Loading...
KabarSport

Remehkan Didier Zokora, Djanur Sebut Michael Essien Lebih Punya Kontribusi

Didier Zokora, pemain Marquee player Semen Padang yang belum optimal. (foto: Media Officer Semen Padang)

kabarin.co – Keberadaan Didier Zokora di Semen Padang tidak membuat pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman merasa khawatir saat kedua tim saling bertemu di Stadion H Agus Salim akhir pekan ini.

Duel nanti bakal mempertemukan dua pemain yang sama-sama pernah merumput di Liga Primer Inggris, mengingat di kubu Persib ada Michael Essien. Djadjang mengaku telah mengikuti perkembangan Semen Padang pada musim ini, dan telah menyiapkan skema ideal untuk laga nanti.

Walau sedikit meremehkan marquee player Semen Padang itu dan tak yakin pemain Pantai Gading itu dimainkan Semen Padang, Djanur tetap menilai duel Didier Zokora melawan Michael Essien, sebagai sesama pemain yang pernah berlain di Liga Inggris, akan sangat menarik disaksikan.

“Saya agak pesimis untuk Zokora, karena saya tahu ketika tampil di Bali dia tidak memuaskan pelatih. Kalau Essien saya selalu beri kesempatan untuk dia, karena kontribusi buat tim cukup nyata. Tapi kalau [Zokora] sampai tampil, akan menjadi tontonan tersendiri,” kata Djanur, sapaan akrab Djadjang, seperti diwartakan goal.com Indonesia.

Sedangkan gelandang bertahan Hariono mengatakan, kehadiran Zokora musim ini membawa warna tersendiri bagi Semen Padang. Hariono menegaskan, Maung Bandung tetap fokus, dan tidak terlena dengan tiga kemenangan beruntun sebelumnya.

“Saya lihat dia sudah buat Semen Padang musim ini berbeda. Tapi yang penting kami harus tetap fokus, dan tiap pertandingan kami anggap final. Kami juga tahu Semen Padang di kandangnya akan luar biasa, kami harus waspada,” imbuh Hariono.

Sementara itu, Djanur melemparkan kritikan kepada pelatih Diklat Persib U-21, karena sejumlah pemain junior binaan mereka yang masuk ke dalam tim utama tidak memuaskan.

“Seyogyanya harus ada hasil dari pembinaan tim Diklat yang sekarang jadi pemain senior, tapi saat ini belum tercapai. Jadi, tolong gali pemain daerah dengan sebaik-baiknya, dan cari yang betul-betul potensial. Sekarang ini baru dua saja, Febri [Hariyadi] dan [Gian] Zola, yang lainnya masih buat saya pusing,” ucap Djanur.

Menanggapi kritikan itu, pelatih Diklat Persib U-21 Budiman mengatakan, pemain muda yang kini bergabung di tim senior masih butuh waktu beradaptasi.

“Itu masukan buat saya, bagaimana membina pemain muda agar bisa menjadi pemain yang diandalkan. Saya rasa para pemain itu masih butuh waktu agar lebih percaya diri. Main di senior sekelas Persib itu butuh mental dan pengalaman,” ujarnya. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top