Loading...
KabarSport

Piala Presiden 2017: Road to final Pusamania Borneo FC

Pusamania Borneo FC, kuda hitam yang lolos ke final. (foto: bola.net)



kabarin.co – Tak ada yang memprediksi jalan Pusamania Borneo FC (PBFC) bisa terus mulus sampai ke final. Tim berjuluk Pesut Etam ini awalnya memang dipandang sebelah mata. Itu karena mereka dianggap bukan tim yang memprioritaskan Piala Presiden sebagai ajang persiapan.

Bahkan, mereka sempat menyatakan mundur dan tak ingin mengikuti turnamen. Tapi, tim asal Samarinda, Kalimantan Timur itu akhirnya ambil bagian setelah dirayu oleh PSSI.

Partisipasi mereka di turnamen ini dari awal memang tak serius alias tak 100 persen. Kondisi tersebut bisa dilihat dari skuat yang mereka kirim ke Piala Presiden. Pasukan yang tampil adalah tim PBFC U-21. Sementara, tim utama mereka yang berisi pemain-pemain seperti Lerby Elyandri, Ponaryo Astaman, dan pemain senior lainnya, diarahkan untuk mengikuti pemusatan latihan di negara lain.

Pelatih yang mereka tunjuk pun hanya sosok Ricky Nelson. Seorang pelatih kepala PBFC U-21. Karena itu, tak heran jika kiprah tim ini pun diprediksi akan hancur lebur di fase grup.

Namun, kerja keras tak bisa membohongi hasil. Dengan motivasi dan kekompakan pemain muda mereka serta dikombinasikan dengan pemain asing seleksi, kejutan demi kejutan dibukukan Pesut Etam.

Kejutan pertama di fase grup. Sempat terseok di dua laga awal dan hanya bermain imbang 0-0 masing-masing, melawan Barito Putera dan Bali United, mereka justru muncul jadi juara grup. Kemenangan atas favorit juara grup Sriwijaya FC 1-0, membuat mereka melengang ke puncak klasemen.

Bali United sebagai tuan rumah grup 4 dan favorit lolos harus gigit jari karena dipermalukan di kandang sendiri. Catatan mentereng tak kebobolan di fase grup menjadi prestasi tersendiri bagi performa lini belakang PBFC.

Selanjutnya, kejutan kedua terjadi di perempat final. Diprediksi bakal dibombardir oleh Madura United yang banyak bermaterikan pemain nasional dan pemain asing mumpuni, gawang PBFC ternyata berhasil cleansheet. Sesuai regulasi, laga pun langsung berlanjut ke babak adu penalti karena dalam waktu normal 90 menit, skor imbang. Mereka mampu menang 5-4 dan memastikan lolos ke semifinal.

Kejutan ketiga, terjadi di semifinal yang berlangsung dalam dua leg. Sempat dianggap bukan musuh sepadan Persib Bandung, sang juara bertahan Piala Presiden, Terens Owang Puhiri dan kawan-kawan berhasil menaklukkan Persib 2-1 di Stadion Segiri. Sejak saat itu, muncul prediksi bahwa permainan PBFC memang benar-benar kompak dan solid antarlini.

Benar saja, saat leg kedua, ketakukan Persib terbukti. PBFC merepotkan dan mampu memaksakan hasil 1-2. Dengan agregat sama, laga berlanjut extra time dan tak ada gol tercipta.








loading...

Laga ditentukan via adu penalti. Hasilnya, Persib menanggung malu di hadapan Bobotoh. Mereka takluk dengan skor 3-5 dan memastikan PBFC ke final.

Tiga kali kejutan yang dilakukan oleh PBFC dianggap sudah cukup oleh banyak pengamat. Karena itu, di laga final kontra Arema FC di Stadion Pakansari, Minggu 12 Maret nanti, PBFC bakal antiklimaks dan ditaklukkan Arema FC. Betulkah?

Atau justru mereka bakal menyempurnakan kiprah di Piala Presiden dengan mengalahkan tim-tim mapan favorit juara? (*)

Sumber: Rappler.com

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top