Loading...
KabarEkonomi

Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik

 

PENGARUH KEGIATAN WIRAUSAHA MAHASISWA TERHADAP KEMANDIRIAN FINANSIAL DAN INDEKS PRESTASI AKADMIK

 

La Ode Tsabat Yazid

2010611011

S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, UPN Veteran Jakarta

laodetsabatyazid@gmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Penelitian berjudul Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik ini bertujuan untuk menguji efektivitas kegiatan wirausaha mahasiswa dan pengaruhnya terhadap indeks prestasi akademik di kampus. Penelitian ini sebagai respons terhadap isu ‘pengangguran berpendidikan’ yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan mewawancarai delapan mahasiswa aktif yang sedang berwirausaha. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang berwirausaha dapat mengatur waktu antara kuliah dengan kegiatan berwirausaha. Faktor-faktor yang mendorong mahasiswa berwirausaha diantaranya karena keinginan pribadi untuk menambah pengalaman dan skill berwirausaha, memperbanyak relasi, serta melatih kemandirian secara finansial guna menambah uang saku. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiwa tidak terlalu mengganggu indeks prestasi akademik di kampus dan mayoritas berhasil mengembangkan usahanya sehingga menumbuhkan kemandirian finansial.

.

Kata kunci: wirausaha, mahasiswa, finansial, indeks prestasi, pengangguran berpendidikan.

 

 

PENDAHULUAN

 

Banyak masyarakat beranggapan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan mendapat kehidupan yang layak. Untuk itu berbagai upaya dilakukan guna menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Namun faktanya, lulus sarjana tak menjamin mendapat pekerjaan. Isu ‘pengangguran berpendidikan’ pun kian merajalela di telinga masyarakat. Tercatat sekitar 737.000 sarjana jenjang pendidikan S1 sampai S3 di Indonesia menganggur (data Badan Pusat Statistik, 2020) . Inilah yang menjadi salah satu tantangan Indonesia. Apalagi diprediksi Indonesia akan mengalami masa bonus demografi di tahun 2030, dimana usia produktif lebih mendominasi dan angkatan kerja kian melimpah, yang belum tentu didukung dengan keterediaan lapangan pekerjaan.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat Indonesia harus mengubah cara berpikir dari ‘mencari lapangan kerja’ menjadi ‘membuka lapangan kerja’. Hal ini tentunya dengan melakukan kegiatan wirausaha. Karenanya, untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha di dalam negeri, harus ada upaya serius untuk menciptakan orang – orang yang mampu mengambil peluang yang ada dan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya maupun untuk orang lain. Lembaga pendidikan mesti bisa berperan lebih banyak lagi untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membentuk orang – orang yang tahan banting dengan segala kesukaran yang dihadapi untuk membangun kemandirian (Aditi, 2018: 6). Kemajuan teknologi yang kian canggih, didorong dengan digitalisasi marketing menjadikan kegiatan wirausaha semakin sederhana dan mudah untuk berkembang. Dengan demikian, kegiatan wirausaha pun menjadi fleksibel dan dapat dikerjakan oleh seluruh latar belakang, tak terkecuali oleh mahasiswa.

 

Kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiswa tentunya menjadi hal positif yang harus di dukung. Hal ini merupakan ikhtiar dalam mengembangkan skill manajemen mahasiswa dan usaha preventif dalam mengurangi tersiarnya isu ‘pengangguran berpendidikan’. Namun disamping itu, mahasiswa juga harus sadar akan statusnya sebagai penuntut ilmu dan harus memiliki manajemen waktu yang baik antara kegiatan wirausaha dan prestasi akademik.

 

 

METODE

Penelitian dengan judul “Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik” menggunakan metode kualitatif. Cara mendapatkan data kami lakukan dengan teknik wawancara. Ada delapan orang wirausahawan mahasiswa yang menjadi subjek penelitian. Wawancara kami lakukan jarak jauh dengan bantuan berapa media, diantaranya pesan WhatsApp, video call, maupun via aplikasi Zoom Meeting. Kami melakukan pencatatan serta dokumentasi saat wawancara berlangsung. Lama waktu wawancara berkisar antara 20-35 menit setiap narasumbernya. Setelah data kami dapatkan via wawancara daring, data tersebut kami olah dan analisis bersama kelompok. Hasil diskusi tersebut kami paparkan dalam pembahasan penelitian ini.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini mulai dilakukan pada tanggal 16 November 2020 sampai dengan 23 November 2020 secara online. Subyek yang akan dijadikan responden adalah subyek yang sesuai dengan karakteristik subyek penelitian yang telah ditentukan peneliti, yaitu : (1) Status sebagai mahasiswa. (2) Pekerja atau pemilik usaha. (3) Berwirausaha disamping kuliah.

 

Peneliti kemudian melakukan wawancara secara online kepada mahasiswa aktif yang sedang wirausaha disamping kuliah, dimana setiap masing-masing dari kami mewawancarai 2 orang wirausahawan dari kalangan mahasiswa aktif  dengan memberikan 6 pertanyaan yaitu : (1) Data diri narasumber dan usaha nya. (2) Latar belakang, awal kisah, dan motivasi dari membuka usaha. (3) Kenapa wirausaha itu dan apakah tidak ada wirausaha lain. (4) Berapa omset perbulan dan kemana alokasi omset tersebut serta usaha tersebut untung ataujustru rugi. (5) Bagaimana akademik di kampus dan manajemen waktu nya. (6) Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha.

 

Setelah melakukan penelitian melalui wawancara secara online, kemudian peneliti melakukan analisis untuk mengetahui apakah wirausaha kepada mahasiswa aktif berpengaruh terhadap kemandirian finansial dan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa yang wirausaha usaha disamping kuliah dengan indeks prestasi akademik di kampus. Kemudian dilanjutkan dengan membuat laporan hasil penelitian.

 

B. Deskripsi Hasil Penelitian

 

Pada bagian ini akan disajikan respon narasumber dari mahasiswa yang berwirausaha. Dari hasil wawancara tersebut didapat data identitas mahasiswa yang sedang berwirausaha. Penyajian data mengenai identitas untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari mahasiswa tersebut. Setelah melakukan serangkaian wawancara secara online, kami sebagai peneliti memperoleh hasil sebagai berikut :

 

1) Syahrul Ramadhan Malik   (Wirausaha “Makan Boss”)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama saya, Syahrul Ramadhan Malik, asal sekolah SMA Yapemri Depok sekarang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Bandung, tinggal di komplek deppen-RRI, umur sekarang 19 tahun. Usaha yang saya tekuni sekarang bernama “Makan Boss.”

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini?

Saya bersama teman saya Rio, mendirikan “Makan Boss” awalnya karena jenuh dengan pandemi, uang menipis dan memang kami berdua lumayan mengerti masakan.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Karena usaha yang saya tekuni ini memiliki modal awal yang kecil, hanya 50.000 rupiah per orang, lalu memang kami menyukai olahan makanan yang simpel dan mengenyangkan, dan terciptalah “Makan Boss.”

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi tersebut? Untung atau justru rugi?

Dengan total modal awal 100.000 tersebut, dalam sebulan bisa mendapat maksimal 2.100.000, alokasi omset digunakan untuk membeli packing dan bahan baku, serta membagi keuntungan bersih untuk sisanya.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Untuk kegiatan akademik, selama ini tidak ada masalah, karena tugas bisa dikerjakan malam dan online meeting bisa dilakukan dengan offcam dan memakai earphone saja. Jadi jika sewaktu-waktu dosen memberikan pertanyaan, saya tetap dapat meresponnya.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Jangan takut untuk mencoba hal baru, karena hal baru yang positif bakalan ngasih pembelajaran buat hidup kita dimasa depan.

 

2) Ihsan Maulana  (Wirausaha Pancong)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama saya Ihsan Maulana, saya sedang kuliah di BSI jurusan Ilmu Komunikasi. Usaha yang sedang saya jalani yaitu Kue Pancong.

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini

Pada saat saya duduk di bangku SMP, saya dan teman-teman saya suka jajan di kedai pancong, yang rasa pancongnya membuat saya ketagihan. Banyak sekali kaum millennial bersua di kedai pancong tersebut, sehingga saya berpikir bahwa pancong ini makanan yang relevan dengan kaum millennial. Seketika muncul ide dan bertanya pada diri saya sendiri, “mengapa saya tidak membangun usaha ini saja ya? Siapa tau nanti kedepannya usaha ini akan terus laku seperti kedai yang saya kunjungi saat saya di bangku SMP”. Motivasi saya disini membangun usaha tersebut ialah pada saat itu saya melamar kerja di perusahaan, namun perusahaan itu sudah tidak menerima anggota baru, lalu saya berpikir bahwa mencari pekerjaan ini tidaklah mudah. Kemudian saya dan teman-teman saya awalnya membuat usaha pancong ini kecil kecilan. Untuk mencari nama dalam usaha ini, saya menerima order melalui WhatsApp ataupun sosial media lainnya. Alhasil dari penjualan tersebut saya dapat menanamkan modal untuk mengembangkan usaha ini. Alhamdulillah sampai saat ini usaha saya berjalan lancar. Dan saya disini mendapatkan hikmah, di setiap kegagalan pasti ada jalannya.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Karena pancong ini salah satu makanan yang lagi ramai ramainya di kaum millennial. Pada saat itu pula saya mempunyai dana yang minim dan tidak terlalu besar maka dari itu saya berpikir saya hanya mampu untuk membuat usaha seperti ini.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi omset tersebut? Untung atau justru rugi?

Untuk omset perbulan kadang tidak sesuai sih, bisa dikatakan naik-turun. Dana tersebut untuk membayar ruko, membayar orang yang bekerja, dan untuk kebutuhan lainnya yang ada di kedai saya ini.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Untuk kegiatan di kampus, Alhamdulillah tidak ada gangguan selagi kelas online. Mau kuliah offline atau online insyaallah tidak akan terganggu, karena saya juga tidak bekerja sendirian dan ada rekan rekan saya yang ikut membantu saya.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Kesan : Wahhh banget sih ini pastinya, karena ini adalah rezeki yang tidak diduga duga.

Pesan : Jangan pernah menyerah jika anda gagal dalam meraih impian. sabar, berdoa dan harus tetap semangat dalam menjalankan hidup yang panjang ini untuk mencapai suatu tujuan.

 

3) Faiz Aqiel Maula Hidayat  (Wirausaha T-Shirt, Milk Shake, dan Case HP)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Saya Faiz Aqiel Maula Hidayat, Berasal dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Fakultas Hukum 2020. Jenis usaha yang sedang saya jalani itu meliput T-Shirt (Kaos), MilkShake dan Case HP.

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi mebuka usaha ini

Saya lulusan tahun 2019, lalu melanjutkan les bahasa. Disamping itu saya juga mengajar dan menjadi kurir cathering. Awalnya belum kepikiran buat bisnis, tapi seiring berjalannya waktu saya merasa pemasukan begitu-gitu saja. Meskipun sudah tergolong cukup buat anak seumuran kita, tapi namanya manusia pasti selalu merasa kurang, ditambah keinginan yang bermacam-macam. When i want something, saya harus memperjuangkan itu tanpa minta dari orang tua. Jadi waktu itu, ingin sekali membeli HP Iphone 6s. Akhirnya inget ada senior di SMA yang punya CoffeShop namanya Barock Coffe. So, saya sering ngobrol tentang bisnis sampai akhirnya dia menawarkan kepada saya buat jadi reseller MilkShake. Dari situ awal bisnis, jadi reseller milkshake, selalu sedia 50 pcs botol di kulkas sampai dimarahi oleh ibu karena kulkas selalu penuh. Untuk pemasarannya, saya terbantu dengan lingkungan. Teman-teman, keluarga, dasn relasi mereka turut beli produk saya. Teman-teman saya juga membantu memasarkan produk saya di snapgram atau snapwhatsapp mereka. Akhirnya Iphone 6s terbeli dengan uang hasil mengajar, kurir dan reseller milkshake.

Terus dari dulu terfikir untuk bisnis baju. Pertengahan Mei 2020, saya survey, mencari vendor baju dengan mencari kontak-kontak terkait di google. Hingga akhirnya setelah banyak bertemu tukang sablon, ada satu yang cocok, namanya Mantap Karya. Harga nya bersahabat, abangnya baik, pelayanannya asik. So, akhirnya saya cerita sama dia kalau saya mau bangun brand sendiri, dia tertarik hingga akhirnya kita bekerja sama. Alhamdulillah tidak begitu susah untuk dapat beberapa orderan. Entah dari temen SD, SMP atau SMA. Disamping itu, saya juga mencari  kontak buat packaging, di awal pakai kardus, sampai akhirnya bikin plastik sendiri. Dari situ benar-benar belajar hitung-hitungan untung rugi, semua pemasukan pengeluaran benar-benar di data. Oh iya nama brandnya Tremendous, artinya Luar Biasa. Semoga bisnisnya mencerminkan namanya. Sampai akhirnya, ketika Alhamdulillah udah balik modal dan laku keras. Orderan menumpuk terus. Memang belum jadi brand distro seperti yang lainnya, tapi setidaknya sudah berani mencoba dan mulai bisnis, itu yang terpenting.

Selanjutnya untuk case hape, ceritanya ada adik kelas waktu SD bisnis case hp. Lalu saya tertarik, dan akhirnya mencoba memesan satu, dan merasa cocok. Akhirnya saya ajak bekerja sama, dan dia setuju. Alhasil lahirlah Tremendous Case. Alhamdulillah.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Bisnis sebanyak ini saya terinspirasi dari Rafi Ahmad sama Nagita Slavina yang punya gurita bisnis dimana-mana dan di berbagai bidang. So, saya berani untuk mencoba. Pelajarannya, senior saya mengatakan, harusnya fokus dulu di satu bisnis, kalau sudah kuat baru bangun yang lain. Dan saya setuju itu, harusnya bangun satu usaha dulu, dikuatkan brandnya, baru bangun yang lain. Tapi, karena sudah terjadi, dan bisnisnya sudah ada, itu jadi pelajaran buat saya kedepannya. Karena kita tidak  akan tahu kalau tidak mencoba. Sampai kapan pun ide tidak akan terwujud kalau tidak dicoba. Salah satu pebisnis yang saya kagum itu Bob Sadino, dengan teori “action” nya, sehingga saya berani membuat action.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana lokasi omset tersebut?  Untung atau justru rugi?

Kalau untuk bulanan tidak tentu ya, tapi Alhamdulillah. Misalkan orderan baju lagi sepi, milkshake nya ramai. Jadi saling menopang satu sama lain. Kalau dikalkulasikan, sebulan pertama semua modal itu sudah balik. Jadi selanjutnya tinggal untungnya saja.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Tidak terganggu, karena saya pernah lihat kutipan pebisnis Bob Sadino, “Sebesar apapun gaji mu di kantor, tetap saja kamu bawahan. Sekecil apapun pengahsilan, tetap saja kamu bosnya”. Nah, inilah bisnis saya. Tidak terikat jam atau jadwal tertentu, karena bisnis ini by order, atau tergantung pesanan. Alhamdulillah tidak pernah menganggu, dan bernturan antara akademis dan bisnis saya.

Untuk manajemen waktu, sama seperti yang lain nya, hanya mengesampingnan hal-hal  yang dirasa kurang perlu untuk mengerjakan akademis atau bisnis di waktu luang.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Terjun ke dunia bisnis itu merupakan sebuah adrenalin yang cukup menantang. Jangan takut untuk memulai bisnis, urusan untung rugi, laku atau tidak, itu nomor sekian. Nomor satu adalah yakin dan percaya serta berani mencoba..!! Semangatt!!

 

4) Bagas Ade Pangestu  (Wirausaha Donat)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama Saya Bagas Ade Pangestu, dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jurusan Ekonomi Pembangunan. Usaha yang saya jalani yaitu usaha berjualan donat.

  • Latar Belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini

Awal usaha donat saya berasal dari nenek saya yang memang sudah lama berkecimpung di dunia per donatan yang selanjutnya di wariskan ke ibu saya. Dengan berbagai variasi dan beberapa sentuhan, saya bersama ibu saya mengembangkan sebuah resep dari nenek saya, Motivasi saya dengan berjualan donat yaitu dengan berjualan kita mendapat penghasilan sendiri sebagai refleksi berwirausaha sedari remaja.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Saya tidak minat untuk wirausaha yang lain selain kue donat ini, karena saya sudah senang sekali wirausaha ini. Lingkungan saya juga banyak yang menyukai donat  jadi mendukung untuk wirausaha donat.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi tersebut? Untung atau justru rugi?

Untuk mengenai omset saya tidak terlalu menghitung, karena usaha kita masih usaha kecil kecilan. Kalau masalah untung atau rugi tergantung pada konsumen yang membelinya, dan yang paling penting bisa untuk modal di hari berikutnya, dan bisa untuk makan sehari-hari keluarga.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Untuk bicara terganggu ya merasa terganggu sih, tapi bagaimana kita buat enjoy dengan semua yang kita lakukan. Toh, berjualan juga untuk biaya kuliah saya. Bagaimana saya memanajemen waktu yang saya jalani. Waktu operasional usaha dimulai dari pagi jam 4 sampai jam 10. Walau disitu juga terkadang bentrok dengan waktu kuliah, kadang saya izin ke mama saya untuk kuliah, dan ibu saya juga mewajarkan dan tidak memaksa, karena ibu saya lebih ke prioritas anaknya untuk kuliah dengan benar dan serius.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa wirausaha?

Untuk mahsiswa yang mau mulai usaha, ayo langsung beraksi. Jangan menunda-nunda. Karena sukses itu 1% materi, 99% aksi. Untuk yang sudah mulai berwirausaha, teruslah istiqomah dan konsisten berjualannya. Tuhan tau mana yang hamba nya sedang berusaha dengan hamba yang bermalas malasan. Tidak ada kesuksesan jika tidak ada keringat perjuangan.  Jangan lelah untuk berjuang dalam meraih mimpi. Saya juga sedang berproses. Kita sama-sama dijalan perjuangan yang saling mengingatkan dan saling mendukung.

 

5) Najla Daila Pohan  (Wirausaha Masker Kopi)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama saya Najla Daila Pohan, saya dari Universitas Sumatra Utara, fakultas kesehatan masyarakat. Saya sedang usaha reseller masker kopi untuk menghilangkan wajah kusam dan mengurangi jerawat.

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membyuka usaha ini

Karena banyak dilingkungan saya yang memiliki masalah kusam dan jerawat di wajahnya. Karenanya saya buka usaha ini untuk orang orang itu agar peduli dengan perawatan wajahnya.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Selama pandemi ini banyak orang yang dirumah saja dan tidak kemana mana. Jadi selama di rumah itu bisa melakukan hal-hal positif selain olahraga, juga merawat diri sendiri agar lebih bersih.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi omset tersebut? Untung atau justru rugi?

Biasanya omset sekitar 1 jutaan. Untuk alokasinya, saya ambil 600.000 – 700.000 untuk membeli masker itu lagi karena saya reseller, keuntungan bersihnya hampir 300.000 – 400.000 perbulannya yang tergantung banyaknya pembeli. Kalau soal kerugian pasti ada karena penggunaan masker itu harus tau kapan masa berakhirnya atau expired. Karena jika sedang sepi pembeli masker akan expired dan tidak bisa digunakan lagi.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Sebenarnya terganggu karena kita tidak tau kapan orang mau pesan dan pengirimannya. Buka tokonya dari senin sampai jumat tetapi ada batas waktunya, dan sabtu minggu khusus pengiriman.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Sebenarnya kita bisa buka usaha walau dari hal kecil. Tidak harus tunggu sukses dulu baru berwirausaha. Jangan pantang menyerah, pekerjaan ini tidak sesulit yang kalian pikirkan. Dari hal kecilpun bisa menghasilkan pundi pundi rupiah. Walau tidak seberapa, tapi lama kelamaan akan menjadi banyak.

 

6) Muhammad Aulia  (Wirausaha Fotocopy) 

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Perkenalkan nama saya Muhammad Aulia. Saya kuliah di Politeknik Pariwisata Medan. Saya pekerja di usaha fotocopy ayah saya sendiri.

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini

Karena saya dari kecil melihat orang tua saya bekerja, saya inisiatif untuk jadi pekerja.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Karena saya kedepannya juga akan mewarisi usaha ayah saya, jadi saya menjalankan usaha ini dulu.

  • Berapa Omset perbulan? Dan kemana alokasi omset perbulan? Untung atau justru rugi?

Keuntungan kotor sebesar 30 juta, dan dialokasikan untuk membeli barang barang untuk dijual kembali, dan memberbaiki alat alat yang rusak. Setelah semua itu keuntungan bersihnya 10 juta.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Tidak terlalu, karena walaupun kerja adalah kewajiban, kuliah juga merupakan kewajiban saya. Saya memberikan jadwal perkuliahan agar jam pekerjaan saya bisa dikompromi.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Jika ada niat untuk berwirausaha lakukan saja. Tidak ada salahnya melakukan sesuatu yang baru, coba saja dulu.

 

7) Isna Safitri  (Wirausaha Kue)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama saya Isna Safitri, saya alumni dari MAN 13 Jakarta dan saya sedang melanjutkan kuliah di Universitas Negeri  Jakarta,  jurusan Pendidikan Masyarakat, mahasiswi semester 1. Umur saya 18 tahun.  Usaha yang sedang saya jalankan saat ini yaitu usaha kue  dengan nama “Utu Bakery.”

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini

Latar belakang  saya memulai usaha ini karena berawal dari saya yang sering ke toko kue  dan melihat banyak orang yang menitip kue di toko tersebut dan akhirnya termotivasi  untuk menitipkan kue buatan sendiri di toko itu. Tetapi, sebelumnya ibu saya pernah membuka toko kue  sendiri dengan nama “Utu Bakery”, namun karena ketika mempunyai anak akhirnya  ibu saya  berhenti untuk toko kue ini dan  saya yang melanjutkan usaha ibu saya ini dengan berjualan dirumah menerima pesanan dan mentipkan kue saya di toko orang lain.

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Saya menjalankan usaha ini karena hobi saya memasak  dan membuat kue, jadi saya sangat senang menjalankan usaha  kue ini. Menurut saya makanan termasuk kebutuhan pokok manusia yang tidak pernah habis dan selalu dibutuhkan.  Saya juga menjalankan usaha ini karena modal awal usaha ini cukup murah untuk dijalankan.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi tersebut? Untung atau justru rugi?

Omset perbulan yang saya dapatkan tidak menentu. Setiap bulan saya menerima pesanan kue atau menitipkan kue saya di toko orang lain. Jika saya mendapatkan pesanan kue rutin sebulan saya mendapat keuntungan Rp. 360.000. Tetapi, jika saya mendapatkan pesanan kue mendadak saya hanya menerima Rp. 80.000 ribu satu kali produksi.  Alokasi omsetnya saya gunakan untuk modal bahan membuat kue dan sisanya saya tabung.  Menurut saya, usaha kue ini mudah mendapat keuntungan.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Untuk akademik di kampus saya tidak terganggu sama sekali karena saya bisa memanajemen waktu. Saya membuat kue sekali atau dua kali dalam seminggu, itupun saat hari libur. Bila mendesak, saya kadang produksi kue pada malam hari jika sudah selesai mengerjakan tugas.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Kesan saya menjalankan usaha ini seru, asik dan bisa belajar mandiri serta menambah finansial. Pesan saya yaitu kenalilah diri anda, apa bakat dan minat yang anda miliki sesuai passion? Cobalah membuat sesuatu. Jika sesuatu itu mengahasilkan kenapa tidak?

 

8) Riska Hanifah  (Wirausaha Masker Wajah Organik)

 

  • Data diri narasumber dan usahanya

Nama saya Riska Hanifah mahasiswi dari UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta, saya jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, semester 3. Umur saya 20 tahun. Usaha yang sedang saya jalankan saat ini yaitu masker wajah organik.

  • Latar belakang, awal kisah, dan motivasi membuka usaha ini?

Latar belakang saya membuka usaha ini karena diajak oleh teman dan usaha ini dijalankan berawal dari awal pandemi untuk mengisi kegiatan atau waktu luang ketika belum memulai kuliah. Motivasi saya membuka usaha ini karena masker wajah ini diminati oleh remaja terutama para wanita serta masker ini modal awal nya murah dan terjangkau juga harganya untuk mahasiswa yang ingin berwirausaha kecil-kecilan.

 

  • Kenapa harus wirausaha ini? Apakah tidak ada wirausaha lain?

Saya memilih wirausaha ini karena hobi saya berdagang. Wirausaha ini juga menjadi minat remaja terutama wanita untuk menggunakan masker organik ini. Oleh karena itu, saya senang untuk menjalankan wirausaha ini.

  • Berapa omset perbulan? Dan kemana alokasi tersebut? Untung atau justru rugi?

Omset yang saya dapatkan dari hasil jual masker ini kurang lebih Rp. 200.000/bulan. Tetapi omsetnya tidak menentu karena dari usaha ini tidak bisa dibilang rugi juga karena belum balik modal dari usaha yang dijalankan dan usaha ini baru berjalan sebulan yang lalu. Jadi, keuntungan yang sudah didapat dipergunakan kembali untuk membeli produk-produk masker lagi. Usaha masker ini dijalankan oleh 2 orang, saya dengan teman saya dengan modal awal Rp. 1.750.0000.

  • Bagaimana dengan akademik di kampus? Dan manajemen waktunya?

Akademik saya dikampus tidak terganggu dengan wirausaha ini, saya sangat senang menjalankan wirausaha ini. Karena saya kuliah seminggu hanya 2 kali, untuk 3 harinya saya pakai untuk wirausaha ini seperti mengirim barang karena sistem penjualan masker ini pre order jadi setiap libur kuliah saya mengantar barang pesanan. Sedangkan, untuk hari kuliah saya pakai untuk mengerjakan tugas kuliah.

  • Apa kesan dan pesan untuk mahasiswa lain agar bisa berwirausaha?

Pesan saya yaitu mahasiswa harus produktif dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti berwirausaha apabila ada waktu luang,. Dari wirausaha tersebut juga dapat menambah softkill dan menambah relasi untuk mengetahui cara berwirausaha untuk ke depannya.

Kesan saya yaitu wirausaha ini dapat menambah wawasan saya karena saya jadi mengetahui cara wirausaha, serta wirausaha ini saya menjadi mendapat relasi dan pengalaman yang bermanfaat untuk wirausaha kedepannya.

 

Berdasarkan kedelapan data diatas, apabila dikaitkan dengan pokok penelitian yakni mengenai indeks prestasi akademik dan kemandirian finansial (keberhasilan usaha) mahasiswa, peneliti menyajikan data dalam bentuk tabel sebagai berikut :

 

Tabel 1. Analisa Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa

No. Nama Narasumber Indeks Prestasi Akademik Keberhasilan Wirausaha
Tidak Terganggu Terganggu Untung Rugi
1 Syahrul Ramadhan O O  
2 Ihsan Maulana O O  
3 Faiz Aqiel M. O O  
4 Bagas Ade P. O O  
5 Najla Daila P. O O  
6 Muhammad Aulia O O  
7 Isna Safitri O O  
8 Riska Hanifah O O  
5 3 8 0

 

Berdasarkan sajian tabel di atas, untuk indeks prestasi akademik, 5 wirausahawan mahasiswa merasa tidak terganggu, namun 3 lainnya mengaku terganggu. Adapun untuk keberhasilan usaha, seluruh subjek penelitian mengaku untung dan kegiatan wirausahanya berjalan efektif.

 

C. Pembahasan

 

Wirausaha adalah sebuah kegiatan usaha atau suatu bisnis mandiri yang setiap sumber daya dan kegiatannya dibebankan kepada pelaku usaha atau wirausahawan terutama dalam hal membuat produk baru, menentukan bagaimana cara produksi baru, maupun menyusun suatu operasi bisnis dan pemasaran produk serta mengatur permodalan usaha. Dalam hal berwirausaha, tentu banyak dari kalangan mahasiswa yang melakukan hal ini. Tentunya ada beberapa alasan mengapa mahasiswa harus memulai berwirausaha, yaitu :

a). Untuk mengantisipasi berbagai perubahan dan pasar bebas

Dengan menjadi wirausaha anda akan lebih siap menghadapi sertiap perubahan-perubahan maupun perkembangan yang ada terutama masalah pasar dan ekonomi sekitarnya. Pasar bebas juga menuntut kita, untuk menemukan peluang sebanyak- banyaknya dan wirausaha pun dituntut untuk mengetahui bagaimana keadaan pasar yang sebenar-benarnya, sehingga seorang wirausaha dapat belajar mengantisipasi setiap kondisi yang ada.

b). Mengurangi jumlah pengangguran

Dengan menjadi seorang wirausaha, secara tidak langsung anda telah mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia, karena anda telah menciptakan lapangan kerja anda sendiri. Dan apabila anda terus mengembangkan usaha anda jauh lebih sukses kedepannya, anda akan membutuhkan karyawan, dan otomatis hal ini akan sangat membantu Negara dalam upaya membuka lowongan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada.

c). Membentuk pribadi yang tangguh dan siap kerja.

Jika anda adalah seorang mahasiswa dan anda sudah memutuskan untuk berwirausaha, maka anda adalah orang yang sangat beruntung mengapa demikian? Karena dengan berwirausaha kita akan mengetahui bagaimana sistem dan prinsip- prinsip dalam berwirausaha. Tentunya hal itu akan sangat mendukung untuk membentuk karakter dan kepribadian anda menjadi lebih tangguh (tangguh dalam artian bertahan pada masa kerja yang telah anda tentukan dan berani mengambil resiko yang akan dihadapi di masa depan. Sedangkan siap kerja disini maksudnya adalah, dengan menjadi wirausaha anda akan lebih siap menghadapi usaha- usaha atau tantangan yang lebih besar di masa datang.

d). Membantu pengoptimalisasian dan aplikasi ilmu dimasyarakat.

Mahasiswa adalah generasi yang berperan penting dalam social. Tujuan dari mahasiswa terjun kemasyarakat adalah untuk pengoptimalisasian dan aplikasi tentang ilmu yang telah didapat. Dalam fase ini, mahasiswa harus benar – benar mengusai ilmu- ilmu dibidang masing-masing, karena fase ini merupakan penentuan untuk melihat berhasil atau tidaknya ilmu yang telah kita pelajari. Dalam hal ini, biasanya para mahasiswa dibantu oleh penduduk setempat, untuk memulai suatu kegiatan kemasyarakatan seperti, seminar atau sosialisasi kesehatan, pengajian rutin, atau belajar mengajar dengan anak- anak. Selain itu, anda akan merasakan kehadiran keluarga, karena pada saat proses aplikasi ilmu – ilmu tersebut, anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, sehingga anda akan tau apa sebenarnya yang mereka butuhkan.

e). Membuka Peluang Usaha bagi para pengangguran.

Menjadi wirausahawan merupakan sebuah aktivitas yang tidak jarang dari mahasiswa yang menjadikannya sebagai object cita – cita atau keinginan yang besar. Dengan berwirausaha, anda telah membantu membuka peluang usaha, yang akan sangat berguna bagi rekan-rekan anda yang belum memiliki pekerjaan atau orang-orang yang sedang membutuhkan pekerjaan. Karena, ditengah- tengah hiruk pikuk para lulusan kerja sibuk mencari perusahaan, anda sudah mampu menciptakan usaha anda sendiri bahkan membuka lapangan kerja.

 

Berdasarkan hasil penelitian wawancara yang kami lakukan, mahasiswa lebih dominan bisa mengimbangi antara kegiatan wirausaha dengan akademik kuliahnya. Cara mengimbangi antara kegiatan wirausaha dengan prestasi akademik yaitu harus pintar memanage waktu, dan memprioritaskan mana yang penting dan yang tidak penting. Ketika lagi tidak ada waktu untuk berwirausaha, disitulah memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Tetapi, ada pula sedikit dari mahasiswa yang merasa sedikit terganggu karena kegiatan wirausaha yang dijalaninya. Meskipun terganggu, mau tidak mau harus tetap menjalankan wirausahanya dengan santai karena biar bagaimanapun hasil jualan dari wirausahanya tersebut digunakan untuk membayar uang kuliah. Hal tersebut sudah menjadi resiko yang dimana menyebabkan  mahasiswa harus bisa membagi waktu antara kegiatan wirausaha dengan prestasi akademisnya. Pengaruh kegiatan wirausaha mahasiswa terhadap kemandirian finansial yaitu bisa bermacam-macam, seperti untuk membantu biaya kebutuhan hidup, biaya kebutuhan kuliah, untuk membayar uang kuliah, dan untuk menyewa kios, membayar karyawan (Jika yang sudah membuka toko).

 

Ada beberapa manfaat menjadi wirausaha di usia muda, yaitu :

  1. Memupuk rasa percaya diri

Menjadi seorang wirausahawan di usia muda memang tidak mudah. Namun bukan tidak mungkin dilakukan. Merintis usaha di usia muda dan pada akhirnya meraih kesuksesan secara otomatis akan menumbuhkan kepercayaan diri. Memiliki kepercayaan diri ini juga penting tidak hanya untuk kepentingan individu saja, tapi juga usaha kita. Meskipun yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, tidak perlu ragu untuk memulai bisnis karena akan memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Bahwa status dan usia bukan menjadi penghalang bagi kita untuk menemukan jalan kesuksesan.

  1. Memiliki banyak kesempatan dan belajar dari kegagalan

Kegagalan adalah hal biasa dalam menjalankan sebuah usaha. Kegagalan dapat menjadi sebuah pembelajaran bisnis agar kita tidak mudah menyerah. Mengalami kegagalan usaha di usia yang belia bukanlah masalah. Artinya, kita memiliki banyak peluang untuk mencoba berbagai hal, hingga pada akhirnya kita menemukan jenis bisnis dan formula yang tepat.

  1. Memahami Teknologi

Saat ini semua kalangan muda sangat dekat dengan teknologi. Mereka akan selalu meng-update pengetahuan teknologi terkini. Pengetahuan terhadap teknologi ini dapat kita jadikan modal berbisnis, dimana memanfaatkan internet dan teknologi sebagai media pemasaran, promosi, atau berbisnis. Bisnis online ini pun banyak ragamnya, mulai dari toko online, menjual atau mempromosikan makanan di media sosial, dll.

  1. Mengenal selera anak muda dengan lebih baik

Di usia kita yang masih muda, tentunya kita juga dapat memahami selera konsumen yang seusia kita. Mengenal dengan baik selera anak muda dan tahu apa yang sedang menjadi tren, atau menjadi trend setter. Jadi tidak perlu menunggu cukup umur untuk membangun bisnis baru, jika dari sekarang kita sebagai kaum muda bisa sukses dengan bisnis yang melejit.

 

 

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan mahasiswa berwirausaha, cara menyeimbangkan kegiatan wirausaha disamping kegiatan kuliah, keberhasilan mahasiswa dalam berwirausaha, dan manfaat menjadi wirausaha muda. Untuk mencapai tujuan itu kami mencari data faktual menggunakan metode kualitatif dengan cara mewawancarai mahasiswa yang merupakan pekerja atau pemilik wirausaha. Setelah mewawancarai sebanyak 8 wirausahawan mahasiswa, kami menyimpulkan bahwa:

  1. Mahasiswa lebih dominan bisa mengimbangi antara kegiatan wirausaha dengan akademik kuliahnya. Walaupun ada mahasiswa yang merasa terganggu karena kegiatan wirausaha yang dijalaninya, namun hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi capaian indeks prestasi akademik mereka.
  2. Rata-rata mereka memilih usaha yang mereka jalani dikarenakan lingkungan, efisiensi usaha, atau terinspirasi dari usaha milik orang lain.
  3. Dengan berwirausaha, mereka dapat melatih kemadirian finansial mereka. Omset yang mereka dapatkan dalam berwirausaha dialokasikan untuk membeli bahan dan kebutuhan usaha, membayar uang kuliah serta kebutuhan kuliah, dan sisanya sebagai keuntungan mereka sendiri.

Dengan berwirausaha, mahasiswa mendapatkan berbagai manfaat yaitu untuk memupuk rasa percaya diri, memiliki banyak kesempatan dan belajar dari kegagalan agar tidak mudah menyerah, mendapat pengetahuan terhadap teknologi, memahami selera konsumen, membentuk pribadi yang siap kerja, serta dapat menginspirasi dan memantik orang lain terlebih mahasiswa untuk melakukan kegiatan wirausaha.

 

B. Saran

Melakukan kegiatan wirausaha disamping kuliah merupakan hal yang tidak mudah bagi mahasiswa. Manajemen waktu merupakan hal yang harus dikuasai. Untuk itu, kegiatan ini juga harus didukung oleh dosen maupun kampus, baik moril maupun materil. Dukungan moril diantaranya memfasilitasi wirausahawan mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan wirausaha, akses terhadap lomba wirausaha, maupun penilaian khusus yang diberikan dosen dalam laporan penilaian semester mahasiswa. Adapun dukungan materil adalah pemberian modal wirausaha, menjadi / memberikan rekomendasi investor, serta pemberian akses pasar wirausaha.

 

 

REFERENSI

 

Aditi, Bunga. 2018. Buku Ajar Entrepreneurship dan Startup Entrepreneur yang Unggul, Deli Serdang : Penerbit Perdana Medika.

Data Badan Pusat Statistik. 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka di https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/05/05/1672/februari-2020–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-4-99-persen.html

Muchson, M. 2017. Entrepreneurship. Jakarta : Penerbit Guepedia Publisher.

Muis, I. 2015. Modul Kewirausahaan Untuk Mahasiswa. Makassar: Pusat Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar

Rahman, Muhammad Najib. 2019. Mahasiswa Wirausaha, Kenapa Tidak? di https://news.unair.ac.id/2019/12/21/mahasiswa-wirausaha-kenapa-tidak/

 

 

Loading...
To Top