Loading...
Metro

Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Cikarang



kabarin.co – Anggota Polsek Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berhasil mengungkap dugaan praktik aborsi di Klinik Aditama Dua, Kampung Siluman, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (11/8/2019).

Kapolsek Tambun, Kompol Ratman Sujatmiko menuturkan, penggerebakan itu bermula dari informasi yang diperoleh petugas dari masyarakat mengenai praktik aborsi di klinik tersebut. Petugas mengamankan empat orang, termasuk seorang wanita berinisial HM (25) yang baru saja melakukan aborsi.

Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Cikarang

Pelaku aborsi HM diketahui warga Kampung Baru, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Sementara tiga orang lainnya yakni HF merupakan pemilik Klinik Aditama Dua, bidan berinisial MPN, dan teman dekat HM berinisial WS yang mengantarkannya ke klinik tersebut.

Saat petugas melakukan penggeledahan di klinik tersebut, HM didapati diduga baru aborsi. Tak hanya mengamankan para pelaku, petugas juga menyita alat-alat yang digunakan dalam praktik di klinik tersebut sebagai barang bukti.

“Saat kami melakukan penggeledahan, pemilik klinik sedang atau selesai melakukan tindakan aborsi atau mengeluarkan janin. Kami juga menemukan pelaku aborsi sedang proses pemulihan di kamar dan ada tenaga medis yang ikut membantu,” kata Rahmat, dikutip dari Antaranews.

Petugas kemudian memeriksa para tersangka dan kelengkapan dokumen terkait izin praktik klinik dan petugas medis. Usai melakukan pemeriksaan dan penyidikan, pemilik klinik dan petugas medis diketahui bukan orang yang berkompeten untuk melakukan tindakan aborsi tersebut.

“Jadi, ternyata setelah kami lakukan penyidikan, tenaga medis itu bukan seorang dokter spesialis yang bisa melakukan tindakan medis tersebut,” katanya.

Saat ini pihaknya masih mendalami peran masing-masing tersangka yang diamankan sekaligus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengetahui apakah masih ada praktik aborsi lain yang dilakukan di klinik itu sebelumnya begitu juga mengenai pembuangan limbah medis klinik itu.

Menurut pengakuan HM, dirinya melakukan aborsi lantaran merasa malu sudah hamil enam minggu dari hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Sementara pacarnya menolak bertanggung jawab atas kehamilannya.

Usai mendapat informasi ada salah satu klinik yang bisa melakukan aborsi, HM langsung mendatangi klinik tersebut dengan diantar teman dekatnya. Untuk biaya aborsi sendiri sebesar Rp5,5 juta. “Saya tahu keberadaan dan informasi mengenai klinik ini dari teman saya,” kata HM.









loading...

Pemilik Klinik Aditama Dua, HF mengungkapkan dia baru kali ini menangani tindakan aborsi. Sementara kliniknya sudah berdiri hampir tiga tahun. “Baru kali ini kami menangani aborsi, itu juga karena menolong karena katanya sudah pendarahan,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat pelaku dikenakan Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 194 Juncto Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman lima tahun penjara. Sementara pelaku aborsi, HM, dikenakan Pasal 348 KUHP dan Pasal 346 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (epr/oke)

Baca Juga:

Polisi Grebek Rumah Bidan Yang Di Duga Membuka Praktek Aborsi

Aborsi Janin dengan Batang Daun Sirih, Nenek 70 Tahun Ditangkap

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top