Loading...
Daerah

Penambak Rugi, Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mati Massal Mendadak

Seorang anak sedang di tengah lautan ikan mati. (Kabarin/Istimewa)

Kabarin.co, Agam – Ratusan ton ikan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mati mendadak secara massal.

Peristiwa itu menyebabkan, para petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau merugi. Apalagi, ikan yang mati mendadak itu jumlahnya mencapai ratusan ton.

“Ikan mati karena faktor cuaca yang kerap berubah-ubah,” kata Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, diterima Kabarin.co, Senin (13/12).

Baca Juga  Pengukuhan Pengurus PORBBI Sumbar periode 2018-2023 Verry Mulyadi sebagai Ketua Umum ; Refrizal Dewan Penasihat

Perubahan cuaca itu, kata Handria, seperti angin kencang dan curah hujan yang tinggi, sehingga menimbulkan fenomena upweeling yang kadar oksigen dalam danau berkurang.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Rosva Dewira pada Minggu (12/12) mengungkapkan, ikan mati secara massal itu di Nagari Tanjung Sani, Koto Malintang, dan Koto Kaciak.

Baca Juga  Kehilangan Mbah Fanani, Warga Dieng Hanya Bisa Pasrah

Fenomen itu, kata Rosva, kematian ikan itu sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Setidaknya, jumlah ikan yang mati tersebut mencapai 350 ton milik 48 penambak setempat.

“Rata-rata ikan yang mati itu, hampir siap panen dan terparah di kawasan Nagari Koto Kaciak,” ujarnya.

Sementara, Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjung Raya, Asrul Deni Putra nenambahkan, kematian ikan itu tersebar di dua nagari, yakni di Nagari Tanjung Sani 50 ton, dan Nagari Koto Kaciak 150 ton.

Baca Juga  Total Harta yang Dilaporkan di Tax Amnesti Mencapai Rp 1.013 T

<span;>”Data sementara yang diperoleh dari petani ikan itu, yang berasal dari ratusan petak keramba jaring apung milik orang,” tukasnya. (*)

Loading...

Terpopuler


To Top