Loading...
Sepakbola

Rekor Kandang Semen Padang Ternoda, Nilmaizar tak Ingin Salahkan Pemain

Pertandingan antara Semen Padang vs Arema Cronus i Padang yang dimenangi Arema 3-1, Jumat (28/10) malam ( (Foto: GTS)

Kabarin.co – Ternodanya rekor kandang Semen Padang oleh kekalahan 1-3 dari Arema Cronus pada pekan ke-16 Indonesia Soccer Championship (ISC) A, Jumat (28/10) malam ditanggapi dengan sportif oleh Pelatih Nilmaizar.

Usai laga, pelatih Semen Padang itu menyebut timnya kalah oleh tiga gol yang disebutnya tak perlu terjadi. Namun, dia tak hendak menyalahkan siapa-siapa, apalagi mencari-cari alasan atau “kambing hitam” karena kekalahan tersebut.

Nil mengakui timnya memang menerapkan permainan menyerang sejak menit awal, dengan harapan tentunya bisa unggul cepat, untuk lebih memotivasi pemainnya di lapangan. Tapi Arema yang justru mencuri gol lebih dulu.

Baca Juga  Ini Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam di Semifinal Piala AFF 2016

“Gol pertama Arema tak perlu terjadi dan sangat tidak bagus, salain ada faktor keberuntungan Arema. Karena bola Maitimo (Raphael) membentur Novan, dan bola berubah arah sehingga sulit diantisipasi kiper kita.”kata Nil.

Sedangkan gol kedua dan ketiga Arema, lebih karena kurangnya koordinasi antar pemain. Nil juga tak mau menyalahkan para pemain, termasuk kiper Rivki Mokodmpit dari terciptanya dua gol itu.

Baca Juga  Madura United Vs PBFC,Hilangkan Mimpi Buruk

“Secara permainan kita tidak kalah, saya apreasiasi semangat mereka. Saya tak salahkan siapa-siapa. Soal kiper, kenapa bukan Jandia Eka Putra yang turun, kami sudah upayakan pinjam ke Timnas, tapi tak diizinkan. Jadi artinya, tak ada yang perlu disalahkan,”katanya.

Walau kalah, Nil meminta timnya untuk tetap tegar dan tidak kehilangan semangat, karena masih banyak pertandingan sisa yang harus dipertandingan.”Kita evaluasi semuanya. Kita masih punya empat lag tandang dan empat laga kandang, yang jelas kami tak pernah berhenti memperbaiki tim ini.”katanya.

Baca Juga  Indonesia Negara Asia Yang Pertama Tampil Di Piala Dunia

Sementara, pemain Muamer Svraka menyebut finishing timnya yang selalu gagal dan kosentrasi yang buyar, juga organisasi permain yang tak berjalan bagus, membuat timnya kalah lawan Arema. Namun, dia mengakui Arema bermain lebih pintar dan cerdik, dan bisa mencuri gol.(RMO)

Loading...

Terpopuler

To Top