Loading...
KabarEkonomi

Rencana Lazada Indonesia Setelah Dikuasai Alibaba

florian holm, CEO lazada/google


kabarin.co, Jakarta – Satu per satu rencana Lazada mulai terungkap setelah mayoritas saham perusahaan dikuasai oleh raksasa e-commerce Alibaba dari China.

Co-CEO Lazada Indonesia Florian Holm, menjelaskan, salah satu rencana yang akan dilakukannya bersama dengan Alibaba adalah mengkoneksikan penjual dari Indonesia ke para pembeli dari luar negeri, bukan sebatas kawasan Asia Tenggara.

“Ini adalah kesempatan yang bagus untuk kedua pihak. Alibaba membantu kami untuk mencapai tujuan jangka panjang kami, yaitu mengoneksikan penjual yang ada di Indonesia ke seluruh dunia,” kata Florian di sela jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/06).

Ia menggarisbawahi penjual dari Lazada Indonesia bisa langsung mendapatkan akses untuk berjualan secara global.

“Jadi, jika Anda adalah penjual di Indonesia, Anda bisa berjualan di Lazada atau Alibaba untuk menjual produk Anda langsung ke konsumen yang ada di Malaysia, Singapura, dan China, bahkan seluruh dunia. Ini adalah kabar baik untuk para penjual di Indonesia,” lanjutnya.

Selebihnya, Lazada Indonesia belum mau mengungkap sejumlah aksi korporasi yang akan dilakukan pasca dikuasai Alibaba. Florian berjanji akan mengungkap beberapa detail rencana dalam beberapa waktu mendatang.

Tak Ada Perubahan Merek

Meski Alibaba kini jadi pemilik saham mayoritas, Florian memastikan saat ini tidak ada perubahan signifikan pada layanan Lazada. Dia juga memastikan tak akan ada perubahan nama merek.

“Tidak ada penggantian nama dan perubahan besar lainnya. Lazada akan tetap menjadi Lazada. Alibaba akan membantu kita mengembangkan sistem dan urusan teknis lainnya,” tutupnya.

Lazada didirikan oleh Rocket Internet pada 2012, untuk menargetkan pasar Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.









loading...

Alibaba membeli saham mayoritas di Lazada sebesar US$1 miliar pada April 2016. Kesepakatan ini termasuk memberi investasi baru dan mengakuisisi saham dari investor lama Lazada, termasuk Rocket Internet SE, Tesco Plc dan Investment AB Kinnevik.

Ketika Alibaba mengambil langkah ini, perusahaan Lazada bernilai sekitar US$1,5 milliar, menurut Kinnevik. Lazada diketahui mengalami kerugian operasi yang tinggi.

Alibaba diberi pilihan untuk membeli saham yang tersisa dari investor lain di Lazada dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan setelah kesepakatan ini diselesaikan.

Lazada di Indonesia menciptakan persaingan ketat di industri e-commerce dengan sejumlah pemain seperti MatahariMall.com dan Tokopedia. (cnn)

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top