Loading...
Politik

Prabowo-Sandi Siapkan Kebijakan Pro Petani dan Nelayan Untuk Mencapai Target Kedaulatan Pangan



kabarin.co – Calon presdien dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertekad membangun ekonomi petani dan nelayan sebagai basis perekonomian nasional. Langkah itu akan diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan mendorong regenerasi petani dan nelayan demi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.

Dewan Pakar Bidang Ekonomi Prabowo-Sandi, Laode Kamaluddin mengatakan, dunia pertanian dan nelayan saat ini mengalami penuaan. Di kalangan anak muda, jumlah petani dan nelayan menurun dari tahun ke tahun. Banyak orang tua petani dan nelayan tidak ingin anak-anaknya mengikuti profesi orang tuanya karena alasan kemiskinan.

Prabowo-Sandi Siapkan Kebijakan Pro Petani dan Nelayan Untuk Mencapai Target Kedaulatan Pangan

Bila anak muda enggan bertani, kata Kamaluddin, mendung gelap membayangi masa depan kedaulatan pangan. Karenanya, Prabowo-Sandi telah menyiapkan konsep digital farming, digital fishering, dan mekanisasi produk pertanian dan perikanan agar anak-anak muda kembali bertani.

“Kita harus mulai berpikir kepada generasi milenial untuk menggunakan digital farming dan digital fishering. Di masa depan kita bisa swasembada dan mandiri di dunia pangan,” kata Kamaluddin dalam diskusi Rabu Biru ‘Petani, Nelayan & Ekonomi Rakyat’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya 35, Jakarta, Selatan, Rabu (16/1).

Pemerhati isu pangan dan perempuan Sidrotun Naim mengungkap alasan mengapa anak muda malas bertani. Harga pupuk mahal, benih mahal, tetapi harga komoditas pertanian setelah panen anjlok, hingga susahnya akses permodalan bagi petani dan nelayan, adalah beberapa alasan mengapa anak muda malas bertani.

“Saya juga turun ke petani dan nelayan mereka itu biasanya kalau ngomong, ‘pada saat kita mau menanam ada benihnya, pupuknya dan harganya jangan mahal, dan panen bisa dijual, karena kalau enggak bisa, jadinya dibuang.’,” ujar Sidrotun menjelaskan.

“Karena itu tidak salah juga kalau anak muda tidak mau bertani, karena pupuknya mahal, benihnya mahal, tapi pas dijual harganya jatuh,” jelasnya.

Terkait akses permodalan bagi petani dan nelayan, Sidrotun mendorong agar Prabowo-Sandi membentuk lembaga keuangan yang pro kepada petani dan nelayan. Lembaga keuangan itu, kata Sidrotun, harus diwujudkan untuk menghadirkan keadilan bagi petani dan nelayan sebagai tulang punggung kedaulatan pangan di Indonesia.

“Kalau pengusaha besar mau berhutang kan relatif mudah. Kalau petani dan nelayan mau berhutang itu susah. Berarti harus dibenahi karena berarti sistemnya belum adil.” (arn)

Baca Juga:









loading...

KPU Tolak Revisi Visi-Misi Prabowo-Sandi, Timses Tak Masalah

Jika Menang di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi Janji Perangi OPM

BPN Prabowo-Sandi Meminta Debat Capres-Cawapres Disiarkan Live

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top