Loading...
Berita

Pindad Gandeng Perusahaan Jerman Dalam Produksi Fuze

Salah satu produk junghians defence

Junghians defence

kabarin.co-Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor industri pertahanan dan keamanan, PT Pindad (Persero), menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan supplier fuze munisi asal Jerman, Junghans Defence. Pindad mengumumkan hal tersebut melalui sebuah siaran pers resmi bertanggal 28 April 2016.

Kedua perusahaan sepakat untuk melakukan sinergi di bidang sistem fuze beberapa produk munisi, antara lain mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi bagian dari agenda kegiatan Presiden Jokowi di acara Forum Bisnis Indonesia-Jerman di Berlin, 18 April 2016.Pindad merupakan salah satu BUMN yang mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke negara-negara di Eropa.

“Pindad dan Junghans Defence telah sepakat melakukan sinergi di bidang solusi sistem fuze untuk mortar, artileri, tank, roket, dan amunisi angkatan laut yang akan dimulai tahun ini dengan investasi awal USD 5 juta dan di masa depan bisa mencapai USD 20 juta,” tutur Silmy Karim, Direktur Utama Pindad.

Baca Juga  Fatwa Dikeluarkan, Masyarakat Menganggap MUI Terlalu Over

Silmy Karim menyatakan penandatanganan Nota Kesepahaman ini sebagai salah satu bentuk komitmen Pindad untuk melakukan ekspansi pemasaran ke luar Indonesia. Silmy juga menambahkan bahwa beberapa tahapan kerja sama awal telah direncanakan bersama dengan Junghans Defence, antara lain persiapan alih teknologi mekanikal mortar fuze, menyiapkan lini produksi dan perakitan di Pindad, serta pemberian hak ekspor dan pemasaran kepada Pindad dengan fokus pasar di luar Indonesia, khususnya wilayah Asia Pasifik.

“Ke depannya, Pindad dapat memasarkanfuze yang diproduksi sendiri ke pasar di luar Indonesia, terutama ke negara-negara di wilayah Asia Pasifik,” ujar Silmy.

Baca Juga  Prajurit Kostrad Torehkan Prestasi dalam Kejuaraan Terjun Payung Manado Internasional Open Parachuting Championship 2017

Fuze merupakan suatu perangkat yang menginisiasi proses peledakan pada munisi dalam suatu kondisi tertentu.

Seperti dituturkan oleh Silmy Karim, Pindad menghabiskan biaya yang cukup besar untuk pengadaan fuze. Hal ini menunjukan pentingnya kemampuan untuk dapat memproduksi fuze secara mandiri. Alhasil, kemampuan industri pertahanan dan keamanan dalam negeri meningkat dan total devisa yang dikeluarkan negara untuk pengadaan fuze-pun dapat dihemat.

“Dalam setahun, Pindad mengeluarkan biaya sekitar USD 4 juta untuk pengadaan fuze. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendukung Pindad untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat menghemat devisa yang dikeluarkan negara,” terang Silmy.

Penandatanganan Nota Kesepahaman merupakan salah satu agenda acara dalam Forum Bisnis Indonesia-Jerman, suatu kegiatan yang mempertemukan investor dan pemerintah kedua negara untuk membicarakan investasi jangka panjang, dengan fokus utama pada bidang ekonomi. Selain Pindad, beberapa perusahaan Indonesia juga turut menandatangani kesepakatan kerja sama, yakni PT Aneka Tambang (Persero), Tbk dengan Ferrostaal dan PT PLN (Persero) dengan Siemens AG.

Baca Juga  Panglima TNI: Berkah Lebaran, Indonesia Negara Paling Aman

Melalui kegiatan tersebut, Pindad menambah daftar panjang kerja samanya dengan perusahaan asal Jerman. Sebelumnya, perusahaan pelat merah yang berkantor pusat di Bandung ini telah menjalin kesepakatan kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dunia asal Jerman, antara lain Daimler AG, MAN Diesel & Turbo, dan Rheinmetall Landsysteme GmbH. Menjalin kerja sama strategis dengan banyak perusahaan dunia merupakan salah satu komitmen Pindad untuk mencapai visi perusahaan menjadi perusahaan alutsista terkemuka di Asia pada tahun 2023.(mas)
PIN

Comments
Loading...

Terpopuler


To Top