyarakat anak nagari lubuk Kilangan berharap hasil yang baik yang menguntungkan kedua belah pihak, karena ada kabar bahwa notulen rapat pada pertemuan tersebut tidak sesuai dengan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat anak nagari lubuk Kilangan, dan sebelum ada keputusan tertulis masyarakat tetap akan melanjutkan aksi sampai tuntutan dan kesepakatan terpenuhi dengan kesimpulan persoalan di Lubuk Kilangan belum selesai sebagaimana diberitakan dibeberapa media massa, apalagi aksi ini juga sudah didukung beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Pauh dan Nagari Limau Manis serta didukung juga oleh DPP IPPMI (Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia). Dan dukungan terhadap gerakan ini terus mengalir, baik dari rantau maupun kampung halaman. (RT)

Baca Juga:

Anak Nagari Lubuk Kilangan Kecewa dengan Mediasi PT Semen Indonesia, Minta Manajemen Lebih Tegas Soal Kompensasi dan Pengakuan Hak Ulayat

Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) Ultimatum Semen Indonesia, Ini Pernyataan Sikapnya

Surat Terbuka Andre Rosiade Tokoh Muda Minang untuk Menteri BUMN: Bu Rini Jangan Kerdilkan PT Semen Padang

Anak Nagari Lubuk Kilangan Minta Semen Indonesia Hormati Hak Ulayat Ninik Mamak Kami, Berikut Sejarahnya

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top