Loading...
Daerah

Rendam Sembilan Kecamatan, Banjir Terburuk di Padang

kabarin.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat sejak Selasa (30/5) malam, menyebabkan sebagian wilayah tersebar di sembilan kecamatan di daerah itu terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga sekitar satu meter.

“Sebanyak 285 jiwa atau 95 kepala keluarga diungsikan dan terdapat dua titik longsor,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho saat dikonfirmasi dari Padang, Rabu.

Ia merinci banjir terjadi di Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji dan Bungus Teluk Kabung. “Selain itu terdapat pohon tumbang di delapan titik dan titik banjir tersebar pada 18 lokasi,” kata dia.

Baca Juga  Pasien Sembuh Jadi 1.591,Kasus Positif COVID-19 Bertambah 433 Orang

Ia menyampaikan saat ini Tim TRC, Pusdalops dibantu para relawan kebencanaan telah melaksanakan kegiatan peninjauan dan pertolongan pertama dalam keadaan darurat.

Ia mengakui karena hujan baru berhenti sekitar pukul 12.00 WIB menyebabkan akses jalan untuk melakukan tindakan evakuasi dan penanganan pohon tumbang serta longsor mengalami keterlambatan.

Akibat banjir yang terjadi Pemerintah Kota Padang meliburkan aktivitas sekolah karena situasi yang tidak kondusif bagi siswa untuk tetap bersekolah.

Selain longsor, satu rumah hanyut di Kelurahan Kampung Baru Nan XX Lubeg juga hanyut dibawa banjir. Selain itu di sana, jembatan penghubung Kelurahan Kampung Jua dan Kampung Baru tersebut.

Baca Juga  KBRI: Tidak Benar Pendiri Teman Ahok Ditahan Imigrasi Singapura

Sebanyak 200 KK terisolasi di Kampung Baru Nan XX. Sementara untuk kantor Lurah Bukit Gado-Gado rusak parah, dinding kantor jebol dihondoh longsor.

Untuk tempat pemakaman Bukit Jirek Seberang Padang, juga hanyut digiris longsor. Beberapa jenazah hanyut terbawa material longsor.

“Kita dari semalam masih berjibaku mengevakuasi dan menolong warga. Banjir ini disebabkan tidak berfungsinya sistem drainase. Kami harapkan Pemko Padang harus merata pembangunan ataupun pembenahan drainase,” kata Ketua KSB Padang, Zulkifli, seperti dilangsir harian singgalang.

Sementara warga di kawasan Jati, Sawahan, Tarandam, dan Jalan Tan Malaka Kecamatan Padang Timur, yang menjadi korban banjir mulai membersihkan kotoran dan sampah akibat bencana itu.

Baca Juga  Ribuan Massa Aksi 2 Desember dari Bogor Jalan Kaki ke Jakarta

Salah seorang warga Jati Sawahan Mega Eka Putri (24) mengatakan, banjir kali ini cukup besar dan terburuk dari sebelumnya sehingga menyisakan sampah yang banyak di dalam rumah.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Padangpariaman A Subarkah mengemukakan hujan deras yang terjadi di Padang disebabkan adanya perlambatan masa udara di perairan Padang-Mentawai mengakibatkan pertumbuhan awan hujan di pesisir pantai barat Sumatera Barat meliputi Padang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat.

“Awan-awan hujan yang terbentuk di barat Mentawai dan perairan Padang Mentawai bergerak menuju timur ke arah daratan Sumatera Barat seperti Padang, Padangpariaman dan sekitarnya,” kata dia.(*/ant)

Loading...

Terpopuler


To Top