Loading...
KabarSport

Penyambutan Atlet Olimpiade Indonesia, Menpora Pinjam Bus Bandros ke Ridwan Kamil

Menpora Imam Nahrowi "mencoba" bus Bandros yang akan dipakai mengarak para atlet Olimpiade. (foto: tribunnews)


Kabarin.co – Kementerian Pemuda dan Olahraga menyiapkan rencana penyambutan kedatangan Olimpian Indonesia dari Rio de Janeiro. Sarana utama yang disapkan adalah bus tingkat khas Bandung atau yang biasa disebut Bandros, yang sengaja dipinjam Menpora ke Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Bus inilah yang bakal digunakan untuk arak-arakan para atlet Indonesia yang berjuang di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, termasuk peraih medali emas Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/8) sore.

Bus tersebut sudah tiba di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Minggu (21/8) malam. Disebutkan, Menpora Imam Nahrawi, berinisiatif langsung menghubungi Wali Kota Bandung, Ridwal Kamil, untuk memimjam bus Bandros yang akan dipakai mengarak Tontowi/Liliyana serta atlet Olimpiade lainnya di Jakarta.

“Bus ini dipakai atas permintaan langsung Pak Menteri (Imam Nahrawi) kepada Kang Emil (Ridwan Kamil),” ujar Ryan, penanggung jawab Bus Bandros, kepada wartawan di Kantor Kemenpora, dikutip bola.com.

Hal senada disampaikan oleh Menpora. “Memang saya yang langsung minta ke kang Emil soalnya minta ke DKI ga punya dan hanya di Bandung saja yang ada,” ujar Menpora.

Khusus untuk acara arak-arakan besok, bus Bandros bakal dihias secara spesial. Bus bernomor seri D 8138 EY tersebut bakal disulap dengan custom khusus berwarna merah putih.

Di sisi samping bus bakal dilengkapi dengan tulisan “Selamat Datang Pahlawan Olahraga Indonesia” plus gambar satu medali emas dan dua medali perak, sesuai jumlah medali yang diraih Tim Merah. “Tenggat waktu pengerjaan custom untuk bus ini sampai besok (Selasa) pukul 10.00 WIB,” imbuh Ryan.

Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi Kemempora, Gatot S. Dewo Broto, mengatakan arak-arakan tersebut bukan hanya untuk Tontowi dan Liliyana. Namun, semua atlet Indonesia bakal dilibatkan, termasuk dua peraih medali perak dari cabang angkat besi, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni. “Sebanyak 28 atlet bakal ikut parade, jadi bukan hanya Tontowi/Lilyana,” ujar Gatot.

Menpora dengan latar bus bandros pinjaman. (foto: bola.com)

Menpora dengan latar bus bandros pinjaman. (foto: bola.com)

Berikut gambaran umum rencana penyambutan atlet Olimpiade Indonesia, seperti dilangsir detiksport.

1. Rombongan dijadwalkan mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada hari Selasa (23/8/2016) pukul 15.30 WIB, setelah terbang dengan Qatar Airways nomor penerbangan QR 956.









loading...

2. Dari Terminal 2 mereka langsung diangkut ke Terminal 3 dengan fasilitas yang telah disiapkan pihak PT Angkasa Pura. Di sanalah upacara penyambutan secara resmi akan dilakukan, dipimpin langsung oleh Menpora Imam Nahrawi, serta diikuti sejumlah pejabat/pengurus olahraga.

3. Acara di Teras Gate 2 Terminal 3 itu diperkirakan berlangsung selama 45-60 menit. Setelah itu rombongan atlet dan ofisial akan meninggalkan bandara dengan bus tingkat dengan atap terbuka (yang didatangkan dari Bandung). Peraih medali emas, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, ditempatkan di bagian atas.

4. Pada pukul 17.15 WIB, bus dan rombongan mulai bergerak ke tengah ibukota melalui jalan tol, keluar di pintu Semanggi, lalu berputar di jembatan TVRI, mengitari kawasan Gelora Bung Karno, Ratu Plaza, Semanggi, terus sampai mancur bundaran Hotel Indonesia untuk menuju Istana Negara di Jln. Medan Merdeka Utara.

5. Diperkirakan konvoi akan tiba di Istana pada pukul 19.00 WIB dan akan disambut dan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami mengusahakan konvoi tidak terlalu panjang. Kira-kira empat vooridjer, 10 moge (5 di depan, 5 di belakang). Lalu ada truk yang dihias untuk kru televisi, 2-3 bus lain, kendaraan untuk pers, ambulans, dan terakhir polisi,” demikian Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, sekaligus Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Senin (22/8).

Mengantisipasi buruknya kondisi lalu lintas di ibukota pada sore hari, atau jika ada keadaan lain yang tidak memungkinkan, Kemenpora telah menyiapkan rencana cadangan, yaitu arak-arakan Owi/Butet hanya cukup sampai kantor Kemenpora, lalu keesokan pagi (Rabu) baru dibawa ke Istana.(*)

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top