Loading...
KabarUtama

PSK yang Digerebek Andre Rosiade: Kenapa Aku Dipakai Dulu Baru Digerebek




kabarin.co – Penggerebekan PSK yang dilakukan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindta Andre Rosiade di sebuah hotel di Kota Padang masih menjadi sorotan publik.

Polisi mengungkapkan PSK yang digerebek di kamar hotel terlebih dahulu dipesan oleh Andre Rosaide melalui aplikasi MiChat.

PSK yang Digerebek Andre Rosiade: Kenapa Aku Dipakai Dulu Baru Digerebek

PSK berinisial NN (26) yang dipesan Andre pun buka suara. Ia mengungkapkan kronologi penggerebekan di kamar 606 Hotel Kyriad Bumi Minang, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dikutip dari Covesia.com, NN yang ditahan di Mapolda Sumbar mengungkapkan bahwa dia ‘dipakai’ sebelum digerebek.

Kendati begitu, NN mengaku tak mengenal siapa pelanggannya. Dia juga tidak pernah bertanya kepada mucikarinya, AS tentang siapa orang yang memesannya.

Pada hari itu, kata NN, dia diantar oleh sang mucikari AS sampai ke depan pintu kamar 606 sekitar pukul 14.00 WIB.

“AS hanya sampai depan pintu kamar. Hanya menunjukkan ini nomor kamarnya,” ujar NN.

Ketika NN masuk ke dalam kamar 606, rupanya pelanggannya sudah menunggu.

“Pertama kali masuk, dia bertanya tentang harga. Lalu aku bilang tadi bukannya sudah deal di chat (dengan AS)? Ya, berapa? (tanya pelanggan). Aku bilang Rp 800 ribu kan. (Dia jawab) Rp 500 ribu bagaimana, Rp300 ribu lagi ditransfer. Kebetulan aku punya e-bangking. Oh ya sudah boleh, aku bilang,” ucap NN menirukan percakapannya dengan pelanggan.

“Ternyata e-bangking-nya tidak bisa digunakan. (Dia menawarkan) bagaimana kalau nanti setelah ‘main’, sisanya dia ke bawah, aku pegang handphone-nya. Aku jawab tidak bisa. Kalau mau, abang turun saja dulu. Ambil uangnya. Lanjut, dia lalu bilang gimana Rp 750.000, ini aku ada nih, ini uang jajanku enggak ada lagi ni. Dia akhirnya mengeluarkan uang Rp 750.000 yang kemarin jadi barang bukti,” kata NN menceritakan kronologi.








loading...

Usai menyepakati soal tarif, NN dan pria tersebut melakukan hubungan badan di kamar mandi hotel tersebut.

Beberapa saat kemudian, dia mendengar ada yang memencet bel pintu. NN sempat bertanya kepada pria yang bersamanya tentang siapa orang yang telah memencet bel pintu.

Pria itu menjawab bahwa yang memencet bel mungkin petugas kebersihan kamar hotel.

Padahal, menurut NN, kamarnya masih rapi. Pria itu lalu keluar dari kamar mandi dan mengambil bajunya yang dilepaskan sebelumnya.

“Tiba-tiba ada bel, karena panik, aku ngikutin dia dari belakang. Setelah berpakaian, dia (pelanggan) membuka pintu, aku di belakang dia. Aku nyari handuk tidak ada di situ. Biasanya semua hotel, handuk ada. Kalau ini enggak ada, mau ambil pakaian juga jauh. Ini kok kayak direncanain gitu,” kata NN.

“Maksudnya, kalau memang mau menggerebek aku. Begitu ketuk pintu, wartawan ada, aku juga kan enggak bisa lari. Aku juga enggak bisa bohong. Bukti ada, aku enggak bisa bohong,” ujarnya.

Saat pintu dibuka, pria yang menjadi pelanggannya diduga kabur dan menghilang, sementara rombongan wartawan yang merangsek masuk ke dalam kamar membuat NN panik hingga membuatnya berlari ke kamar mandi untuk bersembunyi.

“Aku bilang, aku tidak mau keluar jika tidak ada yang ngambil baju. Ters ada kan wartawan perempuan di situ, dia yang ambilin pakaian aku,” kata dia.

NN mengaku tidak tahu yang memesannya melalui akun MiChat atas nama Rio adalah Andre Rosiade.

Dia juga tidak mengenal Andre Rosiade. Bahkan, dia tidak tahu jika Andre Rosiade adalah anggota DPR RI dari fraksi Gerindra.

NN menyesalkan kenapa dirinya harus sempat melayani nafsu pelanggannya dalam penggerebekan yang direncanakan tersebut.

“Mengapa harus pakai aku dulu,” kata dia.

Sementara dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, mengatakan penggerebekan terjadi atas informasi yang diberikan Andre Rosiade.

Andre Rosiade yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu ingin ‘membuka mata’ Pemerintah Kota Padang dan DPRD Sumbar agar tidak membiarkan polisi bekerja sendiri, melainkan harus bisa bekerja sama.

“Andre ini ingin ikut serta memberantas maksiat tersebut. Ia memancing dan memesan pekerja seks komersial dengan masuk ke aplikasi MiChat melalui akun temannya. Iapun melakukan transaksi dan disepakati harga Rp 800.000 di salah satu hotel di Kota Padang,” kata Bayu.

Andre Rosiade membantah telah melakukan hubungan badan dengan PSK sebelum penggerebekan.

Melalui akun Twitternya, Andre menyebut prostitusi online di Padang marak, sehingga masyarakat resah.

Menurut Andre, sewaktu PSK digrebek tidak terjadi hubungan badan seperti yang diopinikan.

Ia menyebut bahwa penggerebekan PSK terjadi 26 Januari 2020. Ada Puluhan orang dan banyak anggota Polri di lapangan. Namun dia heran mengapa baru sekarang diributkan. Padahal polisi sudah menetapkan TSK.

“Demi Allah sy sbg yg lahir dan besar di Padang tidak ingin kota sy ini kena Azab Allah krn maksiat merajalela. Dan masyarakat juga byk melaporkan ke sy. Untuk itu sy bekerjasama dgn Polisi utk memberantas Prostitusi Online. Sy tidak mau menjadi Selemah2 nya Umat,” kata Andre, Selasa (4/2/2020).

“Bagaimana mungkin ada “hubungan” atau “dipakai” seperti drama Penggiringan Opini yg dilakukan. Faktanya barang bukti Kondomnya masih utuh,” imbuhnya.

“Ada Puluhan orang yg hadir dalam penggrebekan yg melihat Barang Bukti Kondom masih utuh,” tandas Wasekjen DPP Partai Gerindra itu. (epr/pj)

Baca Juga:

Andre Rosiade Gerebek PSK, Komnas Perempuan: Harusnya Tak Perlu dengan Cara Menggerebek Gitu, Memalukan

Andre Rosiade Merasa Diancam ‘Tembak Mati’ Oleh Istri Gubernur Sumbar

Gubernur Kerap ke Luar Negeri, Andre Rosiade Instruksikan Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Ajukan Hak Interpelasi

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top