Loading...
KabarUtama

Politisi: Sebaiknya Panglima TNI Ambil Kendali

Perkiraan akan terjadi keos (chaos) sudah di duga banyak pihak. Seorang politisi yang ditemui kabarin.co dini hari (411) beberapa jam sebelum demonstrasi berakhir rusuh menyatakan hal yang sama, “keos sedikit, itu memang sudah masuk skenario,”katanya.

cp: google



kabarin.co – Perkiraan akan terjadi keos (chaos) sudah di duga banyak pihak. Seorang politisi yang ditemui kabarin.co dini hari (411) beberapa jam sebelum demonstrasi berakhir rusuh menyatakan hal yang sama, “keos sedikit, itu memang sudah masuk skenario,”katanya.

Politisi yang berasal dari partai pendukung Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan juga pendukung pemerintah, melihat cara-cara licik Presiden Jokowi. “Jokowi memainkan pola-pola gaya Suharto, manajemen konflik untuk menguatkan kepemerintahannya,”ujarnya.

Jokowi, menurut politisi itu, sengaja me-los-kan massa ke Jakarta, lalu menjebak dalam kerusuhan kecil, yang tak sampai mengganggu pemerintahannya. “Jokowi tega melakukan itu,”katanya.

Nah, lalu banyak yang terjebak dengan gaya Jokowi tersebut. Menurut politisi itu salah satunya adalah eks Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden Cikeas itu terpancing melakukan agitasi, dan dia akan dituduh memprovokasi massa, minimal dituding sebagai dalamg dan pendonor biaya aksi. Hal itu pula yang dibahas SBY saat bertemu dengan wapres Jusuf Kalla (JK).

Yang bakal disikat Jokowi melalui Kapolri usai aksi 4 November ini adalah pimpinan kelompok yang selama ini dituding sebagai kelompok radikal, seperti Bachtiar Nasir, Abu Jibril, Tengku Zulkarnain dan lainnya. Sinyal Itu tampak dari pernyataan tegas Kapolri Tito Karnavian yang dinyatakan dalam acara Mata Najwa Metro TV. “Cara Jokowi seperti itu kan licik, politik kotor. Seharusnya dia tak boleh lakukan cara seperti itu, tak elok lah dalam masa Indonesia seperti sekarang ini yang seharusnya mulai berangkat maju,”katanya.

Berkaitan dengan Ahok, Jokowi juga melakukan pola unfair politik. Ada, minimal dua skenario yang dijalankan Jokowi. Pertama, Pilkada terus berjalan, Ahok diproses, tapi karena sedang bertanding dalam pilkada tak boleh ditersangkakan. Kemungkinan Ahok-Djarot menang, karena peristiwa aksi “rusuh” 4 November, Ahok jadi playing victim. Saat sudah menang Ahok menjadi tersangka karena desakan massa Islam terus menerus naiklah Djarot menjadi Gubernur DKI Jakarta. Skenario kedua, pilkada Jakarta ditunda. Ketiga, sesuai kesepakatan dengan Prabowo Subianto, Anies-Sandi dinaikkan. Agar pada 2019 Jokowi mulus untuk mencalonkan lagi periode kedua.

“Nah, cara licik Jokowi seperti kami tidak suka. Ini menghancurkan bangsa dan negara,”ujarnya. Karena itulah politisi itu beralasan agar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengambil alih situasi. “Sebentar lagi pak Gatot bakal diganti dengan Panglima TNI yang baru. Ini kesempatan beliau (Gatot) untuk selamatkan bangsa dan negara agar tetap utuh dalam NKRI,” pungkasnya. (at)

Baca Juga:

BREAKING NEWS: Konferensi Pers Presiden Joko Widodo Mengenai Aksi Unjuk Rasa Damai 4 November

Diterima JK di Istana, Peserta Aksi Damai Tetap Ingin Menemui Presiden Jokowi








loading...

Ribuan Pendemo Aksi Damai 4 November Masih Bertahan di Istana Negara

Metro TV dan Kompas Diusir Massa Bela Islam karena Dinilai Tidak Berimbang

 

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top