Loading...
Politik

Sandiaga Mencari Penantang Ahok, dari Cikeas sampai Kertanegara

m.tempo


kabarin.co – Jakarta, Di ruko di Jalan Melawai Raya nomor 16, Sandiaga memulai marathon politiknya. Ruko yang dijadikan posko pemenangan itu tak pernah sepi. Sepanjang pekan ini, Sandiaga aktif melayani wartawan mulai dari jam 10 hingga 11.

Namun siang harinya, Sandiaga harus siap untuk tiba-tiba melakukan pertemuan politik. Setelah bertemu di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara bersama Yusril Ihza Mahendra pada Selasa malam (20/9/2016), Sandiaga kembali diminta menghadap Prabowo pada Rabu (21/9/2016) siang.

“Saya bagusan pakai yang ini atau ini?” kata Sandiaga menunjukkan dua kaos pemenangannya yang memiliki nuansa biru berbeda, Rabu siang. Baju berwarna biru itu menjadi doa bagi Sandiaga.

Setiap Rabu sebelum Rabu, 15 Februari 2015, ia meminta relawannya mengenakan busana biru untuk menunjukkan dukungannya. Tapi pada Rabu kemarin, dukungan paling utama dibutuhkan Sandiaga dari para elite politik.

Pertemuan dengan para petinggi partai yang bukan pendukung Ahok terus menerus dilakukan bak maraton. Apalagi, banyak yang harus diluruskan dan dirumuskan oleh kubu ini.

“Jadi Pak Prabowo mau meluruskan. Partai lain mikirnya Gerindra sama PKS nih udah final masangin Sandiaga-Mardani, padahal belum. PKS hanya menawarkan, beliau masih nomer satu, koalisi ini tetap ngajuin satu pasang calon,” katanya.

Kesalahpahaman antara partai di koalisi pendukung Sandiaga terjadi menyusul munculnya nama Mardani Ali Sera dari PKS sebagai wakil yang akan mendampingi Sandiaga. Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN mengancam menarik dukungannya bagi Sandiaga jika pasangan itu yang diputuskan oleh Gerindra.

Keempat partai itu pun sempat mencetuskan akan membentuk poros alternatif dan mengusung calon sendiri.

Namun Prabowo Subianto bersikukuh bahwa demi pilkada satu putaran, partai di luar pendukung Ahok harus bersatu mengajukan satu pasangan calon, meski jika artinya Sandiaga yang selama ini paling keras kampanye harus jadi nomor dua. Maka pada Rabu sore, Prabowo bertemu dengan sejumlah tokoh untuk menyampaikan hal ini.

Prabowo duduk bersama Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Assegaf Al Jufri. M. Taufik dan Syarief dari DPD Gerindra juga kemudian dipanggil. Mantan Ketua DPD PDI-P Boy Sadikin juga sempat diajak bertemu.









loading...

Setelah pertemuan sore bersama Prabowo, Sandiaga harus mengikuti acara keluarganya. Namun ponselnya tak berhenti berdering, mengabarkan perkembangan bongkar pasang nama di Cikeas. Di sana, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Mereka berusaha merumuskan skenario untuk menantang Ahok yang tak kunjung terfinalisasi hingga dini hari.

“Mereka terus tossing names, tapi enggak ditentuin juga,” kata Sandiaga menunggu dengan gundah.

Hingga pukul 22.00 WIB, Sandiaga tak henti-hentinya memastikan agar namanya jadi opsi utama di Cikeas. Ia pun kembali menemui Prabowo di rumah Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana, ada beberapa petinggi PKS, Gerindra, dan juga Yusril Ihza Mahendra.

“Semua masih menunggu juga hasil dari Cikeas, dalam 12 jam harus diputuskan,” kata Sandiaga.(kom)

Baca Juga:

Empat Nama Calon Wagub Sandiaga Uno yang Sudah Disepakati Koalisi Kekeluargaan

Sandiaga Uno Lega Koalisi Kekeluargaan Gelar Rapat di Cikeas

Sandiaga Uno Ucapkan Selamat Kepada Ahok Atas Pencalonannya Dengan Djarot

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top