Loading...
Metro

Pemda DKI Keluarkan SP3, Warga Bukit Duri Siap Melawan

Selasa malam (20/9/2016), di Mushola As Saadah, Bukit Duri serasa tegang dan murung. Sekitar seratusan warga pria dan perempuan berkumpul, dimulai dengan mengaji membaca Surah Yasin.

cp: indonesiapolicy.com



kabarin.co – Selasa malam (20/9/2016), di Mushola As Saadah, Bukit Duri serasa tegang dan murung. Sekitar seratusan warga pria dan perempuan berkumpul, dimulai dengan mengaji membaca Surah Yasin. Beberapa jam sebelumnya, menjelang tengah hari Camat Tebet Mahludin disertai tentara, polisi dan satpol PP, menempelkan surat perintah ketiga (SP3). Isinya agar warga membongkar sendiri bangunan rumah mereka. Tak heran saat pengajian itu terasa menegangkan. Biasanya jika sudah turun SP3, hanya dalam hitungan jam atau hari pemerintah daerah akan mengerahkan pasukan tiga angkatan berserta alat-alat berat penghancur (beko) untuk menggusur warga.

Usai pengajian, takmir mushola, Mulyadi membuka percakapan dengan keluh kesah sikap pemerintah daerah yang tak mematuhi hukum. “Kami sedang menggugat dan pengadilan sudah memutuskan untuk menghentikan penggusuran eh, malah SP3 keluar. Kita disuruh taat hukum Pemda malah gak taat, aneh,”katanya.

Gus Fayyadl, kiai asal Probolinggo yang malam itu memberikan tausiahnya mengingatkan agar warga bersatu melawan pemerintah yang lalim. “Ini hak yang harus diperjuangkan, jika anda tak memperjuangkan sendiri dan bersama-sama masyarakat lainnya, anda telah zalim terhadap diri sendiri,”ujarnya. Warga, menurut Fayyadl, jangan goyah dengan tuduhan penduduk liar, menurutnya, dalam Islam ada yang disebut Ihya ul mawwad, orang yang menghidupkan suatu tempat, tak bisa diganggu gugat, walaupun tanpa surat. “Kecuali dia itu melepaskan secara sukarela atau jual beli,”katanya.

Menurut Gus Fayyadl, orang yang menguasai satu juta hektar lah yang seharusnya digusur dan dibagi-bagikan kepada rakyat. “Mereka itulah yang rakus tanah,”ujarnya. Pembicara lain, John Muhamad, mengingatkan agar warga bersatu. “Tuhan tak akan mengubah suatu kaum, jika kaum itu sendiri tak mau memperjuangkannya. Dari sinilah kita melawan, dan menjadi titik api, agar titik-titik api lain juga menyala dimana-mana,”katanya memberi semangat.

Hampir pukul sebelas acara berakhir. Dilanjutkan pertemuan informal membahas strategi melawan penguasa zalim yang mengerahkan aparatnya dalam mengggusur. “Kami tak akan melawan dengan kekerasan. Kami lebih cerdik dari mereka untuk melawannya,”kata Sandyawan yang sudah puluhan tahun bersama-sama warga membangun komunitas dan mencerdaskan warga Bukit Duri.

Perkampungan Bukit Duri memiliki sejarah panjang. Perkampungan yang berada di Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, sudah ada pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Nama Bukit Duri berawal pada 1672, dari tanah seluas sekira 5 kilometer  milik seorang saudagar kaya raya asal Pulau Lontar, Banda, Maluku, Meester Cornelis Senen.  Untuk menghindari lalu lalang perang griliya tentara Mataram dan Banten, maka pada tahun 1656 guru agama Kristen tersebut membuat pagar bambu berduri. Hal itu juga untuk melindungi para penebang hutan dan tukang kebun yang dipekerjakannya.

Untuk menjaga tanah tersebut, Meester Cornelis Senen juga mempekerjakaan 14 tentara. Karena sang pemilik tanah tidak ingin tanahnya menjadi aktivitas peperangan. Dari pagar berduri yang dibangun oleh Meester Cornelis Senen, akhirnya tercetuslah sebuah nama Kampung Bukit Duri.  “Kami sudah tinggal disini puluhan tahun,”kata Ketua RT, Mulyadi.

Banyak warga yang memiliki surat hak atas tanah yang didiami disana. Sandiawan termasuk yang mendapat penghargaan dunia karena ikut mencerdaskan warga setempat. Bahkan saat PilGub DKI Jakarta, Calon Gubernur Jokowi dan wakilnya AHok datang menemuinya minta dukungan. Kini dia dikhianati dua orang itu. Hingga Jokowi jadi presiden, malapetaka terhadap warga Bukit Duri datang. Dan Gubernur pengganti AHok secara sistematis melakukan pembunuhan karakter terhadap Sandyawan yang bekas Romo itu, dengan firnah keja dan menjelek-jelekannya, agar moral melawannya jatuh. “Kami bersama-sama warga tidak takut, saya sudah kebal dituduh macam-macam oleh AHok itu,”katanya. (indonesiapolicy – AT)

Baca Juga:

Warga Bukit Duri dapat Surat Peringatan II dari Pemprov DKI








loading...

Ahok Mengancam Akan Memberi SP 1 Bagi Warga Bukit Duri yang Menolak Direlokasi

Kata Wali Kota Jakarta Selatan, Warga Bukit Duri Siap Dipindahkan ke Rusun

Bagaimana pendapat anda?

Loading...

Terpopuler


To Top