Loading...
KabarUtama

Pernah PPKM Level-4, Kota Padang Masuk Nominasi ATA 2021

Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman didampingi Kalaksa BPBD Padang, Barilus, Ketua DPRD, dan lainnya.

Kota Padang masuk nominasi Anugerah Tangguh Adhiwirasana, satu-satunya dari Sumbar.

Kabarin.co, Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan penilaian daerah penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana (ATA) 2021. Mulai dari kabupaten, kota, dan tingkat provinsi.

Dari hasil penjaringan tim penilai, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menjadi salah satu nominasi. Bahkan yang dijuluki ‘kota bengkuang’ ini satu-satunya kandidat dari daerah Sumbar sebagai penerima ATA 2021 tersebut.

“Alhamdulillah, Kota Padang masuk Nominasi Kandidat Penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana 2021,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Barlius, Minggu (24/10).

Diketahui, ATA 2021 sebagai apresiasi kepada pihak-pihak yang unggul dalam penanganan kebencanaan. Baik dalam penanggulangan bencana alam dan non-alam. Khusus anugerah untuk penanganan non-alam tahun ini, yakni COVID-19.

Data yang diterima Kabarin.co, tercatat sebanyak 514 kabupaten dan kota, dan 34 provinsi diseleksi. Kemudian, dikerucutkan menjadi 57 kabupaten dan kota, serta 20 provinsi masuk nominasi. Kota Padang masuk salah satu di antaranya, kendati pernah tercatat PPKM Level 4.

Keberhasilan Kota Padang masuk sebagai Nominasi Kandidat Penerima ATA 2021 ini, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Terutama dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumbar, termasuk di antaranya BPBD Provinsi Sumbar.

Setelah dilakukan tahapan penjaringan, pada Kamis (21/10) lalu, puluhan nominasi itu akan melewati tahapan selanjutnya. Salah satunya, dalam bentuk pengisian kuesioner dan berkas tentang yang sudah dilakukan beserta bukti fisiknya. Kemudian presentasi dan wawancara.

Penekanan penilaian yakni, inovasi, baik bidang kesehatan, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Inovasi ini kreativitas daerah berbasis kearifan lokal yang dampaknya dirasakan semua masyarakat. Lalu, kualitas strategi dalam penanganan, dan kebijakan berbasis data juga dinilai.

“Tentu semua inovasi itu berbasiskan inovasi antar daerah, yang dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Harus unik dan kebaruan, bukan sembarang inovasi,” sebut I Nyoman Gde Agus Asrama, Ketua Panitia ATA 2021.

ATD 2021 ini terbagi atas beberapa kategori. Pertama, kategori Wira Sandya Laksana, yang diberikan kepada pemerintah daerah kabupaten, kota, dan provinsi yang kinerjanya unggul dalam penanganan bencana non-alam, yakni COVID-19.

Adapun kategori Wira Sandya Laksana ini, terkait menciptakan inovasi penanganan kesehatan, inovasi pemulihan ekonomi, dan inovasi peningkatan kesejahteraan sosial. Penilaiannya yakni dampan inovasi, deskripsi inovasi, kebaruan, dan berkelanjutan.

Kedua, kategori Wira Dipta Laksana merupakan anugerah yang diberikan untuk perseorangan terkait kisah-kisah inspiratif. Baik dalam menanggulangi bencana alam maupun bencana non-alam, yakni COVID-19 yang terjadi di Indonesia.

Kategori Wira Dipta Laksana ini antara lain, bencana alam (mitigasi, tanggap bencana, dan rehabilitasi. Kemudian bencana non-alam, seperti bidang pemimpin kolaboratif, manajemen berdaya, inovator unggul, dan pahlawan kemanusiaan.

“Kriteri penilaian pada kategori ini, yakni dedikasi, dampak inisiatif, kepimpinan, dan inspiratif,” tamba I Nyoman.

Penilaian akhir ATA 2021 ini, pada 30 Oktober 2021. Direncanakan penganugerahan akan diserahkan pada hari puncak 10 November 2021 mendatang. Dijadwalkan, anugerah ini diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top