Loading...
Alutsista

Selusin Meriam S-60 Perkuat Batalyon Arhanud 12

Meriam S-60

Foto: Google/image


kabarin.co-Batalyon Arhanud 12/Satria Bhuana Prakasa Kodam II/Sriwijaya (swj) pada Senin,23 Mei 2016 mendapat tambahan alutsista berupa meriam Penangkis Serangan Udara (PSU).

Batalyon yang diresmikan pengembangannya oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson S.I.P.,pada tanggal 15 Februari 2016 lalu, mendapat perkuatan Alutsista berupa Meriam 57 MM S 60 TAKT (Tanpa Alat Kendali Tembak) sebanyak 12 pucuk dan Truk Reo 2,5 Ton sebanyak 6 unit.

Penyerahan Alutsista dan Kendaraan Truk tersebut dilakukan dalam suatu upacara militer bertempat di Dermaga Boom Baru Palembang. Asrendam II/Swj Kolonel Arm Dedy Jusnar Hendrawan bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Pangdam II/Swj.

Upacara penyerahan Alutsista tersebut, ditandai dengan penadatanganan naskah serah terima dari Pangdam II/Swj yang diwakili Asrendam II/Swj kepada Komandan Yonarhanud 12/SBP Letkol Arh Ari Trisenta Nursanto S.Sos.

Selain itu, dalam penyerahan Alutsista juga ditandai dengan penguntingan pita dan pemukulan kendi ke laras meriam 57 MM oleh Asrendam II/Swj.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson S.I.P., dalam amanat tertulis yang dibacakan Asrendam II/Swj Kolonel Arm Dedy Jusnar Hendrawan mengatakan bahwa saat ini dan kedepan, TNI AD akan terus mengembangkan kekuatannya dengan pengadaan berbagai macam Alutsista baru untuk memperkuat satuan-satuan TNI AD, termasuk satuan Yon Arhanud 12/SBP Kodam II/Swj.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pengadaan dan pemenuhan Alutsista merupakan kebutuhan mutlak dan tuntutan objektif bagi suatu institusi militer, yang wajib dipenuhi oleh negara. Hal ini juga mengingat tantangan TNI dalam mempertahankan wilayah udara cukup berat, apalagi dengan wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga harus didukung dengan Alutsista penangkis serangan udara yang mumpuni.

“Keberadaan Alutsista ini diharapkan semakin menambah kepercayaan diri prajurit Yonarhanud 12/SBP dalam melindungi kedaulatan udara nasional di wilayah Sumbagsel”, tandas Panglima. Demikian seperti ditulis Website resmi TNI.

Meriam S-60 57mm adalah Meriam Penangkis Serangan Udara ( PSU ) buatan Uni Soviet ( Rusia ), meriam ini mulai diproduksi sejak tahun 1950, dan masuk memperkuat arsenal TNI sejak tahun 60-an tepatnya saat digelar Operasi Trikora.

Meriam S-60 merupakan jenis meriam Penangkis Serangan Udara laras tunggal dengan jarak tembak target rendah dan menengah dengan sistem penembakkan manual dilakukan oleh awak meriam, jangkauan meriam ini bisa mencapai hingga 6km jika menggunakan Radar dan 4km dengan pembidik optik.









loading...

Sedangkan, kecepatan luncur dari proyektilnya mencapai 1.000 meter per detik. Usai upacara, selanjutnya Alutsista tersebut di geser ke Markas Yon Arhanud 12 / SBP yang berlokasi di Jln. Lintas Raya Palembang – Betung Km 18 Kab. Banyuasin. Turut hadir pada kegiatan tersebut, para Asisten Kodam, Staf Ahli dan Staf Khusus Pangdam II/Swj, para Kabalakdam II/Swj serta para prajurit peserta upacara dari berbagai satuan Kodam II/Swj di Garnizun Palembang.(mas)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top