Loading...
Fashion

Safir, Permata Kahyangan yang Lahir dari Dalam Bumi

Saphire

Memiliki kilap adamantin (kilap kaca yang brilyan) dan kekerasan mencapai 9 pada skala mohs, menjadikannya batu permata yang sempurna. Adalah Safir, permata kahyangan dari langit yang tercipta jauh di kedalaman bumi.




kabarin.co – Pesona yang tak terelakkan, rasanya kalimat yang tepat untuk menggambarkan keindahan safir. Itulah keindahan alami yang dimiliki permata yang masih saudara kandung rubi ini.

Batu yang luar biasa ini akan sangat mempesona siapa saja yang memandangnya. Warna birunya indah dan sangat menawan, mencerminkan kelembutan, kehangatan, keceriaan, cinta, hidup dan harmoni.

Semuanya bagai terangkum dan terwujud dalam permata yang kharismatik ini. Berikut ini adalah kisah permata kahyangan yang dibagi dalam 3 tulisa, selamat membaca!

Tak peduli siapapun dia, ahli permata atau penggemar batu. Pasti tak akan bisa mengelakkan pandangan kagumnya dari pesona safir, yang tergolong batu mulia di samping intan/berlian, rubi, dan zamrud.

Blue Saphire

Safir yang di bentuk dalam asahan cabochon (dome/kubah), diikat dalam sebentuk cincin dan dipadu dengan butiran berlian. Safir biru jernih biasanya diasah dalam bentuk berjenjang (facet) seperti umumnya asahan berlian.

Menatap permata ini, seperti menyaksikan keindahan langit dunia. Safir datang ke bumi dengan pelbagai nuansa birunya yang indah. Mulai dari biru pagi yang cerah sampai biru nan ceria di musim panas.

Warna pada Safir mengingatkan orang pada berbagai warna langit, mulai dari matahari terbit sampai terbenam.

SAFIR-padparadscha

Padparadscha, Safir oranye dengan semburat warna pink.

Safir tidak hanya berwarna biru
Biru memang warna utama safir, dan biru adalah warna favorit hampir 50% dari pria maupun wanita. Biru melambangkan simpati dan harmoni, persahabatan dan kesetiaan.

Permata kahyangan ini tidak hadir dalam nuansa biru bening saja. Ia juga hadir dalam nuansa cahaya langit yang berupa-rupa. Ada Safir oranye seperti sinar mentari yang bermain di langit pagi atau sore. Safir jenis ini dikenal dengan istilah khusus, ‘padparadscha’.

Di samping itu safir juga memiliki warna, kuning cerah, pink, hijau dan ungu. Dari warna-warninya yang mewakili keindahan cahaya langit Safir benar-benar bagai permata yang dijatuhkan dari langit walau sejatinya ia ditemukan jauh di dalam perut bumi.

Photographed for the CIBJO project from the Dr. Eduard J. Gubelin Collection.

Hampir semua warna langit dimiliki oleh Safir, mulai dari kuning cerah, oranye, kecoklatan dan tentu saja  birunya yang fenomenal. (Foto: Koleksi Dr. Eduard J. Gubelin).

Nama-nama Safir di dalam istilah umum/perdagangan
Di Indonesia Safir dikenal dengan berbagai nama, di antaranya Nilam atau Yakut, Nilam Kemukus, Mirah Bening, Mirah Cempaka, Kecubung Kencana, Mirah Kenanga, dan Biduri Jambe.








loading...

Nilam atau Yakut untuk Safir dengan warna biru, Mirah Cempaka untuk Safir kuning, Biduri Jambe untuk Safir kecoklatan. dan Kecubung Kencana adalah safir cantik berwarna ungu.

Dalam dunia perdagangan batu permata yang dikenal secara umum adalah : safir biru, safir bintang, safir putih, safir hijau, safir kuning, safir merah muda, safir ungu dan safir coklat.

Varietas safir berwarna oranye dengan semburat lembut warna pink memiliki nama yang khusus di kalangan penggemar batu mulia, padparadscha, yang artinya ‘bunga lotus’. Bisa jadi inilah safir paling mahal di antara nonblue sapphire.

Semua nama itu mengacu pada batu mulia yang sama, Safir. Namun dikenakan pada safir dengan warna tertentu. Memang safir hadir di alam ini dalam banyak warna. Tak heran jika batu cantik ini memiliki banyak nama.

Kata safir berasal dari bahasa Latin, sappheiros yang bermakna biru. Namun sebelumnya nama itu dikenakan bagi permata lain yang juga berwarna biru , Lapis Lazuli, yang lebih dulu populer. Kata Safir konon diucapkan pertama kali oleh seorang filsuf Yunani bernama Theophrastus.

Aristoteles menyebutnya sebagai yacut, berasal dari bahasa Arab yang berarti batu bening berwarna biru. Bangsa Yunani sendiri menyebutnya yacinth. Kelak di kemudian hari oleh para ahli mineral, permata itu ditetapkan dengan nama Safir (Sapphire).

Mineral pembentuk Safir adalah korundum, jadi masih saudara kandung rubi. Maka sifat fisik dan kimianya identik dengan permata merah merona itu. Kekerasannya pun sama dengan rubi, 9 pada skala Mohs.

Corundum

Kristal korundum murni tidak berwarna/jernih, jika unsur zat penyusupnya krom maka akan menjadi Rubi, ion besi dan titanium menjadikannya Safir. Karena berasal dari kristal yang sama maka kedua permata ini, Rubi dan Safir adalah saudara kembar , dengan sifat kimia dan fisika yang identik.

Perbedaannya terletak pada elemen penyusupnya. elemen penyusup Safir adalah besi (Fe) dan titanium (Ti), sehingga meskipun kristalnya sama dengan Rubi, Safir ditakdirkan tidak berwarna merah.

Permata dalam kelompok mineral korundum mengandung Al2O3 (alumunium trioksida) yang terkristalisasi jauh di dalam perut bumi, di tempat di mana mereka diciptakan.

Mineral ini sejatinya tidak berwarna atau bening. Masuknya senyawa-senyawa lain ketika kristal ini masih berupa cairan panaslah yang menyebabkan timbulnya bermacam-macam warna pada permata turunan yang dihasilkannya.

Rubi adalah korundum dengan senyawa elemen penyusup Cr (kromium), sementara Safir adalah korundum dengan elemen penyusup besi atau titanium.

Zat-zat atau ion-ion penyusup dalam mineral utama inilah yang bertanggung jawab akan munculnya berbagai warna pada permata ini. Bersambung… (mfs)

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top