Loading...
Nasional

Pendeta Kharismatik Jebak Ahok Nista Al-Quran

cp eramuslim



kabarin.co – Protes atas penistaan terhadap Al-Quran, terutama berkaitan dengan surat Al-Maidah ayat 51 oleh Gubernur petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Pulau Seribu terus meluas. Puncaknya, bakal terjadi pada Jumat 4 November 2016 di Jakarta. Jika, proses penistaan agama itu tidak serius ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, protes tak bakal berhenti, entah sampai mana ujungnya.

Penistaan agama oleh Ahok itu terjadi tidak berdiri sendiri. Kenapa Ahok terjebak dalam situasi yang menyulitkan itu? Menurut sumber kabarin.co beberapa jam sebelum ke Pulau Seribu, Ahok bertemu seorang pendeta Kharismatik. Saat pertemuan itulah Ahok didoktrin oleh pendeta tersebut mengenai ayat 51 Surat Al-Maidah tersebut. Ndilalah, dasar otak “bocor”, Ahok menelan mentah-mentah doktrin itu, dan mengucapkannya di hadapan khalayak, masyarakat Pulau Seribu.

Kristen Kharismatik  berkembang bersamaan dengan suksesnya Amerika Serikat menang dalam perang di banyak tempat. Termasuk saat Perang Korea pada 1950. Tak heran di Korea, banyak gereja  Kristen Kharismatik didirikan dan dakwahnya disebarkan secara progresif oleh Paul Yongi Cho. Bagi orang Korea, yang menganut kehidupan tenteram dengan konficius (Khonghucu) dan Budha, kehadiran Kristen Kharismatik ini mengganggu tatanan masyarakat Korea. Di Indonesia, Kristen Kharismatik berkembang di kota-kota besar termasuk Jakarta, tokohnya yang terkenal Ir. Niko Njotorahardjo dan Ishak Sugiyanto.

Teologi Kristen Kharismatik adalah ajaran tentang kesempurnaan hidup dalam ekonomi dan kesehatan. Dalam hal ekonomi, teologinya disebut sebagai “Teologi Sukses”.  Seorang Kristen Kharismatik percaya dia diberkati adalah mereka yang sukses dalam hidupnya. Kesuksesan dalam Kristen Kharismatik dipahami sebagai ajaran yang mengajarkan hidup berkelimpahan dan kemakmuran. Seperti halnya di Amerika Serikat Kristen sekte ini mengalami perkembangan dalam industri dan berkelimpahan materi. Kristen Kharismatik ini juga memusuhi, ajaran-ajaran kristen lain, terutama yang damai dan berkembang di masyarakat.

Sepertihalnya Amerika Serikat yang sering mengambil keuntungan dalam sebuah negara yang tak stabil, Kristen Kharismatik adalah kepanjangan tangan Amerika Serikat untuk “mengganggu” sebuah negara. Kali ini korbannya, kembali Indonesia, negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Ahok yang think tanknya kebanyakan orang dari CSIS menjadi “martir” dan “kelinci percobaan” Kristen Kharimatik untuk mengganggu Indonesia. Bergeraknya Islam, di banyak tempat di Indonesia, diikuti pula, bergeraknya kelompok agama lain di beberapa tempat. Ini ujian bagi Indonesia, mampukah kita melewati “cobaan” ini?

Kini “bola” di tangan aparat penegak hukum. Apakah penista agama dibiarkan merajalela atas nama “demokrasi” atau keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu?

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler

To Top