Loading...
Internasional

Penjara Lebihi Kapasitas di Filipina, Tidak Manusiawi dan Menyimpan “Bom Waktu”

Suasana di penjara Quezon City Filipina yang over kapasitas dan tidak manusiawi. (foto-foto: AFP dan dailymail)

kabarin.co – Sejak berkuasa di Filipina, 1 Juli 2016, Presiden Rodrigo Duterte mengklaim, telah berhasil membuat 43 ribu terduga penjahat narkoba menyerahkan diri dan sebanyak 300 kilogram (kg) sabu disita.

Para penjahat narkoba itu lebih memilih menyerahkan diri ketimbang menjadi buronan dan mati ditembak. Namun, akibat hal ini, kondisi penjara di Filipina kian tak manusiawi karena melebihi kapasitas.

Baca Juga  Heboh Video Wanita Tanpa Busana Berjalan Ditengah Salju Menuju Gereja

pilipin-0

Bahkan, sejumlah warga mengomentari bahwa kandang ayam lebih bagus ketimbang kondisi penjara di Filipina. Saking penuhnya, para tahanan harus tidur sembari berdiri.

Foto-foto yang diunggah situs AFP menunjukkan, bagiamana kondisi penjara di kota Quezon, Manila sangat buruk dan tak manusiawi. AFP melaporkan, di penjara tersebut, 3.800 tahanan berjejal bagaikan pindang.

Baca Juga  Istanbul dan Moscow: Amerika di Balik ISIS dan Kelompok Pemberontak di Suriah

pili

Daya tampung sebenarnya penjara tersebut adalah 800 orang, tetapi karena banyak penjahat yang dijebloskan ke penjara, jumlah tahanan menjadi lima kali lipat dari jumlah ideal yang dapat ditampung.

“Banyak yang menjadi gila. Mereka tak bisa lagi berpikir waras. Sungguh penuh sesak. Bergerak sedikit saja, Anda akan bertabrakan satu sama lainnya,” kata salah seorang tahanan, Mario Dimaculangan. Selain penuh sesak, penjara di Quezon juga sangat kotor.

Baca Juga  Iran Tegaskan Siap Melawan Trump, di Hari Peringatan Revolusi Islam

pilipine-9

 

Satu toilet harus digunakan oleh 130 narapidana. Kondisi yang benar-benar memprihatinkan. Jika tak ada perbaikan, maka suatu hari bisa saja menjadi ‘bom waktu” dan memicu timbul kerusuhan besar di penjara setempat, dan pastinya akan memakan korban jiwa.(OKZ)

Loading...

Terpopuler


To Top