Loading...
KabarEkonomi

Pungutan Ganda PPN Rokok Masih Menjadi Kajian Kemenkeu

www.optidaily.com



kabarin.co – Jakarta, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji wacana retribusi ganda Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rokok sebesar 10 persen tahun depan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu Heru Pamungkas mengatakan  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta timnya untuk membahas jumlah PPN. Apalagi setelah pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai tembakau (CHT) rata-rata 10,54 persen tahun depan.

“Ini tidak selesai belum dipelajari, kita berbicara tarif pajak digunakan untuk itu,” tambahnya dalam sebuah pernyataan, Selasa (10/4).

Kenaikan rokok PPN menjadi keputusan yang dikhawatirkan oleh industri dan asosiasi. Menurut Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie, setelah kenaikan tarif CHT yang tentunya akan berdampak pada volume penjualan, sekarang, perusahaan tembakau juga harus berhadapan dengan ancaman kenaikan biaya PPN.

“Apa yang harus diingat, pemerintah juga akan meningkatkan PPN merokok. Ini memberi beban ganda pada industri tembakau, harga rokok lebih mahal, ya memang tidak Rp 50 ribu per bungkus tapi kenaikan cukup signifikan,” kata Moeftie.

Moeftie meminta pemerintah untuk tidak menaikkan tarif berlebihan pendapatan pajak rokok. Karena volume industri terus menurun sejak dua tahun lalu.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Suahasil Nazara wacana mengungkapkan munculnya rokok pungutan PPN langsung oleh 10 persen dalam dua tahap, yaitu ketika produk tembakau dari pabrik dan 10 persen lebih lama ketika distributor besar atau grosir untuk menjual ke masyarakat. (epr/rep)

Baca Juga:

Pemerintah Naikan Harga Rokok Tahun Depan

GAPRINDO: Cukai Naik Lebih dari 6 Persen, Industri Rokok Kena Dampak Negatif








loading...

Hanya 100 Unit Industri Rokok yang Wajib Membayar Pajak

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top