Loading...
Politik

Rachmawati Soekarnoputri Bantah Dirinya akan Lakukan Makar

Putri presiden pertama republik ini angkat bicara dan membantah tengah merancang makar alias upaya menggulingkan kekuasaan pemerintahan sah.

Rachmawati Soekarnoputri



kabarin.co, JAKARTA-Kepolisian resmi menetapkan Rachmawati Soekarnoputri sebagai tersangka dalam upaya melakukan makar.

Putri presiden pertama republik ini  angkat bicara dan membantah tengah merancang makar alias upaya menggulingkan kekuasaan pemerintahan sah, sebagaimana disangkakan polisi kepada dia.

“Saya membantah dengan keras, saya tidak melakukan makar sama sekali dan tidak ada upaya melakukan makar terhadap pemerintahan yang sekarang,” kata Rachmawati, yang didampingi penasehat hukumnya dalam konferensi pers, di rumah pribadinya, di Jakarta, Rabu.

Rachmawati mengatakan aksi yang akan digelar pada 2 Desember 2016 merupakan rangkaian usaha yang sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Rachmawati mengaku sudah memulai aksinya pada bulan Desember tahun 2015.

Pada 30 November 2016, menurut Rachmawati, Sri Bintang Pamungkas mengatakan sudah membentuk front people power Indonesia dengan tiga tuntutan.

“Satu kembali ke UUD 1945, dua lengserkan Jokowi-JK, tiga bentuk pemerintahan transisi. Saya tidak setuju dengan poin dua dan tiga. Dan menegaskan akan menggunakan soft landing. Aksi akan berhenti di depan gedung dan meminta pimpinan ke luar. Untuk menerima aspirasi dan petisi soal UUD,” ungkap Rachmawati.

Kronologi sebelum penangkapan Rachmawati
Rachmawati ditangkap polisi Jumat subuh, 2 Desember 2016 dan dilepaskan pada malam harinya. Rachmawati ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan makar bersama enam orang lain.

Ia mengatakan, pada 30 November 2016, dia menghadiri pertemuan tokoh nasionalis di Aula Universitas Bung Karno, di Jalan Kimia, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Rachmawati menyatakan, mereka akan menyampaikan aspirasi mengembalikan UUD 1945 ke naskah asli. UUD 45 telah diamandemen hingga empat kali.

Menurut dia, carut-marut persoalan bangsa saat ini akibat dari amandemen UUD 1945 yang telah menyebabkan perikehidupan kapitalistik yang tidak sesuai dengan tujuan bangsa Indonesia didirikan.








loading...

Pada pertemuan itu ia menegaskan untuk menyampaikan aspirasi itu secara damai dan menempuh cara-cara demokratis. Ia menolak upaya-upaya makar terhadap pemerintahan.

Ia mengatakan, aksi Gerakan Selamatkan NKRI itu berbeda dengan aksi 412. Aksi Gerakan Selamatkan NKRI hanya akan berdemonstrasi di luar Gedung DPR/MPR dan tidak akan masuk ke gedung itu pada 2 Desember 2016 siang pukul 13.00 WIB.

Menurut Rachmawati, dia menginstruksikan aksi damai itu tidak menduduki Gedung DPR. Nanti, kata dia, para demonstran berada di pagar luar Gedung, menunggu para pimpinan MPR datang untuk kemudian diserahi tuntutan aksi.

Pemberitahuan ke Polda Metro Jaya tentang rencana aksi
Pada sore itu juga, Gerakan Selamatkan NKRI mengirim surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya mengenai rencana aksi mereka yang akan diselenggarakan pada Jumat, 2 Desember siang, dengan jumlah massa maksimal 20.000.

Ia mengatakan, pada 1 Desember 2016, Gerakan Selamatkan NKRI termasuk dia mengadakan konferensi pers hasil kesepakatan dari pertemuan di Universitas Bung Karno, yang isinya mendukung aksi 412 dan menuntut untuk kembali ke naskah asli UUD 1945.

“Saya hanya membuat rilis dalam dua hal. Pertama mendukung bela Islam. Kedua, bela negara yaitu kembali ke UUD 45 yang asli,” katanya.

Komunikasi dengan MPR
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Ketua MPR, Zulkifli Hasan, terkait hal itu. “Dan itu saya lakukan juga komunikasi per telefon dengan Pak Zulkifli Hasan, ini tolong catat, meminta beliau. Jangan ada pelintiran seolah-olah akan mengeruduk, menduduki gedung,” kata dia.

“Kami tidak masuk, saya katakan sekali lagi tidak masuk ke Gedung DPR/MPR. Kami tetap berada di luar, dan meminta ketua DPR/MPR itu menemui di luar gedung, tidak ada upaya kami menduduki gedung DPR, itu instruksi saya langsung berkali-kali, ini aksi damai,” katanya.

Ia menegaskan dia tidak akan membajak aksi 412. Aksinya juga telah diberitahukan ke aparat kepolisian sebelumnya. “Polisi sudah tahu, akan dihadiri 10.000-20.000 orang,” katanya.

Ia menegaskan tidak memiliki agenda makar seperti yang dituduhkan aparat. “Saya sebagai putri proklamator pendiri bangsa ini dan tentunya sebagai anak ideologis saya tahu rambu-rambu hukum, saya tahu segala macam persoalan yang berkaitan apa itu makar, jadi dengan ini saya membantah keras,” katanya. (mfs)

Baca juga:

Polisi Klaim Sudah Kantongi Nama Penyandang Dana Makar

Polisi Bidik Orang-orang Baru dalam Dugaan Upaya Makar Sri Bintang cs

Mantan anpuspom Tidak Percaya Kivlan dan Adityawarman akan Lakukan Makar

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top