Loading...
Nasional

Sekretaris MUI Jabar Ingin Pelaku yang Mencoret Alquran Segera di Tangkap




kabarin.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa temuan Alquran yang dicorat-coret dengan gambar kaki sertai dengan tulisan bersifat negatif di Kota Sukabumi, merupakan salah satu  bentuk penistaan kitab suci.

Sekretaris MUI Provinsi Jawa Barat, Rafani Akhyar, berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku penista kitab suci tersebut.

“Kami sangat jelas menyayangkan, itu termasuk penistaan, penghinaan. Karena bagaimanapun, kitab suci, kita menyentuhnya saja, kita harus wudhu,” ujar Rafani di Kantor MUI Provinsi Jawa Barat, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 14 Februari 2017.

Dalam tulisan tersebut, berisikan ‘ayat ayat setan, penabur kebencian, kata-kata teror, sumber perselisihan, perpecahan bangsa, para penganut dan pembelanya tidak layak hidup di negeri nusantara tercinta’. Bahkan, dalam kolom asmaul husna, digambarkan dua telapak kaki di tengahnya terdapat tulisan Allah dan Muhammad disertakan kalimat ‘ayat-ayat syetan, pembodohan.’

Rafani sangat menginginkan penista kitab suci harus secepatnya ditangkap. Karena jelas, tindakan itu merupakan penghinaan.

Sebelumnya, warga menemukan adanya Alquran yang dicorat-coret dan ditulisi kata-kata yang tidak pantas, Senin, 13 Februari 2017. Mereka kemudian menyerahkannya kepada Polres Sukabumi di kantor MUI Kota Sukabumi. (msi/viv)

Baca Juga:

Polri Harus Bertindak Cepat dalam Kasus Penistaan Agama Ahok

Terkait Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok, Majelis Ulama Indonesia: Waspada Provokator !

Anas Sindir SBY Manfaatkan Isu Agama Demi Menangkan Agus








loading...

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top