Loading...
Politik

Pengamat: Mesin Politik Golkar Stabil, Goncangan Politik Hanya Sesaat



kabarin.co – Pengamat politik Lely Arrianie menilai gonjang ganjing politik yang menimpa Golkar tidak akan membuat raihan suara mereka jeblok di bawah dua digit pada Pileg 2019. Partai Beringin, kata Lely, adalah parpol berpengalaman dan memiliki mesin politik yang stabil semenjak Orde Baru.

Lely yakin nasib Golkar tidak akan seperti Partai Demokrat. Demokrat merupakan parpol pemenangan Pemilu 2009 yang meraih suara lebih dari 20 persen. Namun, akibat isu korupsi yang melilit elit partai, raihan suara Demokrat anjlok menjadi 10 persen di Pemilu 2014.

Pengamat: Mesin Politik Golkar Stabil, Goncangan Politik Hanya Sesaat

“Golkar adalah partai yang bisa keluar dari persoalan. Mereka punya mesin politik stabil dan berpengalaman dari Orde Baru,” kata Lely kepada redaksi Kabarin, Selasa (28/8).

Golkar menargetkan 110 kursi parlemen untuk Pileg 2019. Di Pilpres Partai Beringin telah memberikan dukungan resmi kepada petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Sebelum kasus korupsi Idrus Marham yang ditetapkan tersangka pekan lalu, Golkar juga pernah mengalami goncangan politik lewat Ketua Umum Setya Novanto yang terjerat korupsi KPT elektronik.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya tidak takut dengan hasil survei yang menyatakan elektabilitas mereka anjlok. Akhir pekan lalu survei Alvara Research Center menyatakan elektabilitas Golkar jatuh dibawah dua digit.

Golkar turun ke peringkat tiga dengan elektabilitas 7,8 persen. Mereka disalip Gerindra yang naik ke peringkat dua dengan elektabilitas 18,7 persen. Survei Roda Tiga Konsultan 5 Agustus 2018 juga menyatakan elektabilitas Partai Beringin sekitar 7,2 persen.

CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali mengatakan Golkar harus bekerja keras jika ingin mengulangi pencapaian Pemilu sebelumnya yang selalu meraih suara dua digit. Isu korupsi, kata Ali, menjadi momok menakutkan bagi setiap parpol.

“Elektabilitas Golkar terus menurun dan kecenderungannya begitu,” kata Hasanudin Ali di Jakarta, Minggu (27/8).

Golkar menggelar pleno di kantor DPP, Senin (27/8). Partai Beringin mematangkan strategi pemenangan sekaligus memperkuat Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu). Golkar juga mengganti sejumlah pengurus pasca pengunduran diri Idrus Marham yang tersangkut korupsi serta ditunjuknya Agus Gumiwang sebagai menteri sosial.

Kader muda Adies Kadir ditunjuk sebagai sekretaris fraksi di DPR sementara pengganti Agus Gumiwang di Komisi I adalah Agus Makmur.









loading...

“Survei tidak kita jadikan patokan, tapi kami jadikan indikator. Kekuatan kita pada jaringan kader di lapangan,” kata Airlangga. (arn)

Baca Juga:

Elektabilitas Golkar Jeblok di Bawah Dua Digit

Kasus Korupsi Idrus Tak Akan Menggerus Elektabilitas Golkar

Eni Saragih Mengakui Berikan Uang Rp2 Miliar untuk Munaslub Golkar

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top