Loading...
KabarEkonomi

Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik

 

PENGARUH KEGIATAN WIRAUSAHA MAHASISWA TERHADAP KEMANDIRIAN FINANSIAL DAN INDEKS PRESTASI AKADMIK

 

La Ode Tsabat Yazid

2010611011

S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, UPN Veteran Jakarta

laodetsabatyazid@gmail.com

 

 

ABSTRAK

 

Penelitian berjudul Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik ini bertujuan untuk menguji efektivitas kegiatan wirausaha mahasiswa dan pengaruhnya terhadap indeks prestasi akademik di kampus. Penelitian ini sebagai respons terhadap isu ‘pengangguran berpendidikan’ yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan mewawancarai delapan mahasiswa aktif yang sedang berwirausaha. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang berwirausaha dapat mengatur waktu antara kuliah dengan kegiatan berwirausaha. Faktor-faktor yang mendorong mahasiswa berwirausaha diantaranya karena keinginan pribadi untuk menambah pengalaman dan skill berwirausaha, memperbanyak relasi, serta melatih kemandirian secara finansial guna menambah uang saku. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiwa tidak terlalu mengganggu indeks prestasi akademik di kampus dan mayoritas berhasil mengembangkan usahanya sehingga menumbuhkan kemandirian finansial.

Baca Juga  Perlombaan Enduro Trail Turut Memeriahkan HUT Ke 56 Kostrad

.

Kata kunci: wirausaha, mahasiswa, finansial, indeks prestasi, pengangguran berpendidikan.

 

 

PENDAHULUAN

 

Banyak masyarakat beranggapan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan mendapat kehidupan yang layak. Untuk itu berbagai upaya dilakukan guna menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Namun faktanya, lulus sarjana tak menjamin mendapat pekerjaan. Isu ‘pengangguran berpendidikan’ pun kian merajalela di telinga masyarakat. Tercatat sekitar 737.000 sarjana jenjang pendidikan S1 sampai S3 di Indonesia menganggur (data Badan Pusat Statistik, 2020) . Inilah yang menjadi salah satu tantangan Indonesia. Apalagi diprediksi Indonesia akan mengalami masa bonus demografi di tahun 2030, dimana usia produktif lebih mendominasi dan angkatan kerja kian melimpah, yang belum tentu didukung dengan keterediaan lapangan pekerjaan.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat Indonesia harus mengubah cara berpikir dari ‘mencari lapangan kerja’ menjadi ‘membuka lapangan kerja’. Hal ini tentunya dengan melakukan kegiatan wirausaha. Karenanya, untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha di dalam negeri, harus ada upaya serius untuk menciptakan orang – orang yang mampu mengambil peluang yang ada dan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya maupun untuk orang lain. Lembaga pendidikan mesti bisa berperan lebih banyak lagi untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membentuk orang – orang yang tahan banting dengan segala kesukaran yang dihadapi untuk membangun kemandirian (Aditi, 2018: 6). Kemajuan teknologi yang kian canggih, didorong dengan digitalisasi marketing menjadikan kegiatan wirausaha semakin sederhana dan mudah untuk berkembang. Dengan demikian, kegiatan wirausaha pun menjadi fleksibel dan dapat dikerjakan oleh seluruh latar belakang, tak terkecuali oleh mahasiswa.

Baca Juga  Tahun 2019 Jawa Bali Dikhawatirkan Krisis Listrik

 

Kegiatan wirausaha yang dilakukan mahasiswa tentunya menjadi hal positif yang harus di dukung. Hal ini merupakan ikhtiar dalam mengembangkan skill manajemen mahasiswa dan usaha preventif dalam mengurangi tersiarnya isu ‘pengangguran berpendidikan’. Namun disamping itu, mahasiswa juga harus sadar akan statusnya sebagai penuntut ilmu dan harus memiliki manajemen waktu yang baik antara kegiatan wirausaha dan prestasi akademik.

Baca Juga  Tunaikan Janji Kampanye,Andre Rosiade Serahkan Mobil Ambulans

 

 

METODE

Penelitian dengan judul “Pengaruh Kegiatan Wirausaha Mahasiswa Terhadap Kemandirian Finansial dan Indeks Prestasi Akademik” menggunakan metode kualitatif. Cara mendapatkan data kami lakukan dengan teknik wawancara. Ada delapan orang wirausahawan mahasiswa yang menjadi subjek penelitian. Wawancara kami lakukan jarak jauh dengan bantuan berapa media, diantaranya pesan WhatsApp, video call, maupun via aplikasi Zoom Meeting. Kami melakukan pencatatan serta dokumentasi saat wawancara berlangsung. Lama waktu wawancara berkisar antara 20-35 menit setiap narasumbernya. Setelah data kami dapatkan via wawancara daring, data tersebut kami olah dan analisis bersama kelompok. Hasil diskusi tersebut kami paparkan dalam pembahasan penelitian ini.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

A. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini mulai dilakukan pada tanggal 16 November 2020 sampai dengan 23 November 2020 secara online. Subyek yang akan dijadikan responden adalah subyek yang sesuai dengan karakteristik subyek penelitian yang telah ditentukan peneliti, yaitu : (1) Status sebagai mahasiswa. (2) Pekerja atau pemilik usaha. (3) Berwirausaha disamping kuliah.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8

Loading...
To Top