Loading...
KabarUtama

Posisi Panglima TNI Saat Ini di atas Presiden Jokowi Secara Psikologis

Pada Senin 14 November 2016 berlangsung diskusi yang bertempat di Pempekita jalan Tebet No.43 Timur Dalam Pasar PSPT. Adapun judul diskusi tersebut adalah “Perkiraan Arah Gelar Perkara Ahok”

cp: milimeter.com



kabarin.co – Jakarta, Pada Senin 14 November 2016 berlangsung diskusi yang bertempat di Pempekita jalan Tebet No.43  Timur Dalam Pasar PSPT. Adapun judul diskusi tersebut adalah “Perkiraan Arah Gelar Perkara Ahok” yang dilaksanakan oleh PERHIMPUNAN GERAKAN KEADILAN Pimpinan Bursah Zarnubi yang diikuti 80 orang terdiri dari undangan dan media.

Banyak tokoh yang hadir dalam diskusi tersebut, berikut rangkuman pemaparannya;

1. Munarman, SH  (sebagai Panglima Lapangan Front Pembela Islam) menyampaikan. Ada kecenderungan penyimpangan forum gelar perkara karena konstruksi design gelar perkara dibuat untuk menentukan agar tidak terbukti. Terlihat dari cara cara kepolisian dalam memeriksa saksi saksi. Kalau di presentasikan forum gelar perkara tersebut 80% akan meloloskan Ahok dan 15% akan menjerat Ahok menjadi tersangka.

2. DR. Syahganda (Ahli Sosiologi) menyampaikan. Banyak kelompok perang peradaban yang bercampur dalam gerakan sekarang ini. Ada kelompok yang ingin menghancurkan dominasi Pancasila. Ahok merupakan simbol dominasi kapitalisme Cina anti Pancasila dan Anti Islam yang akan merebut kekuasaan di Indonesia. Polisi tidak bisa netral karena menjadi alat kekuasaan Jokowi. Ahok pasti lolos dari tuntutan dan tidak akan dipenjara. Maka Secara sosiologis tanggal 25 November akan ada serangan dari masa ke istana karena tidak terpenuhi tuntutannya. Ada faksi di tubuh kepolisian yang sedang bertarung di internal Polri yaitu faksi Tito patron Jokowi, faksi Wakapolri patron Jusuf Kalla dan faksi Budi Gunawan patron Megawati. Posisi panglima TNI saat ini di atas Presiden Jokowi secara psikologis, maka nanti para elit akan berkompromi dengan Panglima apakah akan di adu domba rakyat dengan pemerintah atau menyelesaikan kasus ini dengan baik.

3. Dolli Kurnia (Tokoh KAHMI) menyampaikan. Ulama Mesir yang akan jadi saksi di Bareskrim sedang diterima oleh Jokowi. Ada yang melindungi Ahok termasuk Jokowi. Maka Jokowi hari ini menjadi Petugas Partai dan Pekerja Ahok. Kita ingin menjatuhkan ahok tapi ada tembok yang besar maka kita harus menjatuhkan juga tembok itu, dia lah pak jokowi. Tersangkanya ahok atau tidak itu akan tetapi di selamatkan oleh pemerintah, Jokowi kenapa masih ingin mengademkan suasana dengan para ulama karna pak jokowi parno dalam kasus ini. Keputusannya tersangka atau tdk maka ahok itu harus di selamatkan oleh pak Jokowi. Pak Jokowi pun ingin mengejukan suasana, apakah pak jokowi ini punya agenda lain Untuk menyelamatkan ahok.

4. Kartika (Ketua Umum KAMMI) menyampaikan. Ada unsur kejanggalan dalam menyelesaikan kasus ini. Karena Polisi terkesan lamban dalam memproses Ahok sebagai terlapor. Kepolisian tidak lagi mempercayai Majelis UIama Indonesia sebagai lembaga formal keagamaan di Indonesia. Kompolnas ada kepentingan untuk membela di belakang Polri dalam menyelesaikan kasus ini. Kalau gelar perkara hasilnya tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat maka dikhawatirkan ada rasa ketidakadilan dan distrust terhadap penegakan hukum di Indonesia.

5. Prof. Djoko Edi Abdurrahman menyampaikan.  Ada dua kubu yang kuat, ada dari Muktar, Buya Syafii, Gus Mus yang mendukung Ahok tidak sebagai penista agama antara kaum umat Islam yg mendukung Ahok penista. Ada tiga skenario perkara pada Ahok di Mabes Polri yang pertama Ahok dijadikan tersangka, kedua dibebaskan yang ketiga Ahok itu akan ada SP3.  Ini tidak dapat ditahan karena Ahok adalah paslon Gubenur Jakarta, karena ada UU yang melindunginya. Karena Prof Djoko menyarankan SP3 jalan keluar yang terbaik.

Ikut menambahkan, Bareskrim mendatangkan saksi ahli dari Mesir, seperti diketahui lembaga ini pernah melakukan kudeta di negaranya. Ia juga mengatakan bahwa kasus Ahok ini bukan lagi sebuah penistaan tapi adalah kaitan banyaknya para taipan yang bermain untuk menjebol Al Maidah maka kedepan dalam pemilihan Presiden dan Legislatif massa umat Islam lebih mudah dibeli.

6. Umar Husein (Tokoh Al Irsyad) menerangkan, saat ini banyak umat Islam lebih tertarik kepada organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang memiliki tokoh-tokoh yang responsif. Menurut Husein, dia menyorot Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tidak pernah melaksanakan shalawatan tapi lebih menyukai aksi demo.

Umar Husein menambakan kalau Jokowi salah dalam menghitung jumlah massa yang akan hadir pada aksi 4 November yang terkenal dengan sebutan 411. Ia menuding intelijen memberikan informasi yang kacau kepada Presiden.








loading...

7. Dr. MS Kaban (Dewan Syuro PBB) menyorot tentang lambatnya penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian, sehingga banyak masyarakat yang menganggap bahwa ada indikasi kasus ini akan di diamkan.

Kaban menambahkan bahwa demo 411 merupakan momentum dari Panglima TNI untuk mengambil alih komando karena sudah menyentuh keyakinan masing-masing.

8. Muhtar Efendi Harahap, menurutnya ada hubungan yang tidak sinkron antara Ketua Umum PDIP Megawati dengan anggota partainya. Dulu banyak anggota PDIP yang ikut menghujat Ahok sebagai figur yang sombong dan tak mendukungnya.

Muhtar yakin banyak pendemo yang hadir tidak memiliki kepentingan politik tapi lebih kepada kasus penistaa agama yang dilakukan Ahok. (apt)

Baca Juga:

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo Memang Cocok Jadi Presiden!

Politisi: Sebaiknya Panglima TNI Ambil Kendali

Panglima TNI akan Hadiri Pertemuan Bertema “Aktualisasi Resolusi Jihad”

 

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top