Loading...
Politik

Publik Menginginkan Pemimpin yang Berkomitmen Kuat Melawan Korupsi



kabarin.co – Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kalapas Sukamiskin di Bandung akhir pekan lalu membuat publik semakin apatis terhadap pemberantasan korupsi. Lembaga survei Kedai Kopi menggelar focus group discussion (FGD) terkait persoalan korupsi yang dilakukan 3-7 Juli 2018 terhadap 1148 responden di 10 propinsi dengan jumlah pemilih terbesar.

Hasilnya tidak mengejutkan. Misalnya mayoritas pemilih (90,7%) tidak menyetujui jika eks napi tipikor untuk menyalonkan diri sebagai anggota legislatif. Hanya 45 persen responden menganggap pemerintahan Joko Widodo lebih baik dalam menangani korupsi jika dibanding pemerintahan sebelumnya. Sementara 17 persen menganggap lebih buruk dan 38 persen memandang penanganan korupsi di rezim ini dan yang lalu sama saja.

Publik Menginginkan Pemimpin yang Berkomitmen Kuat Melawan Korupsi

Kajian Kedai Kopi juga memunculkan tokoh nasional yang dipersepsi memiliki integritas dan komitmen anti korupsi. Nama yang muncul diantaranya Abraham Samad, Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli, TGB Zainul Majdi dan Anies Baswedan.

Direktur Kedai Kopi Kunto Adi Wibowo menyebut isu korupsi masih sangat relevan dimainkan untuk pilpres dan pileg mendatang.

“Publik selalu menginginkan capres-cawapres yang memiliki integritas dan komitmen kuat memerangi korupsi,” kata Kunto dalam diskusi di Jakarta, Kamis (26/7).

Peneliti ICW Emerson Yuntho mengungkap beberapa hal yang menjadi penyebab koruptor bisa hidup nyaman di Indonesia. Pertama, kata dia, hukuman samgat ringan karena rata-rata hukuman koruptor hanya dua tahun dua bulan.

“Rata-rata hukuman ini sangat rendah dibanding kesengsaraan yang ditimbulkan,” kata Emerson.

OTT di Bandung menurut Emerson belum seberapa karena Indonesia ternyata masih memperbolehkan kepala daerah yang korupsi dilantik di Rutan. Koruptor juga sulit dimiskinkan.

“Kita perlu kerja kongkrit  menyelesaikan korupsi. Yang dicari adalah figur pemimpin antikorupsi dan komitmennya.”

Politisi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan usaha Presiden Joko Widodo memberantas korupsi sudah maksimal. Dia berkaca dari hasil riset Kedai Kopi yang menyatakan komitmen penuntasan korupsi pemerintah sekarang 45 persen lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Apalagi, kata dia, Presiden Jokowi baru saja menandatangani Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) nomor 54 tahun 2018.









loading...

“Presiden juga memberi teladan lewat dirinya,” kata Masinton.

Politisi Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan komitmen pemerintah Jokowi melawan korupsi lewat kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Menurut dia kasus Novel bisa tuntas jika ada niat baik terutama dari presiden

“Kalau presiden serius, penyerang Novel pasti bisa ditemukan. Ini serius anti korupsi atau tidak? Masa koruptor bisa serangan balik terhadap KPK,” kata Andre. (arn)

Baca Juga:

Peran Cak Imin dan PKB Strategis untuk Kemenangan Koalisi Jokowi

SBY Beberkan Rintangan Berkoalisi dengan Jokowi

Tak Ingin JK Cawapres, Relawan Jokowi Ingatkan Prinsip Pembatasan Kekuasaan

Hanya Prabowo yang Bisa Imbangi Jokowi di Pilpres

Artikel menarik lainnya untuk anda

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top