Loading...
Kriminal

Polisi Bekuk 4 Pelaku Perkosaan Bermotif Balas Dendam



kabarin.co – Polisi Pakistan, Kamis (27/7/2017) menahan empat orang lagi, yang terlibat dalam pemerkosaan seorang gadis remaja.

Gadis itu diperkosa sebagai tindakan balas dendam, atas pemerkosaan yang dilakukan oleh kakak korban sebelumnya.

Penangkapan terbaru ini termasuk membekuk pria yang menjadi “lakon” dalam aksi balas dendam itu.

Polisi Bekuk 4 Pelaku Perkosaan Bermotif Balas Dendam

Seperti diberitakan AFP, dengan penangkapan empat orang tersebut, maka sudah ada 18 tersangka yang ditangkap dalam kasus ini.

Sebelumnya, dewan adat yang berada di sebuah desa di pinggiran Kota Multan memerintahkan pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun tersebut.

Keputusan itu diambil sebagai hukuman, setelah saudara laki-laki korban melakukan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun, asal kampung itu.

Saudara laki-laki korban, -yang sekarang ditahan, sebelumnya mendekati dewan desa untuk melaporkan peristiwa itu. Dia pun menyebut sepupunya sebagai pelaku.

Sebagai tanggapan, dewan adat tersebut memerintahkan anak laki-laki tadi untuk memperkosa saudara perempuan pelaku, sebagai pembalasan dendam.

“Kedua belah pihak telah mengajukan kasus perkosaan satu sama lain di kantor polisi setempat setelah kejadian yang terjadi pekan lalu,” kata pejabat polisi setempat, Allah Baksh, Rabu (26/7/2017).

Kedua anak perempuan yang menjadi korban sekarang tinggal di tempat penampungan wanita.









loading...

Mereka dijadwalkan bertemu dengan Kepala Kementerian Provinsi Shahbaz Sharif, Kamis malam.

Mahkamah Agung Pakistan juga telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Dewan adat desa yang dibentuk dari tetua setempat, adalah cara tradisional untuk menyelesaikan perselisihan di daerah pedesaan Pakistan.

Pengadilan dan pengacara tidak selalu dapat diakses atau dipercaya dalam komunitas ini.

Namun, dewan semacam itu ilegal dan kerap menuai kecaman atas keputusan kontroversial mereka, terutama mengenai wanita.

Sebelum ini, di tahun 2002, dewan adat desa terlibat dalam salah satu kasus kekerasan seksual terhadap wanita paling terkenal di Asia Selatan.

Lembaga itu memerintahkan pemerkosaan geng terhadap seorang wanita bernama Mukhtar Mai, setelah saudara laki-lakinya dituduh melakukan pemerkosaan.

Mai membuat keputusan yang tidak biasa untuk melawan para pemerkosanya dan membawa mereka ke pengadilan.

Meski penyerangnya bebas, tapi kemudian Mai muncul menjadi aktivis hak wanita yang terkenal di negeri itu.

Cerita Mai mengilhami sebuah opera berjudul “Thumbprint”, yang dibuka di New York pada tahun 2014, dan ditayangkan perdana di Los Angeles bulan lalu. (asp/kom)

Baca Juga:

Siarkan Pemerkosaan Temannya Lewat Periscope, Gadis Cantik Ini Tega Benar!

Katanya sih ‘Uji Iman’, Tiga Perempuan Ini Perkosa Seorang Ahli Agama.

Meninggal Dengan Keadaan Telanjang. Kasus Pembunuhan Wanita Cantik Ini Masih Misterius

Karena Penumpangnya Terlihat Cantik, Sopir Angkot Ini Perkosa Penumpangnya Di Semak Semak

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top